Tag: muscab

  • Muscab FLP Gresik Pilih Siti Maulina Sebagai Ketua Baru, Perkuat Semangat Literasi dan Ukhuwah

    Muscab FLP Gresik Pilih Siti Maulina Sebagai Ketua Baru, Perkuat Semangat Literasi dan Ukhuwah

    Kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) VIII Forum Lingkar Pena Cabang Gresik berlangsung hangat di SDIT Al-Ibrah pada Ahad, 26 April 2026. Pertemuan dua tahunan tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penentuan arah baru organisasi literasi yang selama ini dikenal aktif mengusung dakwah melalui tulisan.

    Acara dibuka oleh Ketua FLP Gresik periode 2022–2024, Almaidatul Istibsyaroh. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata dan tulisan sebagai bentuk tanggung jawab seorang muslim. Alma menilai, penulis memiliki peran besar dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat kalimat yang disampaikan kepada masyarakat.

    Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus saling mendukung dan membangun semangat bersama di dalam organisasi. Menurutnya, kehati-hatian dalam berbicara maupun menulis merupakan bagian dari amanah yang harus dijaga.

    Alma kemudian berbagi kisah saat pertama kali dipercaya memimpin FLP Gresik. Kala itu, Muscab dilaksanakan secara daring dan ia tengah menemani anaknya yang masih kecil. Ia mengaku tidak pernah menyangka akan dipilih sebagai ketua. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa FLP bukan sekadar komunitas menulis, melainkan ruang perjuangan yang dibangun atas dasar keikhlasan.

    Dakwah Melalui Tulisan

    Dalam paparannya, Alma menyebut FLP memiliki tiga fondasi utama, yaitu keislaman, organisasi, dan kepenulisan. Ketiga hal tersebut menjadi identitas yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan FLP sebagai komunitas literasi.Menurutnya, setiap anggota yang bergabung sejatinya turut membawa misi dakwah bil qalam atau menyebarkan pesan kebaikan melalui karya tulis. Ia berharap setiap tulisan yang lahir dari anggota FLP dapat memberi manfaat luas dan menjadi amal jariyah.Ia juga menyoroti tantangan regenerasi yang kini dihadapi banyak cabang FLP. Meski demikian, Alma merasa bersyukur karena pengurus FLP Gresik mampu bekerja sama dengan baik dan saling melengkapi demi menjaga keberlangsungan organisasi.

    Estafet Kepemimpinan Baru

    Setelah melalui proses musyawarah, forum akhirnya menetapkan Siti Maulina sebagai Ketua FLP Gresik periode 2026–2028. Terpilihnya Maulina disambut antusias oleh para peserta Muscab.

    Dalam pidato perdananya, perempuan yang akrab disapa Moli itu menyampaikan bahwa kepemimpinan adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan tidak dapat menjalankan tugas tersebut seorang diri tanpa dukungan seluruh anggota.

    Moli menggambarkan organisasi sebagai satu kesatuan yang harus bergerak bersama. Ketika satu bagian menghadapi kesulitan, bagian lain pun perlu hadir untuk menguatkan.Ia juga mengajak anggota FLP kembali mengingat tujuan awal bergabung di organisasi tersebut. Baginya, setiap aktivitas di FLP bukan hanya urusan duniawi, tetapi juga bagian dari ikhtiar mencari rida Allah SWT melalui karya yang bermanfaat.

    Harapan untuk FLP Gresik

    Ketua FLP Jawa Timur periode 2026–2028, Ika Safitri, turut memberikan arahan kepada kepengurusan baru. Ia menilai kontribusi nyata jauh lebih penting dibanding jabatan yang dimiliki dalam organisasi.

    Ika mengapresiasi berbagai capaian FLP Gresik, terutama kerja sama dengan penerbit dan lembaga pendidikan yang telah dijalankan selama ini. Ia berharap program-program tersebut dapat terus berkembang dan memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

    Selain memperluas kegiatan literasi seperti bazar buku, Rumah Cahaya, dan pelatihan menulis, Ika juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antarkader. Menurutnya, kekuatan FLP terletak pada ukhuwah dan rasa saling memiliki antaranggota.Ia berharap semangat dakwah dan literasi di tubuh FLP Gresik terus tumbuh sehingga organisasi tersebut semakin dikenal dan memberi manfaat lebih besar di masa depan.

