Kategori: Ulasan Buku

Menyajikan ulasan buku. Baik buku fiksi seperti novel dan antologi cerpen maupun buku nonfiksi.

  • Bandit-bandit Berkelas; Adu Kuat Berebut Warisan Samad

    Bandit-bandit Berkelas; Adu Kuat Berebut Warisan Samad

    Bagi penggemar novel aksi Tere Liye, Bandit-bandit Berkelas pasti menjadi penantian tersendiri. Sebab, novel ini merupakan kisah terbaru Bujang si Babi Hutan dan para penguasa shadow economy.

    Novel ini lebih seru daripada novel-novel aksi sebelumnya. Menyajikan konflik kelas tinggi dan pertarungan seru yang mendominasi di sana sini. Mulai dari baku hantam hingga baku tembak. Mulai dari ‘pertunjukan’ berbagai jurus bela diri hingga rentetan senjata api.

    Novel Terbaru Serial Pulang Pergi

    Tere Liye telah menulis 60 lebih buku. Mulai dari novel fantasi serial Bumi hingga kumpulan puisi. Hampir semuanya best seller dan memiliki penggemar tersendiri. Tak terkecuali novel-novel aksi.

    Bandit-bandit Berkelas adalah novel terbaru dari serial Pulang Pergi. Meskipun tidak harus, membaca novel-novel ini secara berurutan akan lebih sistematis dan mengasyikkan.

    Nah, urutan novel serial Pulang Pergi adalah sebagai berikut:

    1. Negeri Para Bedebah
    2. Negeri di Ujung Tanduk
    3. Pulang
    4. Pergi
    5. Pulang-Pergi
    6. Bedebah di Ujung Tanduk
    7. Tanah Para Bandit
    8. Bandit-bandir Berkelas

    Serial Pulang Pergi mengisahkan tokoh utama Bujang alias Agam yang juga memiliki panggilan Si Babi Hutan. Bujang merupakan kepala keluarga Tong penguasa shadow economy. Namun, ia mengundurkan diri dari posisi yang pengaruhnya melebihi kepala negara itu.

    Mundur dari jabatan pemimpin tertinggi, tidak membuat Bujang lepas dari konflik shadow economy. Ia selalu terlibat dalam pertarungan antarkeluarga shadow economy, juga terlibat dalam konflik antara shadow economy dengan kekuatan besar lain yang ingin menghancurkan mereka. Bujang yang menginginkan keseimbangan dunia memilih sikap menjaga keluarga-keluarga shadow economy agar saling menghormati.

    Yang sangat menarik, beberapa cerita pada novel-novel di atas terasa sangat dekat dengan fenomena kekinian. Karya Tere Liye tersebut laksana kritik sosial dari penulisnya. Mulai tentang sikap pejabat, aparat, hingga korupsi dan ketidakadilan.

    Baca juga: Novel Rasa Tere Liye

    Sinopsis Novel Bandit-bandit Berkelas

    Bandit-bandit Berkelas berkisah tentang ‘warisan Samad’, yang menjadi rebutan antara dua anak laki-lakinya, Bujang dan Diego.

    Bujang baru tahu jika ayahnya meninggalkan warisan setelah Zaman Zulkarnaen datang ke markas besar keluarga Tong. Samad menitipkan petunjuk warisan itu ke Firma hukum tempat Zaman bekerja, Thompson & Co. Lebih tepatnya, teka-teki. Basir sebenarnya ingin ikut memecahkan teka-teki itu, tetapi Bujang mencegahnya.

    Dalam perjalanan memecahkan teka-teki untuk mendapatkan warisan itu, Bujang harus menghadapi berbagai kekuatan mulai dari Shadow Economy hingga Diego yang ingin merampasnya. Sebab warisan itu tak main-main. Ia adalah serum super.

    Bujang dan timnya berhasil menelusuri dan memecahkan teka-teki itu. Mereka pun menyusun strategi untuk mengambil serum super itu dengan sebuah operasi rahasia. Sayangnya, Diego datang dengan kekuatan bersenjata untuk merebutnya.

    Pertarungan melawan Diego inilah yang paling menegangkan. Selain bertambah kuat, ia didukung oleh  Natascha dan Black Widow serta Kartel Meksiko. Bujang hampir saja menang melawan Diego. Namun, Diego curang dengan melemparkan serbuk pelumpuh milik Teratai Emas yang ia curi.

    Apakah Bujang benar-benar tumbang? Ataukah tiba-tiba muncul seseorang menolongnya? Lalu bagaimana dengan serum super warisan Samad?

    Baca juga: Sesuk Tere Liye

    Kelebihan Novel Bandit-bandit Berkelas

    Bandit-bandit Berkelas menyajikan berbagai aksi pertarungan yang sangat seru seperti novel-novel aksi karya Tere Liye sebelumnya. Ada pula bumbu kisah cinta pada novel ini. Terutama bagaimana soal perasaan Bujang pada Maria dan kenangannya bersama Padma.

    Nilai plus novel ini, Bandit-bandit Berkelas mempertemukan seluruh karakter yang tersebar dalam tujuh buku sebelumnya. Mulai dari Bujang, Thomas, Basyir, Yuki dan Kiko, hingga Zaman Zulkarnaen yang menjadi tokoh utama di novel Tentang Kamu

    Selain tokoh-tokoh dari Keluarga Tong, muncul pula tokoh-tokoh dari Keluarga Master Dragon, Bratva, hingga Organisasi dan Padma yang mulai kita kenal dari novel Tanah para Bandit.

    Tak ketinggalan ada Diego dan Kartel Meksiko, Kesatria Suci dan Lilian Arnaut, serta Roh Drukpa, Teratai Emas, dan 4 Kelompok Utama.

    Bagian akhir novel ini akan menjadi permulaan konflik besar antara Shadow Economy dan Organisasi yang ingin menghancurkannya.

    Tere Liye juga menyisipkan banyak pesan moral untuk pembaca. Mulai dari komitmen, memenuhi janji, kejujuran, kegigihan dalam berjuang, disiplin, hingga mencegah kerusakan. Meskipun hampir semua tokoh-tokohnya adalah bandit, mereka bersinergi untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Mereka berjuang jangan sampai serum super jatuh ke tangan Diego dan komplotannya yang bisa membahayakan masa depan dunia.

    Yang juga jadi kelebihan novel ini, ada dua bonus tentang Roh Drukpa dan Mata Picak yang merupakan plot twist dari novel sebelumnya. Sekaligus menjadi pengantar yang seru untuk novel berikutnya.

    Baca juga: Suluh Rindu

    Kekurangan Novel Bandit-Bandit Berkelas

    Ketegasan Shadow Economy soal kedisiplinan menjaga kerahasiaan mereka sangat bagus. Namun, di sisi lain, terlalu kejam. Misalnya bagaimana Keluarga Tong tidak hanya mengeksekusi tukang pukul yang selfi di markas tetapi juga mengeksekusi semua keluarganya untuk memastikan rahasia mereka tidak tersebar.

    Pembaca yang tidak memiliki keteguhan karakter dan mengerti konstruksi lengkap novel ini mungkin bisa salah mengambil pelajaran soal penggunaan kekerasan. Khususnya mereka yang menganggap Keluarga Tong sebagai protagonis karena Bujang berasal dari keluarga tersebut.

    Tidak seperti novel sebelumnya yang biasanya “tuntas” ceritanya, novel ini seperti berhenti di puncak keseruan. Menyisakan pertanyaan besar tentang nasib serum super. Entah ini kelemahan atau justru merupakan keunggulan yang membuat pembaca penasaran untuk membaca kelanjutannya di novel Bandit Terakhir.

    Secara penulisan, ada dua kesalahan nama pada halaman 27. Seharusnya Bujang, tetapi tertulis Zaman.

    “Keluarga Bratva meminta bantuan kepada kalian?” Zaman menoleh sejenak, tertarik –dia tidak menduganya.

    Seharusnya ini Bujang karena yang diajak bicara adalah Zaman.

