Mesir, Pesona dan Tragedi: Dari Sejarah, Keindahan, hingga Tragedi Mesir

37

Identitas Buku
Judul Buku: Mesir, Pesona dan Tragedi
Penulis: Tim FLP se-Dunia
Penerbit: Halaman Moeka Publishing
Tebal: 197 halaman
Tahun Terbit: April 2014

Mungkin terlalu lama saya hanya menyimpan buku ini setelah membelinya. Beli 2014, dan baru terbaca 2023. Total sembilan tahun lamanya buku ini hanya terjejer di rak buku. Entahlah, mungkin ini salah satu penyakit saya yang harus segera diubah. Bismillah sedikit demi sedikit menghabiskan buku-buku yang sudah dibeli dan tidak menambah lagi dulu sebelum sebagian besar selesai kecuali benar-benar butuh ilmunya.

Buku ini terbit hampir setahun setelah terjadinya kudeta presiden Mesir Mohamed Morsi, seorang presiden penghafal Al-Qur’an yang terpilih setahun sebelumnya melalui pemilihan secara demokrasi. Sebuah peristiwa yang membuat banyak muslim patah hati. Namun, begitulah politik, meski sudah terpilih secara demokrasi, tapi tetap saja uang yang berbicara. Kudeta pun di buku ini dinarasikan didanai oleh negara-negara yang bersekutu dengan Amerika karena ada hubungannya dengan penolakan dana pinjaman IMF untuk Mesir. Milyaran dolar dikeluarkan, dan ratusan nyawa melayang. Ah, tak terbayangkan bagaimana peliknya berada di tengah negeri yang rusuh.

Di negeri yang dijuluki negeri para nabi ini, memang banyak sekali sejarahnya, bahkan ribuan tahun sebelum masehi. Sebelum membahas kudeta, buku ini memuat banyak kisah sejarah negeri, mulai dari kisah raja-raja Fir’aun, keindahan alam, kuliner, pendidikan, dan lain sebagainya. Sebuah negeri subur di tengah padang pasir karena ada sungai nil yang menjadi jantungnya.

Tentang Fir’aun, banyak sekali nama raja-raja Fir’aun yang dituliskan di buku ini. Namun, yang menarik perhatian saya adalah Ramses II yang disebut-sebut sebagai Fir’aun yang ada di zaman Nabi Musa. Disebut seperti itu karena ada temuan yang menyatakan kandungan garam di tubuhnya sangat tinggi. Bukankah memang dia mandi di Laut Merah yang usai dibelah?

Yang menarik dari Ramses II ini memiliki 96 putra dan 60 putri. Tidak terbayang berapa banyak istrinya. Meski disebutkan nama istrinya adalah Nefertari dan Istnofret, tapi entah itu yang dimaksud Asiyah atau bukan.

Kedua yang populer adalah Kleopatra, seorang pemimpin wanita yang ternyata bekas tempat mandinya dulu dijadikan tempat wisata juga. Sebuah ceruk dari karang yang berada di tepi pantai. Hal ini ada di bahasan wisata di Mesir. Meski katanya terkenal dengan kumuhnya, tapi banyak wisata Mesir yang indah dan menarik untuk dikunjungi, termasuk juga Terusan Suez yang melegenda. Kabarnya terusan inilah yang selalu menjadi perebutan karena memang bisa menghasilkan milyaran dolar tiap tahunnya.

Bicara tentang Mesir, tak lepas juga dari pendidikannya. Bahkan banyak mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di sana. Banyak beasiswa yang bisa diambil, ada juga yang biaya sendiri.

Buku ini memberi banyak wawasan tentang Negeri Sungai Nil ini. Hanya saja sebagai editor lepas saya melihat ada banyak sekali kesalahan penulisan di buku ini, bahkan masih ada yang sepertinya naskah mentah dan tidak melalui proses editing. Seperti ada kalimat lalu di dalam kurung ada tulisan (perlu ditambah sumber). Entahlah, kalau di info buku memang tidak ada editornya, mungkin masing-masing penulis melakukan swasunting sendiri-sendiri.

Konten sebelumnyaSERUPA TAPI TAK SAMA
Konten berikutnya“Air Mata di Ujung Sajadah”, Cerita Cinta Ibu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini