Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur turut menghadiri kegiatan Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur pada Rabu (26/2). Kegiatan ini menjadi ruang strategis dialog antara pemerintah, organisasi, dan komunitas literasi dalam merumuskan arah pembangunan literasi dan kearsipan di Jawa Timur.
Acara dibuka dengan laporan kegiatan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Arif Widodo, S.T., M.SE.
Dalam sambutannya, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si. menegaskan bahwa perpustakaan memiliki keterkaitan erat dengan 17 program prioritas nasional, khususnya dalam penguatan pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi. Ia juga memaparkan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 di bidang perpustakaan dan kearsipan yang menekankan penguatan budaya baca, literasi, serta pelestarian naskah kuno. Sementara itu, di bidang arsip, pemerintah berfokus pada peningkatan ketersediaan informasi kearsipan yang autentik dan perlindungan arsip sebagai memori kolektif bangsa.
Para narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Arsip Nasional Republik Indonesia, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan arah kebijakan pembangunan tahun 2027.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan fokus pada pembangunan SDM unggul dan transformasi digital layanan publik, dengan perpustakaan sebagai ruang publik inklusif dan adaptif.
Urusan perpustakaan dan kearsipan diarahkan untuk mendukung visi “Bersama Jawa Timur Maju yang Adil, Makmur, Unggul, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Fokus utamanya adalah meningkatkan literasi masyarakat sebagai kunci transformasi ekonomi dan kesejahteraan, serta memperkuat tata kelola pemerintahan melalui kearsipan modern.
Dalam rencana kerja 2027, strategi utama perpustakaan yang dijabarkan pada forum konsultasi publik ini meliputi:
- Penguatan Budaya Literasi
- Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS)
- Peningkatan Kualitas Layanan yaitu fokus pada standarisasi dan akreditasi perpustakaan sekolah, desa, dan umum guna memastikan akses literasi yang merata hingga ke pelosok wilayah.
- Memperkuat perpustakaan digital dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk memudahkan akses informasi di era banjir data.
Pada bidang kearsipan, arah kebijakan kearsipan 2027 ditekankan pada “Arsip Sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” melalui transformasi ke sistem digital. Poin-poin penting dalam bidang ini mencakup:
- Kearsipan Modern yaitu pelayanan publik bidang kearsipan secara digital guna mewujudkan birokrasi yang bersih dan andal.
- Sistem Informasi Terintegrasi dengan penggunaan sistem Informasi Kearsipan (SIK) sebagai backbone dalam Interconnected Government untuk mendukung keterbukaan informasi.
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) 2027 dilakukan melalui koordinasi teknis antara pemerintah pusat (Perpustakaan Nasional dan ANRI), Kemendagri, serta Pemerintah Daerah. Indikator keberhasilan utama diukur melalui Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang ditargetkan terus meningkat secara signifikan menuju tahun 2029. Dengan penguatan infrastruktur digital dan pemberdayaan tenaga.
Kegiatan Forum Konsultasi Publik ini dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung transformasi literasi dan kearsipan di Jawa Timur. Pada sesi berikutnya, Disperpusip Jawa Timur memaparkan capaian dan rencana program strategis dari masing-masing bidang sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan SDM unggul dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Penguatan Tata Kelola Arsip Statis
Bidang Penyelamatan dan Pemanfaatan Arsip Statis (PPAS) menekankan pentingnya pengelolaan arsip statis sebagai bahan akuntabilitas dan alat bukti yang sah. Pada tahun 2025, realisasi ketersediaan arsip sebagai bahan akuntabilitas mencapai 50 persen. Pengelolaan arsip dinamis aktif dan inaktif juga menunjukkan progres dengan capaian 55 persen dari target pembuatan daftar arsip. Selain itu, penyediaan prasarana pengelolaan arsip statis berhasil terealisasi sebanyak dua unit.
Untuk tahun 2026, PPAS menargetkan autentikasi arsip statis dan hasil alih media mencapai 100 persen, masing-masing sebanyak 2.500 arsip. Upaya lain yang menjadi fokus adalah pencarian arsip statis yang hilang melalui penetapan Daftar Pencarian Arsip (DPA).