  • Muscab FLP Jombang: Muzaky Terpilih, Harapkan Penguatan Organisasi dari Pusat

    Muscab FLP Jombang: Muzaky Terpilih, Harapkan Penguatan Organisasi dari Pusat

    Setelah Muscab FLP Sidoarjo, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Jombang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu, 1 Maret 2026, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Dapur DK Jombang, dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat literasi. Agenda ini menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan visi gerakan kepenulisan di Jombang.

    Acara Muscab FLP Jombang dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan tilawah Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Sambutan disampaikan oleh perwakilan FLP Jawa Timur, Mas Zickyn, kemudian oleh Ketua FLP Jombang sebelumnya, Stella Rosita. Dalam sambutannya, Stella mengakui bahwa selama masa kepengurusan, ia merasa kinerja organisasi belum maksimal dan berharap bisa maksimal di kepengurusan selanjutnya.

    Agenda dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode sebelumnya, yang kemudian dibahas secara terbuka melalui sesi diskusi. Forum berlangsung dinamis dan penuh keakraban.

    Memasuki tahapan penjaringan bakal calon ketua, peserta Muscab menyampaikan aspirasi dan pandangan secara terbuka. Dalam forum Muscab FLP Jombang yang berlangsung secara musyawarah mufakat, Muzaky resmi terpilih sebagai Ketua FLP Jombang periode 2026-2028.

    Dalam sambutan perdananya, Muzaky menyampaikan harapan agar kepengurusan pusat dapat lebih memperhatikan cabang-cabang yang masih membutuhkan penguatan dan pendampingan organisasi agar FLP di daerah tetap hidup dan berkembang. “Kami benar-benar minim bimbingan dan SDM,” ujarnya.

    Terpilihnya Muzaky diharapkan membawa semangat baru dalam menggerakkan roda organisasi, memperluas jejaring literasi, serta meningkatkan produktivitas karya anggota. Acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dari Ketua sebelumnya, Stella Rosita, kepada Muzaky.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing inspiratif bersama perwakilan FLP Jawa Timur. Dalam sesi sharing tersebut, Muzaky mengajukan pertanyaan kepada perwakilan FLP Jatim terkait strategi kolaborasi antar cabang dan sinergi dengan komunitas lain. Ia menyampaikan bahwa di FLP Jombang, anggota aktif khususnya yang laki-laki sangat minim, sementara anggota lainnya didominasi perempuan-perempuan hebat yang sedang berjuang di bidang dan perannya masing-masing. Hal tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya kolaborasi agar energi organisasi tetap terjaga dan tidak berjalan sendiri.

    Menanggapi hal tersebut, Mas Zickyn menyampaikan bahwa kondisi serupa juga pernah dialami di cabang lain. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas komunitas, memperluas jejaring, serta tetap menyempatkan waktu untuk aktif di FLP meskipun memiliki kesibukan masing-masing. Menurutnya, sinergi adalah kunci agar cabang tetap hidup dan produktif. Kolaborasi tidak hanya memperkuat program, tetapi juga menjaga semangat anggota agar terus bertumbuh bersama.

    Kegiatan pun ditutup dengan doa, ramah tamah. Momentum Muscab yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini ditutup dengan buka puasa bersama seluruh anggota dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Melalui Muscab ini, FLP Jombang meneguhkan kembali semangat kolaborasi, produktivitas, dan kebermanfaatan karya di tengah masyarakat.

    Dengan kepemimpinan baru, FLP Jombang optimis akan semakin aktif berkontribusi dalam penguatan literasi, pembinaan penulis muda, serta menghadirkan karya-karya inspiratif dari Jombang untuk Indonesia.

  • Suksesi Tanpa Drama Muscab FLP Sidoarjo

    Suksesi Tanpa Drama Muscab FLP Sidoarjo

    Dalam setiap suksesi kepemimpinan organisasi, dinamika adalah hal yang tak terelakkan. Begitu pula yang terjadi di Forum Lingkar Pena Cabang Sidoarjo pada Ahad, 8 Februari 2026 di Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo. Namun menariknya, pergantian tampuk kepemimpinan kali ini berlangsung tanpa drama berkepanjangan. Musyawarah Cabang (Muscab) berjalan guyub, rukun, dan penuh semangat kebersamaan.

