Tag: flp malang

  • FLP Malang Gaungkan Semangat Literasi Lewat Talkshow di Radio MFM

    FLP Malang Gaungkan Semangat Literasi Lewat Talkshow di Radio MFM

    Malang — Dalam rangka memperluas syiar literasi dan memperkenalkan gerakan kepenulisan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, Forum Lingkar Pena (FLP) Malang hadir dalam program siaran talkshow di Radio MFM Malang 101.3 FM pada hari Sabtu, 9 Mei 2026.

    Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata FLP Malang dalam membangun budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat. Melalui media radio yang dekat dengan publik, FLP Malang ingin menghadirkan semangat berkarya, berbagi inspirasi, dan mengajak anak muda untuk aktif mengekspresikan gagasan melalui tulisan.

    Dalam kesempatan tersebut, pengurus FLP Malang memperkenalkan berbagai program dan aktivitas komunitas, mulai dari kelas menulis, diskusi literasi, kegiatan kepenulisan, hingga ruang pengembangan diri bagi para anggota muda yang ingin bertumbuh bersama dunia literasi.

    Ketua FLP Malang, Intan K. L. Asror, menyampaikan bahwa menulis bukan hanya sekadar aktivitas menuangkan kata, tetapi juga bagian dari dakwah, pendidikan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    “Scripta manent, verba volant — tulisan akan tetap abadi, sementara ucapan akan berlalu,” tuturnya.

    Menurutnya, tulisan memiliki kekuatan untuk menyimpan gagasan, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, serta meninggalkan jejak perubahan bagi masa depan.

    Sementara itu, Gusti Trisno selaku pengurus bidang bisnis FLP Malang menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai agent of change di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.

    “Anak muda hari ini harus berani menjadi pembawa perubahan melalui karya, ide, dan literasi. Maka dari itu, bergabung bersama FLP adalah pilihan yang tepat untuk tumbuh, belajar, dan berkarya bersama,” ungkapnya.

    Melalui siaran ini, FLP Malang berharap semangat literasi semakin tumbuh di tengah masyarakat Malang Raya dan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, kritis, serta berdaya melalui karya tulis.

  • Halalbihalal dan Rapat Kerja FLP Malang: Perkuat Silaturahmi, Rumuskan Arah Kebijakan Kabinet Satu Jiwa

    Halalbihalal dan Rapat Kerja FLP Malang: Perkuat Silaturahmi, Rumuskan Arah Kebijakan Kabinet Satu Jiwa

    Setelah Muscab FLP Malang, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Malang menyelenggarakan kegiatan halalbihalal bersama para pengurus. Tak hanya itu, para pengurus melakukan Rapat Kerja (Raker) sebagai momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.


    Pada periode kepengurusan kali ini, FLP Malang mengusung nama Kabinet Satu Jiwa, yang merepresentasikan semangat persatuan, kebersamaan, dan keselarasan langkah seluruh pengurus dan anggota dalam berkarya di bidang literasi.
    Kegiatan halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca Ramadan, tetapi juga mempererat silaturahmi antar pengurus. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara, mencerminkan nilai-nilai yang menjadi fondasi gerakan FLP.

    Dalam kegiatan halalbihalal ini juga, Ketua FLP Malang, Intan K.L. Asror melakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru, sekaligus menjadi simbol harapan agar kepengurusan Kabinet Satu Jiwa dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Selain itu, FLP Malang melakukan peresmian homebase baru FLP Malang sebagai pusat kegiatan dan pengembangan literasi ke depan. Melalui forum Rapat Kerja, para pengurus merumuskan program kerja, arah gerak organisasi, serta strategi pengembangan literasi di Malang. Berbagai gagasan dan komitmen bersama lahir sebagai upaya untuk terus menghadirkan karya yang berdampak bagi masyarakat.

    Harapan ke depan, Kabinet Satu Jiwa mampu menjadi penggerak yang solid dalam mencetak penulis-penulis baru, memperluas jejaring literasi, serta memperkuat kontribusi FLP Malang dalam pembangunan budaya literasi. Dengan semangat kebersamaan dalam satu jiwa, FLP Malang optimis melangkah lebih produktif, inspiratif, dan bermakna bagi peradaban.

  • Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Menjelang Ramadan 1447 H, FLP Malang menggelar agenda dua tahunan Musyawarah Cabang (Muscab) VIII hari Ahad, 15 Februari 2026, di SDIT Insan Permata, Kota Malang. Acara ini dihadiri oleh pendiri FLP Malang, Abyz Wigati; perwakilan FLP Jatim, Lita Lestianti; pengurus FLP Malang tahun 2024 -2026 dan para anggota FLP Malang.

    Sambutan pendiri FLP Malang mengawali acara Muscab FLP Malang. Abyz Wigati bercerita tentang perjuangan secara singkat tentang pendirian FLP Malang dulu yang cukup berat, yang juga dirasakan oleh FLP Pamekasan saat membangun FLP. Meski saat ini beliau memiliki ladang juang yang berbeda, beliau mengatakan bahwa FLP Malang masih menjadi tanggung jawabnya karena sudah mendirikan FLP Malang. Beliau juga menyampaikan bahwa “Dimana pun kita berkarya mungkin kita tidaksadar bahwa disitu kita mendapat sesuatu dan memberi sesuatu. Tapi pada dasarnya, kita berkarya, berdaya dan belajar, disitu kita akan mendapatkan ‘imbalan’. Tentu bukan tertuju pada materi tapi kebaikan.”

    Perwakilan FLP Jatim dan ketua FLP Malang periode 2024-2026 juga memberikan sambutannya. Usai pemberian sambutan singkat, ketua FLP Malang periode sebelumnya memaparkan program-program yang telah dijalankan dan kendala yang dihadapi. Tentu saja, kendala tersebut hampir dirasakan oleh cabang lain, seperti anggota banyak yang pasif dan tidak bisa ikut serta dalam kegiatan. Namun, atas rahmat Allah SWT, FLP Malang yang telah mendapat predikat Cabang Pejuang saat Muswil IX, dengan segala keterbatasan, tetap mampu menjalankan program dengan baik, bahkan mampu meningkatkan keuangan kas organisasi.

    Setelah LPJ diterima oleh forum, penyelenggaraan sidang muscab sempat mengalami kesulitan dalam menentukan bakal calon ketua FLP Malang periode selanjutnya. Hanya satu kandidat yang diajukan serentak oleh forum yaitu Intan K.L. Asror. Setelah berdiskusi dan mendapat masukan dari forum, dengan musyawarah mufakat, maka sidang Muscab menetapkan kembali Intan K.L. Asror sebagai Ketua  FLP Malang periode 2026-2028.

    Atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota FLP Malang, dalam sambutannya, Intan menyampaikan akan berkomitmen menjalankan amanah yang berat itu sebaik mungkin. Ia pula menegaskan bahwa jika amanah itu tak hanya dipertanggungjawabkan di dunia tetapi juga di hadapan Allah kelak. Amanah yang berat tentu tak bisa ia pikul sendiri, ia sangat memohon kepada anggota FLP Malang untuk bersedia bersinergi membangkitkan kembali kehidupan organisasi FLP Malang yang lebih solid, produktif dan berdampak bagi masyarakat melalui karya-karya literasi.

    Mesipun tak ada penyerahan kepemimpinan dari periode sebelumnya, namun kepemimpinan dua periode ini tetap dilakukan secara simbolis kepada ketua terpilih dari perwakilan FLP Jatim.

    Muscab VIII FLP Malang telah diselenggarakan dengan lancar. Hasil pada Muscab VIII tersebut diharapkan mampu membawa FLP Malang menjadi organisasi yang lebih matang dalam tata kelola organisasi dan memperluas peran literasi untuk generasi muda di Malang Raya.

  • Turba ke FLP Malang: Sebuah Janji untuk Memulai Tahun Ekspansi

    Turba ke FLP Malang: Sebuah Janji untuk Memulai Tahun Ekspansi

    Saya tidak menyangka kalau New Book Store (NBS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebesar itu. Bangunan dua lantai persis di sebelah kanan Rayz Hotel UMM ini memiliki banyak koleksi buku baru. Di lantai dua NBS inilah Turba FLP Jawa Timur ke FLP Malang diselenggarakan, Selasa, 24 Januari 2023.

    Kak Mora, Koordinator Divisi Kaderisasi FLP Malang menyapa dengan ramah saat saya tiba. Pendongeng nasional ini sekaligus menjadi pembawa acara.  Saat acara dimulai, sudah ada sepuluh orang di lokasi. Beberapa pengurus FLP Malang datang menyusul beberapa menit kemudian.