    Persis nama itu disebut, ekspresi wajah Zaman berubah.

    Ini juga seharusnya Bujang. Sebab yang bicara adalah Zaman dan yang ekrepresi wajahnya berubah saat nama Maria disebut adalah Bujang.

    Baca juga: Novel Hujan

    Identitas Buku

    Judul buku: Bandit-bandit Berkelas
    Pengarang: Tere Liye
    Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
    Tanggal Terbit: 2024
    ISBN: 978-623-88822-6-7
    Tebal buku: 400 halaman
    Dimensi: 13,5×20 cm

  • Menjadi Orang Tua, Amanah Terbesar

    Menjadi Orang Tua, Amanah Terbesar

    Identitas Buku

    Judul Buku     : Bunda Hebat Berbagi Parenting

    Penulis            : Bunda Wening, Eko Sri Herawati,  Andi Amriani, Andi Sulfana Masri, dkk.

    Penerbit         : Forum Sastra Anak bekerja sama dengan Jejak Pustaka

    Tebal               : 184

    Tahun Terbit  : 2021

    Menjadi orang tua merupakan amanah yang terbesar dalam fase hidup seseorang. Karena setiap orang tua akan dimintai  pertanggungjawaban di hadapan kepada Allah atas titipannya. Jika seorang bayi lahir dalam keadaan firah. Lantas bagaimana tugas orang tua agar mengembalikan lagi kepada Pemiliknya hingga suci kembali. Sungguh berat jika diri tidak dibekali iman dan ilmu. Tentunya memahami ilmu parenting ini sangat penting. Karena sejatinya menjadi orang tua adalah proses belajar sepanjang hidup.

    Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan bunda hebat yang menceritakan  pengalamannya dalam membersamai, mendidik para buah hatinya. Mereka berbagi suka-duka, cara atau metode baik secara konkret maupun konseptual, sisi dilematis, dan pengalaman luar biasa yang acap kali tak pernah terbayangkan sebelumnya sebagai orang tua. (hlm. v)

    Dari 42 tulisan bunda hebat banyak insight yang saya dapatkan. Salah satunya mengenai prestasi anak. Ternyata sekecil apapun perubahan pada anak itu harus selalu diapresiasi oleh orang tua. Karena perubahan atau perkembangan anak sekecil apa pun tetaplah sebuh prestasi yang harus dihargai dan diapresiasi.

    Ayah adalah nahkoda perwira keluarga yang memegang komando tertinggi serta wewenang dan tanggung jawab. Ibu ialah mualimnya yang melaksanakan tugas dan memiliki tangguung jawab kepada nahkoda. (hlm. 35)

    Sastra anak juga tidak kalah penting. Indonesia kaya akan cerita anak, seperti dongeng Bawang Merah dan Bawang  Putih, Keong Mas, Tomun Mas dan masih banyak yang lainnya. Nah semua cerita tersebut bisa dijadikan bahan bacaan anak. Jika anak belum bisa membaca bisa dibacakan oleh orang tua. Membacakan cerita anak kepada buah hati mempunyai peranan penting dalam menumbuhkan karakter anak. 

    Menurut Desi Pusrikasari, S.Psi., M.M. dalam artikelnya yang berjudul Membersamai dan Mengoptimalkan Tumbuh Kembang si Kecil bagi Working  Mom. Tiga kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi oleh orang tua: pertama, asuh, meliputi biofisik, seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, olahraga dan reksreasi. Kedua, asih, meliputi kasih sayang, seperti perasaan terlindungi, motivasi dan dukungan. Ketiga, asah meliputi stimulasi, kreativitas, dan belajar.

    Selain itu, memaparkan contoh stimulasi yang dapat dilakukan oleh anak di rumah bersama orang tua untuk membangun ikatan. Pertama, fisik-motorik seperti berenang, memanah, menggambar, dan menggunting. Kedua, kognitif-bahasa sperti mengaji, membaca buku dan diskusi. Ketiga, sosio-emosional, pillow talk (curhat sebelum tidur).

    Bermitra dengan Allah merupakan hal yang pertama dan utama. Sebagaimana kita ketahui hal yang paling utama dalam mendidik anak adalah menitipkan anak kepada sang Pemiliknya. Karena orang tua dalam menjaga anak terbatas. Tidak bisa setiap saat kita membersamai anak setiap detik. Apalagi jika anak menginjak dewasa. Semoga usaha kita dalam membersamai dan mendidik anak diberikan kemudahan dan kesabaran. Semoga setiap gerak langkah kita senantiasa diridhoi oleh Allah SWT.

    Resensi buku ditulis oleh Siti Rokhmah, anggota FLP Malang.
  • Mesir, Pesona dan Tragedi: Dari Sejarah, Keindahan, hingga Tragedi Mesir

    Mesir, Pesona dan Tragedi: Dari Sejarah, Keindahan, hingga Tragedi Mesir

    Identitas Buku
    Judul Buku: Mesir, Pesona dan Tragedi
    Penulis: Tim FLP se-Dunia
    Penerbit: Halaman Moeka Publishing
    Tebal: 197 halaman
    Tahun Terbit: April 2014

    Mungkin terlalu lama saya hanya menyimpan buku ini setelah membelinya. Beli 2014, dan baru terbaca 2023. Total sembilan tahun lamanya buku ini hanya terjejer di rak buku. Entahlah, mungkin ini salah satu penyakit saya yang harus segera diubah. Bismillah sedikit demi sedikit menghabiskan buku-buku yang sudah dibeli dan tidak menambah lagi dulu sebelum sebagian besar selesai kecuali benar-benar butuh ilmunya.

    Buku ini terbit hampir setahun setelah terjadinya kudeta presiden Mesir Mohamed Morsi, seorang presiden penghafal Al-Qur’an yang terpilih setahun sebelumnya melalui pemilihan secara demokrasi. Sebuah peristiwa yang membuat banyak muslim patah hati. Namun, begitulah politik, meski sudah terpilih secara demokrasi, tapi tetap saja uang yang berbicara. Kudeta pun di buku ini dinarasikan didanai oleh negara-negara yang bersekutu dengan Amerika karena ada hubungannya dengan penolakan dana pinjaman IMF untuk Mesir. Milyaran dolar dikeluarkan, dan ratusan nyawa melayang. Ah, tak terbayangkan bagaimana peliknya berada di tengah negeri yang rusuh.

    Di negeri yang dijuluki negeri para nabi ini, memang banyak sekali sejarahnya, bahkan ribuan tahun sebelum masehi. Sebelum membahas kudeta, buku ini memuat banyak kisah sejarah negeri, mulai dari kisah raja-raja Fir’aun, keindahan alam, kuliner, pendidikan, dan lain sebagainya. Sebuah negeri subur di tengah padang pasir karena ada sungai nil yang menjadi jantungnya.

    Tentang Fir’aun, banyak sekali nama raja-raja Fir’aun yang dituliskan di buku ini. Namun, yang menarik perhatian saya adalah Ramses II yang disebut-sebut sebagai Fir’aun yang ada di zaman Nabi Musa. Disebut seperti itu karena ada temuan yang menyatakan kandungan garam di tubuhnya sangat tinggi. Bukankah memang dia mandi di Laut Merah yang usai dibelah?

    Yang menarik dari Ramses II ini memiliki 96 putra dan 60 putri. Tidak terbayang berapa banyak istrinya. Meski disebutkan nama istrinya adalah Nefertari dan Istnofret, tapi entah itu yang dimaksud Asiyah atau bukan.

    Kedua yang populer adalah Kleopatra, seorang pemimpin wanita yang ternyata bekas tempat mandinya dulu dijadikan tempat wisata juga. Sebuah ceruk dari karang yang berada di tepi pantai. Hal ini ada di bahasan wisata di Mesir. Meski katanya terkenal dengan kumuhnya, tapi banyak wisata Mesir yang indah dan menarik untuk dikunjungi, termasuk juga Terusan Suez yang melegenda. Kabarnya terusan inilah yang selalu menjadi perebutan karena memang bisa menghasilkan milyaran dolar tiap tahunnya.