Perpustakaan sebagai Ruang Inklusif
Bidang Pendayagunaan Perpustakaan dan Inklusi (PPI) bertanggung jawab dalam pengembangan layanan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca. Sepanjang 2025, bimbingan literasi berhasil dilaksanakan di 18 sekolah, melampaui target awal. Program seperti Center of Literacy, Event Difabel, dan Holiday at Library juga mencapai 100 persen.
Program Mobil DARLING (Dongeng Anak dan Remaja Keliling) menjangkau 48 titik layanan. Kegiatan seperti Social Media Challenge, MPK, dan pertemuan pegiat literasi turut mendukung penguatan ekosistem literasi. Ke depan, PPI akan fokus pada pengembangan perpustakaan daerah, sosialisasi budaya baca di sekolah menengah dan pendidikan khusus, serta program prioritas 2027 seperti Bimbingan Literasi Sekolah Rakyat dan Gebyar Literasi.
Modernisasi Pengawasan Kearsipan
Bidang Pemberdayaan dan Pengawasan Kearsipan (PPK) berfokus pada pengawasan internal dan pengelolaan arsip dinamis di lingkungan pemerintah provinsi. Pada 2025, sebanyak 2.500 berkas arsip berhasil disusutkan, serta alih media dan autentikasi dilakukan pada 500 lembar arsip permanen. Selain itu, pembuatan daftar arsip inaktif mencapai 5.000 berkas.
Pada periode 2026–2027, pengawasan akan dilakukan pada 42 perangkat daerah dan BUMD. Pemusnahan arsip dengan retensi di bawah 10 tahun juga ditargetkan mencapai 2.500 arsip.
Peningkatan SDM dan Standarisasi Perpustakaan
Bidang Pembinaan Perpustakaan (BINPUS) berperan dalam penguatan SDM, standarisasi layanan, serta pengukuran indeks literasi. Capaian 2025 meliputi workshop akreditasi bagi 100 perpustakaan SLTA, sertifikasi kompetensi 28 pustakawan, serta peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) hingga 56,29, melampaui target.
Ke depan, BINPUS akan mengembangkan pendataan perpustakaan berbasis wilayah melalui Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) serta mendorong literasi inklusi sosial melalui stakeholder meeting dan pelatihan inkubator.
Pelestarian Naskah Kuno dan Koleksi Daerah
Bidang Deposit, Pengembangan, dan Pelestarian (DPP) menegaskan komitmen dalam pengelolaan koleksi khas daerah, serah simpan karya cetak/rekam, pelestarian koleksi naskah kuno. Pada 2025, pengadaan buku cetak mencapai 1.110 eksemplar dan buku digital 1.993 eksemplar. Alih media terhadap 170 naskah kuno juga telah dilakukan, termasuk pendaftaran Babad Trunajaya sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON).
Program “DULURKU” (Dukung Penyaluran Buku) berhasil mendistribusikan 653 buku sumbangan kepada masyarakat. Pada 2026, program ini akan dilanjutkan melalui penguatan langganan bahan pustaka digital, pencetakan buku kekhasan daerah, serta sosialisasi serah simpan karya cetak dan rekam. Melalui paparan ini, Disperpusip Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi, digitalisasi arsip, serta pelestarian pengetahuan sebagai fondasi menuju masyarakat Jawa Timur yang unggul dan berkelanjutan.
FLP Jawa Timur Siap Berkolaborasi
Bagi FLP Jawa Timur, forum ini menjadi momentum untuk memperkuat peran komunitas penulis dalam mendukung visi pembangunan Jawa Timur. Dari forum tersebut, FLP siap berkolaborasi dalam penguatan budaya baca, peningkatan literasi, serta pengembangan ekosistem penulisan dan penerbitan di Jawa Timur. Keikutsertaan FLP Jawa Timur dalam forum ini diharapkan dapat memperluas jaringan, memperkuat gerakan literasi, serta menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.