    Pertanggungjawaban dengan Penuh Keyakinan

    Ketua FLP Sidoarjo periode 2024–2026, Niswah Hikmah, menyampaikan laporan pertanggungjawaban di hadapan para pengurus demisioner dan anggota dengan penuh percaya diri. Ia memaparkan berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua tahun kepemimpinannya.
    Memimpin organisasi tentu bukan perkara mudah. Ada suka dan duka yang menyertai. Pasang surut keaktifan anggota menjadi tantangan tersendiri. Apalagi sebagian besar anggota FLP Sidoarjo adalah para pekerja yang harus membagi waktu antara aktivitas profesional dan organisasi.
    Mengajak anggota untuk tetap aktif bukanlah hal sederhana. Loyalitas benar-benar diuji di sini. Tak jarang, kegiatan hanya diikuti oleh segelintir anggota yang konsisten hadir.

    Tantangan untuk Ketua Terpilih

    Kini estafet kepemimpinan beralih kepada Donny Anggono. Tantangan besar sudah menanti: merangkul kembali anggota yang lama tidak aktif dan membangkitkan semangat kebersamaan.
    Tanpa banyak retorika, dalam pidato perdananya ia menegaskan bahwa FLP Sidoarjo harus tetap berjalan mengikuti perkembangan dunia kepenulisan. Ia juga menyampaikan sejumlah rencana baru yang belum pernah direalisasikan oleh kepengurusan sebelumnya—sebuah visi besar yang siap diwujudkan bersama.
    Semangat “Berbakti, Berkarya, dan Berarti” pun mulai digaungkan.

    Inaugurasi dan Launching Buku

    Momentum suksesi Muscab ini semakin bermakna dengan launching buku berjudul Kota Tanpa Dinding; Fragmen Sunyi dari Sidoarjo. Buku ini menjadi bukti bahwa semangat menulis di FLP Sidoarjo tetap menyala.
    Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara anggota lama dan anggota baru yang bergabung melalui open recruitment tahun 2025. Melahirkan buku bersama adalah wujud nyata eksistensi organisasi kepenulisan: bukan sekadar berkumpul, tetapi juga berkarya.
    Acara ini sekaligus menjadi momen pelantikan resmi bagi anggota baru yang kini menjadi bagian dari keluarga besar FLP Sidoarjo.

    Apresiasi untuk Anggota Berprestasi

    Perjalanan panjang FLP Sidoarjo tentu tak melupakan para anggota yang telah menorehkan prestasi. Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan diberikan kepada anggota yang aktif dan berkontribusi. Apresiasi ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh anggota untuk terus berkarya dan berorganisasi secara aktif.

    Dukungan dan Harapan ke Depan

    Kehadiran Ketua Wilayah Jawa Timur, Ika Safitri, serta perwakilan BPP dari Divisi Kaderisasi, Novi Larasati, dalam Muscab ini turut menambah semangat dan optimisme. Dukungan dari wilayah dan pusat menjadi energi positif bagi FLP Sidoarjo untuk terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas.
    Dalam setiap organisasi, persoalan internal pasti ada. Namun yang terpenting bukan pada ada atau tidaknya masalah, melainkan bagaimana sikap dalam menyikapinya. Dengan kebersamaan, komunikasi yang sehat, dan komitmen untuk terus berkarya, FLP Sidoarjo diharapkan mampu melangkah lebih mantap ke depan.
    Suksesi telah berlangsung. Semangat telah digaungkan. Kini saatnya melangkah bersama—berbakti, berkarya, dan menjadi berarti.

  • Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Menjelang Ramadan 1447 H, FLP Malang menggelar agenda dua tahunan Musyawarah Cabang (Muscab) VIII hari Ahad, 15 Februari 2026, di SDIT Insan Permata, Kota Malang. Acara ini dihadiri oleh pendiri FLP Malang, Abyz Wigati; perwakilan FLP Jatim, Lita Lestianti; pengurus FLP Malang tahun 2024 -2026 dan para anggota FLP Malang.