    Bicara tentang Mesir, tak lepas juga dari pendidikannya. Bahkan banyak mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di sana. Banyak beasiswa yang bisa diambil, ada juga yang biaya sendiri.

    Buku ini memberi banyak wawasan tentang Negeri Sungai Nil ini. Hanya saja sebagai editor lepas saya melihat ada banyak sekali kesalahan penulisan di buku ini, bahkan masih ada yang sepertinya naskah mentah dan tidak melalui proses editing. Seperti ada kalimat lalu di dalam kurung ada tulisan (perlu ditambah sumber). Entahlah, kalau di info buku memang tidak ada editornya, mungkin masing-masing penulis melakukan swasunting sendiri-sendiri.

  • Sang Pangeran dan Janissary Terakhir: Sebuah Kisah Perjuangan Kemerdekaan Bangsa

    Sang Pangeran dan Janissary Terakhir: Sebuah Kisah Perjuangan Kemerdekaan Bangsa

    Identitas Buku
    Judul buku: Sang Pangeran dan Janissary Terakhir
    Penulis: Salim A. Fillah
    Tebal buku: 632 halaman
    Penerbit: Pro-U Media
    Tahun terbit: 2019

    Menyimak kisah sang pemimpin perang Jawa membuat saya takjub dengan prinsip dan keteguhan hati beliau. Beliau adalah salah satu tokoh yang keberadaannya sangat ditakuti oleh penjajah sehingga penjajah pun sangat berkeinginan untuk menangkap beliau. Saya pun jadi belajar tentang pentingnya posisi seorang pemimpin. Bagaimana kondisi para prajurit sangat tergantung dengan bagaimana pemimpinnya. Pemimpin memiliki posisi yang sangat krusial terhadap sebuah kelompok terutama dalam pengambilan keputusan. Tanpa Diponegoro, bisa jadi tidak ada perang Jawa yang disebut-sebut sebagai perang yang banyak menguras kas penjajah hingga mereka nyaris bangkrut.

    Ini adalah sebuah novel fiksi sejarah yang–bagi saya yang dulu waktu SMA langganan remidi pelajaran sejarah–cukup berat untuk dicerna. Oleh karenanya, butuh waktu sekitar tiga tahun hingga akhirnya saya menyelesaikannya, terdistraksi banyak bacaan lain yang lebih ‘menarik’ untuk diselesaikan. Apalagi dengan banyaknya tokoh di dalam cerita membuat kening ini sering berkerut berusaha mencerna jalan cerita.

    Namun, alhamdulilah akhirnya bulan lalu saya mampu menyelesaikannya. Setelah saya paksa menyelesaikannya, ternyata saya pun banyak melupakan detail cerita karena saking lamanya jeda baca dari halaman pertama ke akhir. Meski demikian, saya mendapat banyak sekali insight dan ibrah setelah membaca novel ini.

    Kisah ini dimulai dengan lebih banyak menceritakan janissary terakhir yang dikirim ke Nusantara. Siapakah janissary itu? Janissary adalah nama pasukan dari Turki Usmani yang pada masa itu telah banyak melenceng dari tujuan awal hingga akhirnya punah. Maka mereka adalah sisa janissary yang masih lurus secara pemahaman dan akidah sehingga mereka dikirim ke Nusantara untuk membantu muslim di Nusantara melawan penjajah.

    Belanda sendiri awal mulanya hingga sampai ke Nusantara karena Turki memboikot negara-negara Eropa dari jual beli sehingga orang Eropa yang membutuhkan rempah-rempah akhirnya sampai ke Nusantara, penghasil rempah itu sendiri. Dari sana, pemimpin Turki merasa bersalah dan mengirim janissary-nya untuk membantu muslim di Nusantara melawan penjajah kafir.

    Sejujurnya cerita ini terasa sangat baru di pemahaman saya dalam sejarah bangsa Indonesia. Nama Turki jarang disebut dalam sejarah yang diajarkan di bangku sekolah. Meski di dalam novel ini sendiri Turki disebut dengan bangsa Ngerum, pusat kekhalifahan Islam yang saat itu belum runtuh.

    Dalam novel ini bahkan disebutkan bahwa istilah-istilah dalam kerajaan Mataram Islam banyak diadaptasi dari istilah yang ada di Turki Usmani. Saya yang tidak terlalu paham sejarah pun menjadi banyak takjub dengan kisah yang tertulis di novel ini.

    Sekilas pernah mendengar Ustaz Salim A. Fillah saat menuliskan novel ini banyak juga mengambil referensi dari autobiografi Babad Diponegoro yang beliau tulis saat diasingkan di Manado. Novel ini pun diakhiri dengan kisah Sang Pangeran yang dijebak kemudian diasingkan ke Manado tersebut.

    Beragam emosi keluar saat membaca novel ini, ada kalanya ingin marah, sedih, atau bahkan berbunga-bunga saat bumbu-bumbu kisah asmara sang janissary dikisahkan. Novel ini memberi gambaran bagaimana kondisi Nusantara yang terpecah-belah kala itu. Ada yang gigih melawan penjajah, ada pula yang memilih menjadi penjilat asal selamat. Sayang, di antara yang gigih melawan pun satu per satu memilih menyerah dengan dalih kasian rakyat yang terkena imbas perang tak berkesudahan.

    Seusai membaca novel ini, sesungguhnya diri ini jadi haus ingin membaca novel-novel sejarah yang lain.

  • Tanah Para Bandit: Novel Tere Liye Paling Berani

    Tanah Para Bandit: Novel Tere Liye Paling Berani

    Jika kamu penggemar serial Pulang Pergi Tere Liye, pasti tidak asing dengan tokoh utama Bujang si Babi Hutan. Novel Tanah Para Bandit yang merupakan seri terbaru dari serial aksi karya Tere Liye ini semakin melengkapi puzzle kehidupan Bujang. Sekaligus menambah kompleks cerita seputar keluarga penguasa shadow economy (ekonomi bayangan).

    Dan seperti novel-novel aksi sebelumnya, novel ini juga menyajikan pertarungan seru yang memanjakan penggemarnya. Mulai dari baku hantam hingga baku tembak. Mulai dari ‘pertunjukan’ berbagai jurus bela diri hingga serbuan senjata api.

    Dari serial Pulang Pergi Tere Liye, kita telah mengenal tokoh utama Bujang alias Agam yang juga memiliki panggilan Si Babi Hutan. Bujang merupakan kepala keluarga Tong penguasa shadow economy. Namun, ia mengundurkan diri dari posisi yang pengaruhnya melebihi kepala negara itu.

    Mundur dari jabatan pemimpin tertinggi, tidak membuat Bujang lepas dari konflik shadow economy. Ia selalu terlibat dalam pertarungan antarkeluarga shadow economy, juga terlibat dalam konflik antara shadow economy dengan kekuatan besar lain yang ingin menghancurkan mereka. Bujang yang menginginkan keseimbangan dunia memilih sikap menjaga keluarga-keluarga shadow economy agar saling menghormati.

    Sinopsis Novel Tanah Para Bandit

    Tanah Para Bandit memperkenalkan tokoh baru. Namanya Padma. Di masa kecilnya, Padma adalah teman Bujang. Mereka bertemu secara tak sengaja. Tepatnya ketika Padma sedang butuh healing setelah mendapat hukuman akibat tidak memenuhi target latihan keras dari Abu Syik. Padma mendapati sebuah tempat indah tersembunyi di hutan. Di situlah ia bertemu Bujang yang juga menjadikan tempat itu sebagai ‘pelarian.’

    Pertemanan itu ternyata menumbuhkan sebuah rasa. Padma baru menyadarinya saat berpisah dari Bujang yang secara tiba-tiba meninggalkan Talang bersama para pemburu babi hutan.

    Demikianlah cinta. Terkadang kita berusaha menepis sebuah rasa, meyakinkan diri sendiri bahwa kita tidak sedang jatuh hati. Namun, kita tidak bisa mengelak ketika rasa kehilangan itu tiba-tiba menyergap begitu berpisah dengannya.

