Sidoarjo–Minggu pagi, 21 Juni 2026, suasana Museum Mpu Tantular tampak lebih semarak dari biasanya. Puluhan anak bersama orang tua mereka memenuhi area museum untuk mengikuti lomba mewarnai yang menjadi bagian dari kegiatan GEMA (Gebyar Muharam) 1448 Hijriah. Acara ini terselenggara atas kerja sama Forum Lingkar Pena Jawa Timur dengan Kriiav Event Organizer sebagai bentuk syukur sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 H.
Sejak pagi, peserta mulai berdatangan dengan membawa perlengkapan mewarnai terbaik mereka. Sebanyak 70 peserta dari jenjang TK hingga SD/sederajat ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari rentang usia 5 hingga 12 tahun dan dibagi ke dalam dua kategori perlombaan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah para peserta yang bersemangat menuangkan kreativitas melalui warna-warna cerah pada lembar gambar yang telah disediakan panitia.
Kegiatan dibuka oleh Ketua FLP Jawa Timur, Ika Safitri, bersama Ketua Panitia yang juga owner Kriiav Event Organizer, Irsha. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pengenalan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Selain lomba mewarnai, pengunjung juga disuguhi parade puisi yang dibawakan secara bergantian oleh anggota FLP Jawa Timur dan perwakilan Kriiav. Pembacaan puisi tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang menambah nuansa literasi dalam perayaan Muharam tahun ini. Kehadiran sejumlah stan UMKM juga turut memeriahkan acara, menghadirkan beragam produk yang menarik perhatian para pengunjung.
Yang membuat kegiatan ini berbeda adalah adanya sesi edukatif setelah lomba berlangsung. Sambil menunggu hasil penjurian, para peserta diajak menjelajahi Museum Mpu Tantular. Mereka dikenalkan pada berbagai koleksi bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban Nusantara.
Anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan tentang koleksi museum, mulai dari peninggalan berbahan batu, fosil, perhiasan kuno, hingga berbagai peralatan teknologi masa lampau. Beragam koleksi seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia juga menjadi objek pengamatan yang menarik bagi mereka. Bagi sebagian peserta, kunjungan ini menjadi pengalaman pertama melihat secara langsung benda-benda bersejarah yang selama ini hanya dikenal melalui buku pelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, FLP Jawa Timur ingin menunjukkan bahwa belajar sejarah dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kepenulisan dan literasi, FLP Jatim berharap anak-anak dapat lebih mengenal jejak masa lalu bangsa serta menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia sejak usia dini.
GEMA 1448 H pun menjadi lebih dari sekadar perayaan tahun baru Islam. Acara ini menghadirkan perpaduan antara kreativitas, literasi, edukasi, dan pelestarian budaya dalam satu rangkaian kegiatan yang ramah anak dan keluarga. Dukungan dari berbagai sponsor dan media partner turut menjadi faktor penting dalam terselenggaranya acara yang berlangsung meriah dan penuh makna tersebut.
Melalui kegiatan seperti ini, semangat menyambut Tahun Baru Islam tidak hanya diwujudkan dalam seremoni, tetapi juga dalam upaya membangun generasi yang kreatif, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap sejarah serta budaya bangsanya.