    Sambutan pendiri FLP Malang mengawali acara Muscab FLP Malang. Abyz Wigati bercerita tentang perjuangan secara singkat tentang pendirian FLP Malang dulu yang cukup berat, yang juga dirasakan oleh FLP Pamekasan saat membangun FLP. Meski saat ini beliau memiliki ladang juang yang berbeda, beliau mengatakan bahwa FLP Malang masih menjadi tanggung jawabnya karena sudah mendirikan FLP Malang. Beliau juga menyampaikan bahwa “Dimana pun kita berkarya mungkin kita tidaksadar bahwa disitu kita mendapat sesuatu dan memberi sesuatu. Tapi pada dasarnya, kita berkarya, berdaya dan belajar, disitu kita akan mendapatkan ‘imbalan’. Tentu bukan tertuju pada materi tapi kebaikan.”

    Perwakilan FLP Jatim dan ketua FLP Malang periode 2024-2026 juga memberikan sambutannya. Usai pemberian sambutan singkat, ketua FLP Malang periode sebelumnya memaparkan program-program yang telah dijalankan dan kendala yang dihadapi. Tentu saja, kendala tersebut hampir dirasakan oleh cabang lain, seperti anggota banyak yang pasif dan tidak bisa ikut serta dalam kegiatan. Namun, atas rahmat Allah SWT, FLP Malang yang telah mendapat predikat Cabang Pejuang saat Muswil IX, dengan segala keterbatasan, tetap mampu menjalankan program dengan baik, bahkan mampu meningkatkan keuangan kas organisasi.

    Setelah LPJ diterima oleh forum, penyelenggaraan sidang muscab sempat mengalami kesulitan dalam menentukan bakal calon ketua FLP Malang periode selanjutnya. Hanya satu kandidat yang diajukan serentak oleh forum yaitu Intan K.L. Asror. Setelah berdiskusi dan mendapat masukan dari forum, dengan musyawarah mufakat, maka sidang Muscab menetapkan kembali Intan K.L. Asror sebagai Ketua  FLP Malang periode 2026-2028.

    Atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota FLP Malang, dalam sambutannya, Intan menyampaikan akan berkomitmen menjalankan amanah yang berat itu sebaik mungkin. Ia pula menegaskan bahwa jika amanah itu tak hanya dipertanggungjawabkan di dunia tetapi juga di hadapan Allah kelak. Amanah yang berat tentu tak bisa ia pikul sendiri, ia sangat memohon kepada anggota FLP Malang untuk bersedia bersinergi membangkitkan kembali kehidupan organisasi FLP Malang yang lebih solid, produktif dan berdampak bagi masyarakat melalui karya-karya literasi.

    Mesipun tak ada penyerahan kepemimpinan dari periode sebelumnya, namun kepemimpinan dua periode ini tetap dilakukan secara simbolis kepada ketua terpilih dari perwakilan FLP Jatim.

    Muscab VIII FLP Malang telah diselenggarakan dengan lancar. Hasil pada Muscab VIII tersebut diharapkan mampu membawa FLP Malang menjadi organisasi yang lebih matang dalam tata kelola organisasi dan memperluas peran literasi untuk generasi muda di Malang Raya.

  • Semangat Kepemimpinan dan Solidaritas Warnai Muscab FLP Cabang Sidoarjo

    Semangat Kepemimpinan dan Solidaritas Warnai Muscab FLP Cabang Sidoarjo

    Musyawarah Cabang (Muscab) Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Sidoarjo menjadi sorotan pada Kamis, tanggal 8 Februari 2024, yang diselenggarakan di Dewan Kesenian Sidoarjo. Kehadiran perwakilan pengurus FLP wilayah, pengurus, dan anggota FLP Sidoarjo membuat suasana semakin meriah dan penuh semangat. Momentum ini ditandai dengan transisi kepemimpinan dari Ketua sebelumnya, Tyas W., kepada ketua terpilih, Niswahikmah, yang akan memimpin FLP Cabang Sidoarjo untuk periode 2024-2026.

    Rafif Amir, anggota FLP Sidoarjo sekaligus Sekjen Badan Pengurus Pusat FLP, menyampaikan pesan yang memotivasi tentang pentingnya tanggung jawab dalam kepemimpinan. Ia menekankan bahwa FLP adalah organisasi besar yang dipimpin dengan tanggung jawab yang besar pula. “Orang-orang yang hadir dan telah memberikan amanah, jangan sekali-kali meninggalkan orang yang telah diberikan amanah,” ujarnya dengan penuh semangat. Rafif juga mengajak para anggota FLP untuk selalu siap ditugaskan dan bertanggung jawab secara kolektif, karena hal itu merupakan bagian dari tanggung jawab moril. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pertanggungjawaban tidak hanya terbatas pada laporan pertanggungjawaban (lpj) dua tahun, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah.