    Latihan keras dari Abu Syik segera mengembalikan Padma ke kehidupannya. Ia pun tumbuh menjadi gadis yang mampu berlari secepat kuda, melompat lebih tinggi dari tubuhnya, dan mampu melubangi pohon dengan jarinya. Tak hanya bela diri, Abi Syik juga melatih Padma dengan pengetahuan dan berbagai kecerdasan. Meskipun tidak sekolah, Padma tumbuh menjadi gadis cerdas dan berwawasan luas berkat buku-buku terbaik yang Abu Syik datangkan dari kota.

    Padma sempat bertanya-tanya saat Abu Syik mengatakan bahwa Organisasi mengaktifkannya. Rupanya, Padma mulai mendapat misi untuk menghancurkan ladang ganja dan pengiriman narkoba. Kehidupannya berubah menjadi penuh tantangan dan Padma mulai mendapat jawaban mengapa selama ini ia menjalani berbagai latihan. Padma juga mulai mengetahui bahwa negeri ini penuh bandit. Sebagian aparatnya melindungi para bandit. Bahkan mereka menjelma menjadi para bandit itu sendiri.

    Kehilangan kedua Padma rasakan ketika Abu Syik meninggal usai misi kedua. Mereka berhasil menggagalkan pengiriman ganja dan memusnahkan barang haram itu tetapi Abu Syik tertembak. Wasiat terakhir Abu Syik mewajibkan Padma pergi ke ibukota, bergabung dengan Organisasi untuk melawan para bandit.

    Sesampainya di ibukota, Padma memilih jalan hidupnya sendiri. Ia tidak menemui orang Organisasi tetapi memilih kuliah di universitas ternama. Tentu saja tidak terdaftar sebagai mahasiswa. Padma asal masuk kelas lalu mendengarkan dosennya. Istimewanya, Padma justru bisa kuliah di 12 jurusan.

    Di kampus itulah Padma kenal dengan Thomas, mahasiswa Fakultas Ekonomi yang kelak menjadi seorang konsultan keuangan dan konsultan politik sekaligus kawan Bujang. Ia juga kenal dengan Zaman Zulkarnain, mahasiswa Fakultas Hukum yang kelak bekerja di sebuah firma hukum di Belgrave, London. Dialah yang menjadi tokoh utama yang berhasil mengungkap kisah hidup Sri Ningsih dan membagikan warisan konglomerat merakyat itu dalam novel Tentang Kamu.

    Semasa kuliah itulah Padma kembali berhadapan dengan kelompok bandit yang dulu ia bakar ladang ganjanya. Rupanya, mereka adalah para oknum polisi yang membentuk kelompok Jiwa Korsa. Dipimpin seorang jenderal polisi yang menyebut dirinya kaisar. Novel Tanah Para Bandit menyajikan serunya pertarungan antara Padma dengan Jiwa Korsa.

    Siapakan kaisar pemimpin Jiwa Korsa? Bisakah Padma menang melawan Jiwa Korsa? Akankah ia bertemu kembali dengan Organisasi? Novel ini menjawabnya.

    Baca juga: Suluh Rindu

    Kelebihan Novel Tanah Para Bandit

    Sebagaimana novel-novel aksi sebelumnya, Tanah Para Bandit menyajikan berbagai aksi pertarungan yang sangat seru. Kelebihannya dibandingkan dengan novel aksi lainnya, Tere Liye berhasil menghadirkan sebuah cerita rumit tentang ekonomi dan problematika negara dengan bahasa sederhana.

    Di novel terbaru ini, Tere Liye juga menyisipkan banyak pesan moral untuk pembaca. Mulai dari kecintaan pada belajar, kesungguhan dalam mengembangkan diri, hingga kegigihan dalam berjuang.

    Padma, tokoh utama dalam novel ini, memiliki kecintaan pada belajar yang luar biasa. Sewaktu masih kecil bersama Abu Syik, ia memang agak terpaksa menjalani latihan bela diri. Namun, seiring waktu, kecintaannya pada ilmu dan belajar sungguh luar biasa. Ia suka membaca. Buku-buku berat yang Abi Syik datangkan dari kota, ia lahap semuanya. Yang paling menunjukkan kecintaannya pada belajar adalah saat mengikuti kuliah di 12 jurusan. Padma sama sekali tidak berminat dengan ijazah, ia hanya ingin mendapatkan ilmu.

    Setali tiga uang dengan kecintaannya pada belajar, kesungguhannya dalam mengembangkan diri juga luar biasa. Setelah misi pertama, ia sadar bahwa latihan keras dari Abu Syik sangat ia butuhkan. Padma juga berhasil mengembangkan diri dengan metode belajarnya sendiri. Misalnya bagaimana ia langsung bisa menyetir mobil kali pertama mencobanya. Rupanya, ia telah membayangkan bagaimana caranya menyetir dari buku yang ia baca.

    Sejak kecil, Padma sudah dilatih untuk gigih berjuang. Mulai usia enam tahun, Padma menjalani latihan fisik antara lain melompat dengan beban 5Kg di masing-masing kakinya. Juga berlari untuk mengisi bak air dengan waktu yang terus dikurangi lima menit setiap kali berhasil memecahkan rekornya. Kegigihan dalam berjuang ini juga tergambar dari sebuah kutipan.

    “Tapi waktu, selalu menjadi obat pamungkas. Aku memang ditempa, disiapkan untuk memiliki mental baja, setiap kali aku terjatuh, aku akan berdiri lagi,” kata Padma.

    Novel Tanah Para Bandit juga mengajarkan persaudaraan dan perjuangan melawan kejahatan. Persaudaraan itu tampak nyata dari persahabatan Padma dengan dua orang temannya. Satu orang teman kos ahli komputer dan satu lagi teman Padma yang ahli rekayasa paspor hingga topeng wajah.

    Lalu soal perjuangan melawan kejahatan, itulah inti cerita novel ini. Bagaimana Padma melawan jaringan oknum polisi bernama Jiwa Korsa. Padma berjuang menghentikan tindak kejahatan jaringan bandit yang tidak hanya menguasai kepolisian tetapi juga jaksa hingga para pengusaha.

    Yang paling membuat saya angkat topi adalah keberanian Tere Liye mengangkat tema ini. Meskipun tidak menyebut nama negara dan tidak secara langsung menyebut nama-nama tokoh, novel ini sangat terasa sebagai kritik sosial Tere Liye yang sangat berani. Ia mengkritik aparat hingga menyinggung petugas partai.

    Baca juga: Rasa Tere Liye

    Kekurangan Novel Tanah Para Bandit

    Saya selalu kesulitan kalau disuruh menuliskan kekurangan novel karya Tere Liye. Bisa jadi karena saya bukan seorang kritikus sastra. Bisa juga karena saya memang penggemar novel-novelnya.

    Jika bisa disebut sebagai sebuah kekurangan, mungkin adalah kemampuan Padma yang terlalu luar biasa. Seorang diri, dia bisa melumpuhkan ratusan pasukan. Juga dengan mudahnya menghindari tembakan.

    Berikutnya, soal Kaisar Jiwa Korsa. Jika kekuatannya demikian luar biasa, mengapa ia sampai menyewa 10 samurai untuk menghabisi Padma. Mengapa juga ia menuturkan begitu panjang cerita hidupnya hingga akhirnya Padma mengetahui kelemahannya.

    Baca juga: Sesuk Tere Liye

    Kesimpulan

    Novel Tanah Para Bandit merupakan bacaaan recommended bagi penyuka cerita aksi. Bahkan, kalaupun kamu tidak menyukai novel aksi dan baru menyukai novel cinta seperti Novel Hujan, sekali-kali perlu mencoba membaca novel aksi ini. Ada booster tersendiri dari serunya pertarungan antara Padma dan Jiwa Korsa. Menjadi motivasi untuk lebih sungguh-sungguh belajar dan mengembangkan diri.