    Pertemuan Terindah

    Apa yang kita rencanakan, belum tentu akan terjadi. Namun, apa yang Allah kehendaki, tidak seorang pun bisa menghalangi. Pun soal rencana Turba ke FLP Malang. Rupanya Allah menyiapkan waktu dan kesempatan terbaik bertatap muka dengan para pejuang literasi di kota pendidikan ini.

    Sudah lama saya ingin Turba ke FLP Malang. Sejak bulan pertama saat mendapat amanah sebagai Ketua FLP Jawa Timur. Qadarullah, saat Muscab VI FLP Malang pada 13 Februari 2022, saya kena Omicron sehingga hanya bisa menyampaikan sambutan secara virtual. Setelahnya, karena satu dan lain hal, keinginan itu belum terwujudkan.

    Hingga tibalah pertengahan Januari 2023. Saya dihubungi untuk menjadi salah satu pembicara dalam kajian di Camp King Sulaiman untuk edisi 24 Januari 2023. Segera saya menghubungi Mbak Enten agar malamnya bisa Turba ke FLP Malang. Ketua FLP Malang ini kemudian berkoordinasi cepat dengan pengurusnya dan alhamdulillah mereka bisa.

    Qadarullah, tiga hari sebelum hari-H, jadwal saya di-reschedule. Karena sudah janji untuk Turba, juga sudah booking Kapal Garden Hotel, saya tetap berangkat ke Malang. Turba pun dimajukan dari sedianya malam menjadi bakda Asar. Rupanya ini skenario dari Allah agar Turba ke FLP Malang berlangsung secara tatap muka dan banyak pengurus Cabang bisa menghadirinya.

    Ketua FLP Malang, Sekretaris, Bendahara, Divisi Kaderisasi, hingga Divisi Karya semuanya ada. Minimal, ada wakilnya. Bahkan tidak hanya pengurus Cabang, pengurus BPP pun hadir mengikuti Turba. Ada Sekretaris II Mas Ilham Sadli dan Koordinator Divisi Blogger Mbak Zie. Sedangkan dari FLP Jawa Timur, selain saya juga ada Koordinator Divisi Humas Pak Agung, Koordinator Divisi Bisnis Bu Agie, dan Bendahara Mbak Muya.

    Tahun Ekspansi

    Saat diminta sambutan, selain mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan penyambutan Turba, saya mengingatkan ayat yang menjadi inspirasi bagi FLP Jawa Timur. Yakni Surat Ibrahim ayat 24-25. Bahwa organisasi yang baik itu seharusnya seperti pohon yang baik. Pertama, ashluhaa tsaabitun. Akarnya kuat. Artinya, kaderisasinya harus kokoh. Kedua, far’uhaa fis samaa’. Cabangnya (menjulang) ke langit. Artinya, struktur Cabang dan Ranting harus banyak. Dan ketiga, tu’tii ukulahaa kulla hiinin biidzni rabbihaa. Menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Artinya, manfaat organisasi harus dirasakan oleh masyarakat luas.

    Kaderisasi yang kokoh dibuktikan secara kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas, jumlah anggota harus terus bertambah. Karenanya, FLP Jawa Timur mentargetkan 200 anggota baru selama dua tahun periode Kabinet Al-Fatih ini. Alhamdulillah, target ini hampir terpenuhi dengan penambahan anggota 181 orang selama tahun pertama kepengurusan. Tiga Cabang dengan penambahan anggota baru terbanyak adalah FLP Pamekasan dengan 32 anggota baru. Kemudian FLP Ponorogo yang berhasil menambah 17 anggota baru dan disusul FLP Jombang yang berhasil menambah 16 anggota baru.

    Secara kualitas, anggota FLP juga harus terus bertumbuh. Pertumbuhan kualitas ini tercermin dari kenaikan jenjang keanggotaan karena masing-masing jenjang memiliki karakteristik khusus baik dalam keislaman, kepenulisan, maupun keorganisasian. FLP Jawa Timur mentargetkan 20 persen anggota naik ke jenjang di atasnya. Artinya, Kaderisasi berharap di Jawa Timur akan ada 16 anggota andal baru dan ada 49 anggota madya baru.