    Niswahikmah, ketua terpilih, menyampaikan pidato singkat namun penuh makna. Ia mengajak seluruh anggota FLP Sidoarjo untuk tetap setia dan tidak meninggalkan organisasi. “Jangan tinggalkan FLP Sidoarjo, jangan tinggalkan ketuanya sendirian,” ucapnya dengan penuh haru sekaligus semangat. Pernyataan ini mencerminkan komitmen Niswahikmah untuk membangun solidaritas dan kebersamaan di antara anggota FLP.

    Sebagai penutup acara, penghargaan diserahkan kepada para pengurus yang telah berkontribusi secara luar biasa dalam kemajuan FLP Cabang Sidoarjo. Penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh FLP.

    Muscab FLP Cabang Sidoarjo tahun ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun fondasi yang kuat bagi kepemimpinan baru dan meningkatkan sinergi di antara anggota FLP Sidoarjo. Semangat untuk saling mendukung dan membantu antaranggota menjadi tema yang mendominasi diskusi, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan di antara para peserta. Harapannya, organisasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam dunia literasi di Sidoarjo serta mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan kreativitas yang lebih baik lagi.

  • Muscab ke-7 FLP Pamekasan, Hendra Terpilih Jadi Ketua Cabang

    Muscab ke-7 FLP Pamekasan, Hendra Terpilih Jadi Ketua Cabang

    Forum Lingkar Pena (FLP) Pamekasan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-7 pada Selasa, 21 Februari 2023, di Puncak Ratu, Pegantenan, Pamekasan. Puluhan anggota dari Cabang dan Ranting hadir pada forum pengambilan keputusan tertinggi Cabang yang dihelat di tempat wisata tersebut. Antara lain Ranting Banyuanyar Putra, Ranting Semar Putri, dan Ranting Al-Mujtama’.

    Sedangkan dari FLP Wilayah Jawa Timur, hadir Ketua Wilayah Muchlisin BK, Wakil Ketua Chairi Sulaiman, Koordinator Divisi Kaderisasi Novi Larasati, dan Koordinator Divisi Karya Niswahikmah.

    Selain agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus FLP Pamekasan periode 2021-2023 dan pemilihan Ketua FLP Pamekasan periode 2023-2025, Muscab itu sekaligus dirangkai dengan peringatan milad ke-26 FLP dan gelar wicara (talkshow) kepenulisan.

    Dalam sambutannya, Ketua FLP Pamekasan periode 2021-2023 Sirajul Munir, mengucapkan terima kasih kepada pengurus wilayah, pengurus cabang, serta pengurus ranting yang hadir dan telah memberikan dukungan selama periode kepengurannya.

    “Ada program-program yang sudah berjalan dan ada yang masih terkendala. Semoga program yang baik bisa dilanjutkan dan kekurangan yang ada bisa diperbaiki oleh kepengurusan berikutnya,” kata penulis yang juga pengajar di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar ini.

    Secara mufakat, Muscab menerima LPJ kepengurusan FLP Pamekasan periode 2021-2023. Muscab juga sepakat memilih A. Hendra Purnomo sebagai Ketua FLP Pamekasan periode 2023-2025.

    “Mohon doanya, semoga Allah menguatkan saya dalam menjalankan amanah ini,” kata Hendra. Ia sempat terkejut saat Ketua Wilayah memberikan plakat ucapan selamat yang sudah bertuliskan namanya.

    A Hendra Purnomo Ketua FLP Pamekasan 2021-2023

    Usai pemilihan ketua, Muscab dilanjutkan dengan resepsi Milad ke-26 FLP. Momen ini menjadi meriah karena pembawa acara memanggil istri Ketua Wilayah untuk memotong kue dan menyuapkan kepada suaminya.

    Gelar Wicara bertema Menulis untuk Kesehatan Mental dan Finansial menjadi agenda terakhir dalam rangkaian acara pagi hingga siang itu. Muchlisin memaparkan beberapa penelitian yang membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan kebahagiaan dan membantu menurunkan tekanan mental.