    Bagi kamu yang baru kali pertama membaca novel aksi Tere Liye, sebaiknya kamu juga membaca novel sebelumnya. Nah, urutan novel serial Pulang Pergi adalah sebagai berikut:

    1. Negeri Para Bedebah
    2. Negeri di Ujung Tanduk
    3. Pulang
    4. Pergi
    5. Pulang-Pergi
    6. Bedebah di Ujung Tanduk
    7. Tanah Para Bandit

    Menurut saya, novel ini sangat baik mulai dari ide cerita, plot, hingga penokohan dan pesan moralnya. Meskipun sarat pertarungan seru, Tere Liye berhasil membawakan cerita dengan bahasa yang wajar alih-alih mengumbar adegan kekerasan. Sebagai novel aksi mulai segmen remaja, ia nyaris sempurna. []

    Baca juga: Bandit-bandit Berkelas

    Identitas Buku

    Judul buku: Tanah Para Bandit
    Pengarang: Tere Liye
    Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
    Tanggal Terbit: Februari 2023
    ISBN: 978-623- 88296 -7-5
    Tebal buku: 433 halaman
    Dimensi: 14×20 cm
    Berat: 0,355 kg
    Harga: Rp99.000

  • Bulan Terbelah di Langit Amerika: Sejarah Islam di Amerika

    Bulan Terbelah di Langit Amerika: Sejarah Islam di Amerika

    Identitas Buku

    Judul buku: Bulan Terbelah di Langit Amerika
    Penulis: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
    Tebal buku: 344 halaman
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan kedua: Desember 2015

    Ketika dahulu umat Islam berdampingan hidup dengan damai di negeri Amerika, seketika semua berubah semenjak tragedi WTC 11 September 2001. Akibat pelaku yang beragama Islam, lantas perilaku tidak baik itu disamaratakan untuk semua umat Islam. Banyak muslim yang hidupnya pun menjadi tak lagi tenang. Muslim diidentikkan dengan teroris yang membahayakan. Bahkan ketika cara berpakaian menunjukkan muslim atau nama serta wajah yang kearab-araban, pemeriksaan pun menjadi lebih berlapis. Mereka menaruh kecurigaan berlebih kepada muslim.

    Padahal, tidak semua muslim seperti pelaku yang sebenarnya melenceng dari ajaran agama Islam. Islam itu damai, bukan agama yang mengajarkan terorisme. Hanya pelakunya saja yang tidak memahami Islam secara kaffah.

    Novel ini bercerita tentang misi perjalanan Hanum dan Rangga yang mendapatkan tugas di Amerika. Hanum sebagai reporter yang harus meliput berita perayaan WTC dengan tema dari redaksi tentang dunia tanpa Islam. Sedang Rangga akan mempresentasikan karyanya di konferensi.

    Ternyata misi Hanum untuk menemukan narasumber yang terdampak tragedi WTC mengalami kendala. Tidak mudah menemukan narasumber muslim yang terdampak. Hal ini pun sempat mengakibatkan pertengkaran dengan suaminya, Rangga, hingga mereka pun sempat terpisah dua hari karena Hanum terjebak demo melawan pembangunan masjid.

    Saat terpisah dua hari, ternyata Hanum mampu menemukan narasumber yang sesuai dengan tugasnya. Kedua narasumbernya pun ternyata memiliki hubungan dalam kisah tragedi WTC. Menariknya, ternyata keduanya pun memiliki hubungan dengan Philipus Brown, seorang filantropi yang menjadi pemateri utama yang harus dihadiri Rangga. Kisah tragedi hubungan ketiganya akhirnya terbongkar, menyisakan sebuah kisah tentang indahnya Islam.

    Tidak banyak orang yang tahu tentang sejarah Amerika sebelum ditemukan oleh Christoper Colombus. Sebelum Colombus menemukan benua Amerika, terlebih dahulu sudah ada para pendatang yang menghuni benua itu. Mereka adalah kaum yang terusir dari benua Eropa, para Moriscos, umat Islam yang terusir dari Spanyol.

    Oleh karena itu, di Amerika banyak ditemukan kebudayaan yang mirip dengan kebudayaan Islam. Sayangnya, kaum yang awal menemukan benua Amerika justru dianggap penduduk asli Amerika yang pada akhirnya tersingkir kaum pendatang sejak Colombus mendarat di sana. Para keturunan ‘asli’ itu akhirnya disebut dengan Melungeon, sebuah percampuran ras dari pendatang yang dari pelarian dengan suku Indian atau budak Afrika.

    Dalam novel ini, dikisahkan salah satu narasumber Hanum adalah seorang Melungeon yang mu’alaf. Suaminya yang seorang muslim menjadi salah satu korban meninggal di tragedi WTC. Itulah yang menyebabkan dia begitu paham tentang sejarah Amerika, di samping dia juga bekerja sebagai kurator museum. Bertahun-tahun dia mencari-cari kebenaran mengenai tewasnya suaminya karena jasad suaminya tidak ditemukan. Ternyata berkat pertemuan dengan narasumber yang secara kebetulan memiliki hubungan saat tragedi membuatnya akhirnya tahu akhir hidup suaminya.

    Adalah Philipus Brown, saksi mata di akhir-akhir kehidupan suami Azima–narasumber mu’alaf tersebut. Philipus adalah salah satu korban yang berhasil selamat saat tragedi WTC. Suami Azimalah salah satu penyelamat yang memberi semangat Philipus agar terus berusaha turun dan menyelamatkan diri dari lantai 70 gedung WTC yang lantai atasnya telah terbakar akibat tertabrak pesawat.

    Sejujurnya membaca novel ini membuat saya penasaran, apakah tokoh-tokoh itu nyata ada ataukah hanya rekaan? Iseng saya mencoba mengetik di mesin pencarian nama Philipus Brown, ternyata nama itu tidak ada di kehidupan nyata. Padahal, dalam novel dikisahkan dia adalah seorang jutawan filantropi yang banyak membantu daerah-daerah konflik. Dia menjadi seperti itu karena termotivasi dari akhir kebersamaan dengan suami Azima, Ibrahim Hussein. Kalau memang benar, pasti namanya ada di mesin pencarian.

    Terlepas dari itu, bisa jadi tokoh-tokoh dalam novel ini disamarkan, tapi kisahnya memang benar-benar ada. Wallahu’alam bishowab.

    Sejak mengikuti novel Hanum dan Rangga 99 Cahaya di Langit Eropa, saya tertarik membaca juga buku ini meski setelah enam tahun buku ini terbit. Bahkan saya sudah lebih dahulu melihat filmnya. Bagi saya ada beberapa bagian di film yang terasa hiperbola dan berbeda dengan novel. Bukankah memang selalu ada penyesuaian itu? Hehe.

    Membaca cerita Hanum dan Rangga di novel ini membuat saya banyak tahu hal baru tentang Amerika, negara adidaya yang mayoritas penduduknya adalah pendatang. Sebuah negeri di mana berkumpul banyak etnik dari seluruh dunia. Namun tak dimungkiri ternyata banyak juga jejak Islam di peradaban sana, termasuk pada dasar negaranya. Ada ayat Al-Qur’an juga ditemukan di Fakultas Hukum Universitas Harvard, menjadi dasar mereka dalam bersikap adil secara hukum. Begitu juga simbol-simbol Islam lainnya.

    Meski bukan lagi novel baru, tapi kisahnya masih tetap relevan untuk dibaca saat ini, di tahun 2023.

  • The Science of Wealth: Ilmu tentang Kemakmuran

    The Science of Wealth: Ilmu tentang Kemakmuran

    Judul buku: The Science of Wealth Karena Kemakmuran Bukan Kebetulan

    Penulis : Ki Jendral Nasution
    Tebal : 250 halaman
    Penerbit : MindMedia Publishing
    Cetakan 5, April 2021

    The Science of Wealth atau sering disingkat menjadi TSOW, sebuah buku yang baru saja akhirnya saya beli tahun lalu. Sudah lama tahu buku ini, tapi entahlah baru tergerak benar-benar membelinya tahun lalu.

