Dalam menyambut bulan Ramadan 1447 H, selasa pekan ini (17/2/2026), FLP Malang menggelar kegiatan Tarhib Ramadan sebagai bentuk persiapan hati, jiwa dan fisik umat Muslim agar siap menjalani ibadah puasa dengan maksimal, penuh kegembiraan dan meraih keberkahan. Harapannya, kegiatan ini menjadi ikhtiar FLP Malang dalam meningkatkan keimanan, mensyiarkan kedatangan bulan suci dan memperkuat koneksi spiritual dengan Allah SWT.
Tarhib Ramadan yang dilaksanakan secara daring diisi oleh narasumber Ustadz Abi Thalib, seorang guru dan ustadz di SDIT Insan Permata, dan dipandu oleh Ketua FLP Malang yang baru terpilih di Muscab VIII, Intan K.L. Asror. Acara dimulai secara tepat waktu dan selesai sebelum waktu maghrib tiba.
Kajian Tarhib Ramadan ini mengusung tema Menyambut Ramadan Penuh Gizi. Narasumber membahas tema seputar level puasa, hal yang dapat membatalkan pahala puasa, dan pentingnya menghadirkan pesan dakwah melalui tulisan.
Beliau juga menekankan kepada FLP Malang yang banyak menjadi penulis bahwa tulisan harus jauh dari fitnah, kebohongan, dan provokasi serta mengajak peserta menjadikan kisah-kisah dalam Al-Quran sebagai inspirasi tulisan. Makna penuh gizi ini tak hanya sekedar makanan yang masuk ke dalam tubuh tetapi juga aktivitas yang bisa meningkatkan keimanan dan pahala dan disesuaikan dengan kegiatan literasi peserta. Dakwah literasi menjadi salah satu kegiatan yang bernilai pahala yang bisa dilakukan penulis di bulan Ramadan.

Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini berjalan cukup lancar, khidmat dan interaktif. Beberapa peserta aktif bertanya kepada narasumber. Pertanyaan yang diajukan terkait menulis fiksi yang mengandung dakwah saat puasa ramadan dan hal yang membatalkan puasa.
Narasumber menjelaskan bahwa menulis fiksi yang mengandung dakwah tentu hal yang baik. Menulis fiksi yang mengandung dakwah menyampaikan cerita-cerita yang mendidik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dengan jawaban yang lugas dari pertanyaan peserta ini, harapannya peserta dapat terus berkarya sebagai bentuk ibadah di bulan Ramadan sehingga karya yang dihasilkan mampu membawa pesan kebaikan dan kemanusiaan. Yuk, semua penulis FLP mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk dakwah literasi agar pahalanya berlipat ganda.