    “Penelitian yang dipublikasikan di jurnal JMIR Mental Health pada 2018 juga membuktikan hal itu. Peneliti meminta 70 orang dewasa dengan berbagai kondisi medis dan kecemasan untuk menulis selama 15 menit, 3 hari seminggu sepanjang 12 minggu. Hasilnya, kebahagiaan mereka meningkat dan depresi terus menurun,” kata penulis enam buku solo dan 1.000 lebih artikel ini.

    Menulis, menurutnya, juga bisa meningkatkan kesehatan finansial. Bukan hanya penulis besar seperti Habiburrahman el Shirazy yang royalti satu novelnya bisa mencapai nominal milyaran, ia sendiri juga membuktikan bahwa menulis bisa mendatangkan cuan. Muchlisin menceritakan, penghasilan dari menulis merupakan salah satu faktor penguat sehingga ia berani resign dari profesinya sebagai PNS pada 2015.

    “Inilah yang menjadi salah satu fokus FLP saat ini sehingga Milad ke-26 FLP mengambil tema Writerpreneur dan Kemandirian Finansial Penulis. Ini juga yang menjadi misi keempat FLP: memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi penulis,” tandasnya. []

  • Muscab FLP Lamongan: Kebersamaan yang Menguatkan

    Muscab FLP Lamongan: Kebersamaan yang Menguatkan

    Sebelum pukul 9 pagi, saya dan Mas Chairi tiba di lokasi. Ruangan sudah tertata rapi. Sebuah x-banner berdiri di depan sebelah kiri. “Musyawarah Cabang FLP Cabang Lamongan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan. Minggu, 19 Juni 2022,” demikian tulisan yang terpampang.

    Ketua FLP Lamongan Mbak Fitri memperkenalkan Mas Arqom, suaminya. Sebelum peserta Muscab datang, Mas Arqom telah membantu menyiapkan ruangan. Di FLP, sering saya temui hal-hal yang mengharukan seperti ini. Suami, istri, saudara, bahkan kerabat ikut berpartisipasi mendukung dan menyukseskan acara meskipun bukan anggota.

    Satu per satu pengurus dan anggota FLP Lamongan memasuki ruangan. Tidak banyak. Namun, mereka adalah para penulis yang bisa jadi pengaruhnya lebih besar dari puluhan bahkan ratusan orang. Melalui tulisan-tulisan karya mereka. Mereka bukan orang-orang biasa.

    Ada Mas Arul. Kordiv Kaderisasi FLP Lamongan ini adalah seorang guru, penulis novel best seller, sekaligus Youtuber. Saya mengenalnya sejak 2017 ketika FLP Gresik mengundangnya sebagai narasumber pelatihan menulis.

    Ada Bu Efa, dosen dan penulis yang beberapa tahun sebelumnya sudah aktif di FLP Surabaya. Bu Atafras, guru dan penulis yang kini beramanah di Divisi Karya. Serta Bu Dini yang juga guru dan penulis.

    Selain dihadiri pengurus dan anggota, Muscab FLP Lamongan juga dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris FLP Jawa Timur. Belum pernah Muscab lainnya dihadiri langsung tiga BPH FLP Jatim seperti ini.

    Saat sesi diskusi usai pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), tiga BPH FLP Jatim memberikan masukan. Pun semua peserta Muscab. Mas Arul berhasil ‘menggiring’ mereka semua untuk memberikan masukan sekaligus mengajak berkomitmen memajukan FLP Lamongan ke depan.

    Rupanya, diskusi itu menjadi energi baru bagi Mbak Fitri. Ketika semua peserta mufakat memilihnya menjadi Ketua FLP Lamongan periode 2022-2024, ia pun menerimanya. Melanjutkan amanah untuk periode kedua.

    “Nah, sekarang wajah Mbak Fitri sudah lebih cerah dari yang tadi,” kata Mas Arul sambil tersenyum.

    Beberapa hari sebelumnya, Mbak Fitri sempat menanyakan ke FLP Jatim terkait kriteria calon ketua. Dia juga menyampaikan keberatan jika menjadi ketua lagi untuk periode kedua.