    Menurut penulis, buku ini sebenarnya hadir setelah adanya kelas Wealth Mindset, sebuah kelas yang berfokus pada mengubah mindset makmur, terutama bagi para pebisnis. Materi yang disampaikan dalam kelas akhirnya dituangkan dalam buku yang kini terbagi menjadi dua, TSOW1 dan TSOW2.

    Ki Jendral Nasution, begitulah penulis memperkenalkan dirinya. Meski nama itu sebenarnya bukanlah nama aslinya, tapi beliau memang merahasiakan nama aslinya, kecuali kepada orang-orang yang bekerjasama dengannya. Saya pertama mengenal beliau dalam kelas Covert Selling, sebuah kelas tentang seni berjualan tanpa terlihat menjual.

    Dalam TSOW banyak saya dapatkan perspektif baru tentang kemakmuran dan penghasilan yang sangat berbeda dengan pemahaman saya selama ini. Menariknya, apa yang beliau sampaikan juga berdasarkan dalil dari Al-Qur’an atau hadis serta kisah sahabat.

    Beberapa prinsip utama dari uang yang beliau sampaikan:

    1. Unpredictable
      Karena rezeki itu tidak terprediksi, ia berpotensi untuk menjadi tak terbatas seperti yang ada pada surat Ath-Tholaq: 3.

    { وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا }
    [Surat Ath-Thalaq: 3]
    Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.

    2. Delegate
    Mendelegasikan pekerjaan yang bisa dikerjakan orang lain agar fokus pada pekerjaan yang tidak bisa didelegasikan.

    3. Low Effort, High Impact
    Tenaga yang dikeluarkan harus kecil, uang yang didapatkan harus besar.

    4. Wealth is Science
    Kemakmuran sejatinya adalah ilmu pengetahuan yang memiliki pola dan struktur yang bisa dipelajari.

    5. The Master of Money
    Kita tidak mengejar uang, tapi biarkan uang yang mengejar kita.

    Bagaimana? Membaca lima poin di atas sudah mumet belum? Wkwkwk. Kemakmuran bukanlah sebuah kebetulan karena kemakmuran itu sesuai sunatullah. Sunatullahnya orang yang mengerti cara cepat menghasilkan uang, akan bisa dengan mudah menghasilkan uang. Karena dia sudah paham polanya.

    Namun, hal ini harus tetap diselaraskan dengan syariatullah. Apakah cara-cara tersebut sesuai dengan syariat Allah? Di sinilah sebagai muslim kita harus berhati-hati. Karena koruptor pun adalah orang yang tentu pandai, hanya saja kepandaiannya tidak digunakan di jalan yang sesuai dengan syariat-Nya.

    Sejatinya, kita memiliki pilihan-pilihan ketika memutuskan sesuatu, misal mau jadi karyawan atau jadi pengusaha. Semua sudah tertulis di lauhul mahfuzh.

    { وَمَا مِنۡ غَآئِبَةٖ فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ }
    [Surat An-Naml: 75]
    Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).

    Setiap jalur takdir yang kita pilih sudah ada di lauhul mahfuzh. Apa-apa yang masih bisa kita pilih masuk dalam takdir muallaq, yakni ketentuan Allah yang masih bisa berubah sesuai dengan usaha dan ikhtiar yang dilakukan oleh orang tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan takdir mubram yang sudah tidak bisa diubah manusia, seperti kelahiran dan kematian.

    Salah satu hal yang menarik yang dibahas di buku ini adalah kisah sahabat Abdurrahman bin Auf r.a. saat baru hijrah ke Madinah. Beliau dipersaudarakan dengan sahabat Anshor yang kaya. Namun, ketika kekayaan itu ditawarkan, beliau menolaknya. Beliau hanya meminta ditunjukkan letak pasar.

    Luar biasanya, tanpa membawa kekayaan apapun dari Mekkah, tak menunggu lama sahabat Abdurrahman bin Auf r.a. segera menjadi kaya hanya dengan ditunjukkan letak pasar. Hal ini menunjukkan bahwa kesuksesan itu berpola. Ketika seseorang sudah tahu polanya, ia akan dengan mudah meraih titik kesuksesan itu lagi. Semua bergantung dengan kapasitas diri.

    Hal menarik lainnya salah satunya adalah mengenai bahasan ring satu. Dengan siapa kita paling banyak berinteraksi biasanya akan mempengaruhi juga ke masalah penghasilan. Seperti halnya agama kita akan tergantung dengan agama teman kita, hal itu juga akan berpengaruh ke konsep penghasilan. Jika kita seringnya bergaul dengan orang dengan penghasilan sekian, kita akan tidak termotivasi jika sudah sama-sama sekian.

    Banyak hal tentang mindset yang dibahas di buku ini. Yang jelas, bagus dibaca untuk yang ingin memperbaiki penghasilannya karena buku ini banyak berbicara tentang mindset dan ilmu tentang kemakmuran.

    Buku ini pun membahas tentang konsep marketing langit yang banyak dilakukan orang. Jangan sampai kita beribadah hanya untuk urusan dunia, sayang ibadahnya. Karena orang atheis pun tetap bisa kaya raya meski tidak pernah beribadah.

    Sebagai muslim, tentu kita harus kaya karena dakwah pun butuh dana yang tidak sedikit. Seperti halnya dahulu para sahabat mendanai perang dari harta mereka. Kalau mereka tidak kaya, bagaimana bisa menyumbang sebagian besar hartanya?

    Banyak hal yang belum tersampaikan dari sedikit ulasan ini, yang jelas kita harus menyelaraskan antara sunnatullah dan syariatullah agar kita bisa sukses dunia akhirat. Semoga teman-teman di FLP juga mampu menjadi makmur dan mandiri secara finansial dari menulis ataupun usaha yang lain.

    Salam,

  • Pelajaran Self Driving Sesungguhnya

    Pelajaran Self Driving Sesungguhnya

    Ada yang sudah baca buku self driving-nya Pak Rhenald Kasali? Sebuah buku self improvement yang kurang lebih mengajarkan bahwa kita harus mampu menjadi pengendara atas diri kita sendiri, bukan sekadar ‘menumpang’ orang lain. Dalam kerja berkelompok pasti akan ada orang-orang yang hanya sekadar menumpang, pasrah kepada ketua kelompok atau orang-orang yang cepat mengambil keputusan dalam kelompoknya.

    Menurut pengamatan saya pribadi, akan selalu ada pribadi penumpang ini di mana saja. Untuk itulah sangat perlu setiap orang mengasah kemampuannya dalam berpikir cepat dan mengambil keputusan sendiri.

    Dalam buku pertama “30 Paspor di Kelas Sang Profesor” inilah terpampang praktik nyata pelajaran dalam mengasah self driving. Sang Profesor, Pak Rhenald Kasali, pemberi tugas fenomenal dan kontroversial yang pada akhirnya sangat mengasah kemampuan para mahasiswanya dalam menjadi pengemudi atas dirinya sendiri, cepat mengambil keputusan atas masalah yang dihadapi.

    Dalam mata kuliah pemasaran internasional FE Universitas Indonesia, tugas unik ini diberikan. Sebuah tugas yang mengharuskan tiap mahasiswanya pergi ke luar negeri selain negeri melayu, dalam satu kelas tidak boleh ada yang sama, dan masing-masing harus pergi sendiri tanpa teman perjalanan. Tugas ini pun tentu melahirkan banyak permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh mahasiswanya, termasuk masalah dana tentunya. Pergi ke luar negeri tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan tidak semua mahasiswa berkecukupan secara ekonomi.

    Namun, di sinilah berpikir cepat dalam mencari solusi serta kreatif bisa langsung dipraktikkan. Ada mahasiswa yang mengajukan sponsor ke perusahaan untuk mendanai perjalanannya ke luar negeri.