    Saat ini seleksi kenaikan jenjang sedang berjalan. Sebanyak 153 anggota telah mengisi Penilaian Diri Anggota (PDA) Muda. Dari informasi sementara, insya Allah target kenaikan jenjang anggota muda ke anggota madya akan terpenuhi. Informasi resminya kita tunggu pengukuhan anggota madya pada 5 Februari nanti.

    Penguatan organisasi, salah satu objective-nya adalah penambahan Cabang. FLP Jawa Timur mentargetkan bertambahnya enam Cabang baru. Langkah pertamanya telah diselesaikan Divisi Kaderisasi dengan Perekrutan Anggota Baru (PAB) di delapan kabupaten/kota yang belum ada cabangnya. Lalu ditindaklanjuti Divisi Jarcab dengan pendirian Cabang baru. FLP Bondowoso menjadi Cabang pertama yang dikukuhkan pada 8 Januari 2023. Insya Allah akan dilanjutkan dengan pendirian FLP Bojonegoro pada 5 Februari 2023. Lalu FLP Nganjuk dan FLP Trenggalek.

    Agar manfaat FLP semakin dirasakan di Jawa Timur, khidmat literasi menjadi misi ketiga. Salah satu objective-nya adalah peningkatan karya anggota. Baik secara kuantitas dan kualitas. Bahwa kita semua, seluruh anggota FLP di Jawa Timur, harus terus menulis dan meningkatkan kualitas tulisan kita. Persembahkan buku-buku terbaik, bahkan konten terbaik, agar Jawa Timur tercerahkan melalui literasi.

    Dalam mencapai tiga misi dengan turunan Objective and Key Results (OKR) serta program kerjanya, FLP Jawa Timur menyebut tahun pertama sebagai tahun sinergi, transformasi, dan kolaborasi. Sinergi dalam artian membangun dan menguatkan soliditas internal sehingga dengan tim yang kuat kita bisa mencapai OKR. Transformasi untuk perubahan yang lebih baik dalam meningkatkan profesionalisme organisasi serta responsif terhadap disrupsi digital. Serta berkolaborasi dengan seluruh eleman termasuk instansi pemerintah, organisasi literasi lainnya, dan media.

    Tahun kedua Kabinet Al-Fatih dicanangkan sebagai tahun ekspansi. Bukan berarti sinergi, transformasi, dan kolaborasi berhenti. Ketiganya akan terus kita lanjutkan. Namun, ada fokus lain energi kita untuk menambah anggota baru, menambah cabang baru, menambah karya baru.

    Sebuah Janji

    Tahun ekspansi artinya tahun 2023 ini harus menjadi perluasan manfaat literasi FLP Jawa Timur. Manfaat literasi akan meluas jika struktur kita menjangkau masyarakat lebih luas. Bagi FLP Jawa Timur, tahun ekspansi adalah pendirian Cabang-cabang baru. Nah, jika FLP Wilayah mendirikan Cabang baru, FLP Cabang harus berusaha menambah Ranting baru. Saat ini, Cabang dengan Ranting terbanyak adalah FLP Pamekasan dengan enam ranting dan semuanya berbasis pondok pesantren. FLP Sidoarjo telah mendirikan FLP Ranting Tulangan. FLP Gresik mentargetkan berdirinya FLP Ranting Maskumambang. Dan alhamdulillah FLP Malang yang dahulu pernah memiliki empat ranting, juga berkeinginan mendirikan ranting kembali.

    Tahun ekspansi berarti seluruh cabang yang pada 2022 belum menyelenggarakan perekrutan anggota baru (PAB), harus menggelar PAB pada 2023. Dan alhamdulillah FLP Malang telah berjanji untuk menggelar PAB tidak lama setelah Turba ini.

    Tahun ekspansi juga berarti perluasan manfaat karya anggota. Secara khusus, FLP Malang memiliki banyak anggota yang merupakan penulis nasional. Bagaimana kemudian potensi besar ini dirangkul dan dikolaborasikan agar membuat FLP Malang semakin bermanfaat bagi masyarakat.

    Banyak diskusi gayeng dalam Turba ini. Baik dalam forum resmi, maupun saat sesi ramah tamah sambil menikmati konsumsi. Alhamdulillah seluruh curhat telah didengarkan, kendala yang disampaikan telah mendapatkan saran atau solusi. Sebagai konklusi, FLP Malang telah berjanji untuk menggelar PAB tak lama lagi. Menyambut semangat tahun ekspansi. [Muchlisin BK]