    Di buku pertama yang sudah saya baca, ada tiga benua yang sudah dikunjungi para mahasiswa, mulai negara-negara di Eropa, Asia, hingga Amerika. Kalau di judul buku tertulis Kisah Anak-Anak Muda Kesasar di Empat Benua, sepertinya benua satu lagi ada di buku kedua, sedang saya baca di ipusnas.

    Membaca buku antologi ini membuat saya menemukan banyak sekali pengetahuan baru tentang budaya di luar negeri yang mana tiap negara memiliki budaya yang berbeda-beda. Tidak melulu negara-negara yang umum dikunjungi orang untuk jalan-jalan, tapi juga negara-negara yang jarang sekali diulas dan dikunjungi kebanyakan orang Indonesia sebagai tujuan wisata. Katakan saja seperti Bangladesh, Nepal, Myanmar, Filipina, Islandia, dan masih banyak lagi negara-negara yang lain di buku pertama ini.

    Pada masing-masing negara tentu tantangan utamanya adalah bahasa. Banyak negara yang penduduknya tidak bisa bahasa Inggris, jadi banyak juga yang akhirnya mengandalkan bahasa isyarat. Wah, tidak terbayang hebatnya mereka bisa bertahan di negeri antah berantah tanpa teman ataupun saudara, benar-benar harus bisa mengandalkan diri sendiri.

    Bahkan mulai dari pengurusan paspor semua harus dikerjakan sendiri. Meski ada saja mahasiswa yang sudah memiliki paspor, tapi sepertinya justru lebih banyak yang bahkan naik pesawat saja baru pertama kalinya. Namun, di situlah letak pelajarannya. Mahasiswa dipaksa untuk bisa berpikir mengatasi masalahnya sendiri. Ah, benar-benar self driving ini penting untuk menjadi modal dalam diri seseorang.

    Meski buku ini terbit pertama 2014, tetapi cerita di dalamnya tetap layak untuk dibaca di 2023. Kalau kamu misal diberi tugas demikian bakal pilih negara apa? Kalau saya, sih, entah. Wkwkwk.

  • Kumpulan Cerpen Kearifan Lokal Jawa Timur

    Kumpulan Cerpen Kearifan Lokal Jawa Timur

    Judul buku: Manusia Setengah Udang

    Penulis: Mega Anindyawati

    Jumlah Halaman: 162 halaman

    Dimensi: 14 x 20 cm

    ISBN: 978-623-338-820-7

    E-ISBN: 978-623-338-821-4

    Tahun Terbit: 2022

    Kumpulan cerpen kearifan lokal Jawa Timur dalam buku “Manusia Setengah Udang” disajikan sebagai upaya untuk mengenalkan kebudayaan Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sidoarjo, kepada para generasi muda. Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak kearifan lokal yang khas, mulai dari tempat, peristiwa, tokoh, makanan, cerita rakyat hingga kebudayaan. Cerpen-cerpen kearifan lokal Jawa Timur dalam buku ini berkisah tentang tragedi lumpur lapindo, sentra tas Tanggulangin, Reog Cemandi, kupang dan nyadran, seniman Munali Patah, legenda Candi Pari dan Candi Sumur, Dewi Sekardadu, Dewi Oncat Tondo Wurung, dll. Lima cerpen yang tercantum di blurb menjadi juara lomba menulis kisah inspirasi Qurani yang diselenggarakan platform menulis Opinia pada Ramadan 2022.

    Baca juga di sini

    Blurb kumpulan cerpen kearifan lokal Jawa Timur dalam buku “Manusia Setengah Udang”:

    Pria lainnya terprovokasi. Obor-obor itu dengan cepat mengepung sekeliling rumah. Kilatan kuning bercampur jingga mulai merambat dan menyambar apa saja yang ada di dekatnya. (Manusia Setengah Udang)

    Didorong rasa penasaran, pemuda itu melangkahkan kaki ke dalam. Sekelilingnya tiba-tiba gelap. Tubuh pemuda itu tersedot ke dalam pusaran. (Pusaran Hitam dan Kisah Tersembunyi di Baliknya)

    Bola mata putihnya terlihat mendominasi. Kedua tangannya bergerak dengan beringas layaknya harimau yang mengamuk. Dia mencakar-cakar beberapa pemain lain. (Sesajen untuk Reog Cemandi)

    Di hari ketiga, dia berpindah tempat menuju rumpun bambu di belakang rumahnya. Hawa dingin yang membuat gigil diabaikannya. Pun bulu kuduk yang mendadak meremang karena harus berlama-lama di tempat yang terbilang angker. (Memeluk Gulita)

    Gusti Adipati menyeret putri semata wayangnya dengan kasar ke pendopo dekat lapangan Kadipaten. Wajahnya semerah bara. Alisnya berkerut hingga hampir terpaut. Diikuti Nyai yang tersuruk-suruk mengikuti langkah Gusti Adipati seraya memegangi kakinya. Setengah menjerit, dia berusaha menghalangi aksi sang suami. Tangisnya bercucuran pilu. (Sabda Pandita Ratu)

    Selamat menyelami cerpen-cerpen kearifan lokal Jawa Timur dalam buku “Manusia Setengah Udang.” Anda bisa membaca kumcer ini di sini

  • Hujan: Novel Terbaik Tere Liye tentang Cinta dan Mengikhlaskan

    Hujan: Novel Terbaik Tere Liye tentang Cinta dan Mengikhlaskan

    Sering kali, jatuh cinta tak bisa memilih. Tiba-tiba rasa itu hadir menyapa. Atau pelan-pelan tumbuh di hati tanpa kita sadari, mengubah hubungan pertemanan menjadi rasa yang berbeda. Menghadirkan bahagia dan cemas pada satu hela napas. Terlebih ketika rasa itu kian merindang tetapi kita tidak bisa terang-terangan menyatakan. Lalu, badai datang sebelum kuncupnya mekar jadi bunga. Bagaimana agar cinta tak menjadi luka sepanjang masa? Novel Hujan karya Tere Liye ini dengan apik mengemasnya.

    Hujan merupakan salah satu novel terbaik Tere Liye tentang cinta dan mengikhlaskan. Atau lebih tepatnya, rida terhadap takdir-Nya terutama soal masa lalu dan kenangan rasa. Kisah cinta dalam novel ini merupakan bentuk kedua dari jatuh hati; tentang dua orang yang berteman lama lalu perlahan tumbuh benih-benih cinta.

    Sinopsis Novel Hujan

    “Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu.”

    Demikian salah satu kutipan Novel Hujan. Dan jika kamu bertanya mengapa novel ini berjudul Hujan, kutipan tersebut bisa menjadi salah satu jawaban.

    Novel Hujan Tere Liye menceritakan tentang seorang gadis bernama Lail. Ia kehilangan ibunya saat hujan. Kehilangan rumahnya saat hujan. Banyak kenangan menyakitkan terjadi saat hujan. Namun,  ia juga memiliki banyak harapan saat hujan. Harapan itu dibawa oleh seorang pemuda bernama Esok. Ia yang menyelamatkan nyawanya. Bahkan, menjadi canda dalam sepinya yang sebatang kara.

    Dalam perjalanannya, banyak kenangan indah terjadi saat hujan. Perhatian dan kebaikan Esok menumbuhkan rasa tersendiri bagi Lail. Ada rindu saat lama tak bertemu. Ada rasa suka ketika berjumpa atau sekadar mendengar suaranya. Hingga kemudian, badai itu datang. Lail merasa akan berpisah selamanya dengan orang yang ia cintai saat dunia kehilangan hujan.

    Lail bertemu Esok sesaat setelah gunung meletus pada 21 Mei 2042. Esok menyelamatkan Lail setelah gadis remaja itu kehilangan ibunya. Membawanya ke pengungsian dan menjaganya laksana seorang kakak kepada adiknya. Ketika kondisi mulai stabil, keduanya keluar dari tenda pengungsian. Lail yang masih kelas 8 masuk ke panti sosial. Esok yang sudah kelas 12 diadopsi oleh walikota. Meski terpisah, keduanya masih bertemu sebulan sekali.

    Esok sudah menjadi mahasiswa ketika Lail masuk sekolah keperawatan. Kali ini, keduanya terpisah jauh karena Esok kuliah di ibukota. Hanya bisa bertemu saat liburan semester. Saat itulah Lail menyadari rasa yang berbeda. Perasaannya kepada Esok lebih dari sekadar sayangnya adik kepada kakaknya. 

    Ah, jatuh hati memang tak bisa memilih. Dan ketika cinta sudah bersemi dalam jiwa, sering kali kita sulit menolaknya. Itu yang Lail rasa. Ia menyadari, selama ini Esok telah mengisi kekosongan hatinya. Esok bisa membuatnya tertawa setelah kesedihan panjang merundungnya. Esok menjadi canda dalam sepinya. Persahabatan berubah menjadi cinta. Apakah Esok juga mencintainya? Lail tidak bisa memastikan.

    Hingga puncak konflik akhirnya tiba. Negara-negara yang tidak tahan dengan musim dingin berkepanjangan pasca gunung meletus, menerbangkan pesawat ulang alik ke angkasa, menyiram langit dengan anti gas sulfur dioksida. Rekayasa iklim itu segera membawa hasil. Namun, ada dampak negatif seperti ketakutan para ilmuwan. Bumi mengalami panas berkepanjangan. Dunia memasuki fase serius pemanasan global, tidak akan ada hujan, lalu semua manusia akan tewas terpanggang.

    Aliansi sejumlah negara membuat misi penyelamatan. Esok yang tak lain adalah Soke Bahtera bersama para ilmuwan lain mengembangkan kapal luar angkasa yang membawa perwakilan manusia agar tidak semuanya punah. Hanya orang-orang beruntung yang terpilih sistem secara acak bisa menaikinya.

    Lail merasa ia akan berpisah selamanya dengan orang yang ia cintai. Lukanya kian tergores ketika ia merasa bahwa Esok akan berangkat ke luar angkasa bersama Claudia, gadis cantik anak walikota. Lail yang tak ingin selamanya terluka oleh kenangan memutuskan untuk menghapus ingatannya. Dengan teknologi penghapus ingatan buruk, ia akan menghapus seluruh memori tentang Esok dan hujan. Saat-saat menegangkan dan membuat pipi basah oleh air mata ada di sesi ini. Di halaman-halaman terakhir novel Hujan Tere Liye.

    Baca juga: Suluh Rindu

    Kelebihan Novel Hujan

    Novel ini sebenarnya adalah novel tentang lingkungan yang mengambil latar waktu masa depan, berkisah tentang perubahan iklim saat dunia terancam pemanasan global. Di tangan Tere Liye, isu serius ini menjadi sangat enak dibaca karena dipadukan dengan kisah tentang persahabatan, cinta, dan perpisahan.

    Maka, novel ini pun bertabur rasa. Bisa membuat kita sedih mulai awal membacanya, lalu tertawa saat pada halaman-halam tertentu seperti awal pertemuan Lail dan Maryam. Membuat kita bersemangat saat membaca perjuangan Lail dan Maryam menyelamatkan penduduk dengan membawa pesan peringatan tepat pada waktunya. Tersenyum saat membaca kenangan indah Lail dan Esok. Hingga menutup halaman dengan air mata karena akhir cerita yang sangat mengharukan.

    Alur maju mundur pada hampir setiap bab membuat novel Hujan menjadi lebih seru. Soal bahasa, jangan ditanya. Tere Liye mendapat anugerah istimewa membawakan cerita menjadi mengalir dan tanpa terasa sekali duduk kita bisa selesai membacanya.

    Satu lagi yang membuat novel ini menjadi istimewa, di dalamnya bertabur banyak kutipan indah. Jika kita sering mendapati kutipan Tere Liye tentang cinta, tentang perpisahan, dan tentang melupakan, sebagiannya terambil dari novel ini. Tidak berlebihan jika ada yang mengatakan, bagian-bagian terbaik dari kutipan Tere Liye tentang cinta dan melupakan adalah kutipan novel Hujan ini.

    Baca juga: Sesuk Tere Liye

    Kekurangan Novel Hujan

    Cukup sulit jika diminta menyebutkan kekurangan novel ini. Cerita cinta pada novel ini sangat mungkin terjadi. Ceritanya menyentuh karena memang terasa dekat dengan realitas kehidupan. Ia menjadi lebih menarik karena memadukan cerita cinta dengan ancaman pemanasan global dan kecanggihan tekonologi masa depan. Seperti teknologi penghapus ingatan buruk.

    Namun, ada cerita yang bagi saya menimbulkan pertanyaan. Misalnya, semendesak itukah jarak antara peningkatan suhu bumi dengan kepunahan seluruh umat manusia di bumi sehingga tidak memungkinkan membuat kapal luar angkasa dalam jumlah lebih banyak? Teknologi sudah sedemikian canggih hingga Esok bisa mengkloning otaknya, mengapa tidak bisa menyiapkan kapal luar angkasa berikutnya?

    Baca juga: Rasa Tere Liye

    Pesan Moral

    Banyak pesan moral yang kita dapatkan dari novel Hujan karya Tere Liye ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Menyadari ancaman pemanasan global

    Meskipun tidak seekstrem cerita dalam novel ini, ancaman perubahan iklim dan pemanasan global itu nyata. Dengan membaca novel Hujan, kita menjadi lebih menyadari dan menjadi lebih perhatian pada lingkungan. Tere Liye berhasil membuat kita menyadari isu ini tanpa menggurui.

    2. Membangun optimisme

    Kita boleh kehilangan apa pun tetapi tidak boleh kehilangan harapan. Esok memiliki optimisme tinggi dan menularkannya kepada Lail. Meskipun kehilangan ibunya, kehilangan rumahnya, Lail tidak putus asa. Pun saat dunia menghadapi ancaman pemanasan global, optimisme membuat Esok dan ilmuwan lainnya berhasil menemukan solusi kepunahan manusia.

    3. Semangat berjuang

    Novel ini mengajarkan semangat berjuang. Bagaimana Lail dan Esok bangkit setelah bencana. Belajar dan terus berjuang mengejar cita-cita. Kita semakin termotivasi ketika membaca adegan bagaimana Lail dan Maryam berjuang sekuat tenaga menyelematkan penduduk dari ancaman bahaya. Pesan evakuasi sampai tepat pada waktunya.

    4. Hasil takkan mengkhianati usaha

    Lail melakukan penyelamatan itu tanpa pamrih. Ia segera melupakannya. Namun, berjuta orang mengenangnya dan kemudian ia mendapat anugerah penghargaan atas perjuangannya. Pun usaha Esok tak sia-sia. Ia berhasil berkontribusi dalam menyelamatkan umat manusia.

    5. Memaknai cinta

    Jatuh cinta yang datang secara alami adalah anugerah. Yang membuat kita terluka adalah karena menyamakan cinta dengan memiliki. Salah satu kutipan indah dari novel ini mengajarkannya, “Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.”

    6. Menerima masa lalu dan memaafkan

    Ini sepaket dengan pemahaman cinta di atas. Dan Lail akhirnya berhasil berdamai dengan seluruh kenangan dan mendekapnya dengan penerimaan. Maka, ia tak lagi terluka. Secara sederhana, syukuri cinta tapi jangan terlalu berharap untuk memiliki. Jika tidak ditakdirkan hidup bersama, biarlah menjadi memori yang mungkin akan terhapus oleh waktu suatu saat nanti. Jika ditakdirkan hidup bersama, hati lebih bahagia lagi. Merasakan indahnya perayaan cinta laksana kuncup yang mekar jadi bunga. []

    Baca juga: Ulasan Film Black Adam

    novel hujan tere liye

    Identitas Buku

    Judul buku: Hujan
    Pengarang: Tere Liye
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Tahun Terbit: Januari 2016
    ISBN: 978-602-03-2478-4
    Tebal halaman: 320 halaman
    Dimensi: 13,5 x 20 cm Berat: 0,5 kg