    “Sebenarnya saya berat menerima amanah karena selain kesibukan tuntutan profesi, juga sedang kuliah lagi. Namun alhamdulillah, ketika saya sampaikan kepada suami bagaimana jika terpilih lagi, suami mendukung sepenuh hati. Apalagi tadi teman-teman juga siap untuk bersama-sama aktif di kepengurusan membesarkan FLP Lamongan,” kata Mbak Fitri dalam sambutannya sebagai Ketua FLP Lamongan periode 2022-2024.

    Musyawarah Cabang FLP Lamongan

    Usai Muscab, kami salat Zuhur berjamaah di Masjid Perpustakaan lalu pindah tempat ke Ayam & Bebek Jendral untuk makan siang bersama. Hampir dua jam kami melanjutkan diskusi di sini. Dalam suasana yang lebih akrab dan santai. Menariknya, anggota FLP yang saling menolak saat hendak dipilih menjadi ketua, kini saling berebut untuk mentraktir teman-temannya. Inilah indahnya FLP yang membuat saya semakin cinta. [Muchlisin BK]

  • Muscab FLP Kediri: Menyerah Bukan Pilihan

    Muscab FLP Kediri: Menyerah Bukan Pilihan

    Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Kediri akhirnya melaksanakan kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) bertempat di sekretariat cabang, Jalan Kademangan Lirboyo, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (26/5), yang juga merupakan kediaman sang ketua Feny Tri Pujianingsih.


    Muscab FLP Kediri menghadirkan sebagian besar pengurus FLP Kediri dan perwakilan dari FLP Jawa Timur. Tujuannya untuk melaksanakan penjaringan bakal calon ketua, penetapan calon, hingga pemilihan ketua FLP Kediri 2022-2024. Dalam laporan pertanggungjawabannya, Feny juga berkesempatan menceritakan beberapa hal yang terjadi di internal cabang, salah satunya FLP Kediri sempat mengalami hiatus dari kegiatan-kegiatan cabang, hingga mundurnya ketua sebelumnya dari jabatan. Kemudian pengurus wilayah saat itu memberikan pilihan untuk meneruskan estafet kepemimpinan dan melanjutkan kegiatan, atau menutup FLP Cabang Kediri saat itu juga. Menyerah bukan pilihan, begitulah akhirnya Feny dan teman-temannya menjawab tawaran pengurus wilayah. Kemudian Feny terpilih menjadi ketua dan bersama teman-teman lainnya mengawali lagi kebangkitan FLP Kediri.


    Selanjutnya dalam kegiatan muscab FLP Kediri kali ini, terpilih empat nama sebagai bakal calon ketua. Mereka adalah Feny Tri Pujianingsih, M. Ziyan Takhqiqi Arsyad, Puji Nugraheni, dan Isa Asmaul Khusna. Namun ketika melakukan musyawarah, hasilnya tidak berhasil mencapai kata mufakat. Akhirnya diambillah jalan terakhir yaitu pengambilan suara untuk menentukan ketua selanjutnya.


    Ditugaskan untuk menghadiri muscab FLP kediri saat itu, saya sebagai perwakilan dari FLP Jatim akhirnya turut mengawal proses pengambilan suara. Dari enam pengurus cabang yang hadir dan sudah memenuhi kuota forum (kuorum), menghasilkan satu nama dengan suara terbanyak, yaitu nama Feny Tri Pujianingsih terpilih kembali untuk kali kedua menjadi Ketua FLP Kediri periode 2022-2024. Dalam sambutannya, Feny mengutip kalimat dari Muchlisin BK, ketua terpilih dalam Muswil VII FLP Jatim, “Njenengan semua yang memilih saya, jadi jangan meninggalkan saya.”


    Selain menyiratkan harapan agar semua pengurus yang hadir bisa membersamainya, Feny juga meminta mereka untuk terus semangat sampai akhir periode dan semoga FLP Kediri bisa terus lebih baik lagi. [rwa]

  • Muscab FLP Tuban, Takdir yang Tak Terelakkan

    Muscab FLP Tuban, Takdir yang Tak Terelakkan

    “Siapa yang terpilih jadi Ketua?” tanya Sekjen BPP FLP saat kami bertemu di acara halalbihalal.
    “Pak Joyo Juwoto.”
    “Sejak dahulu dia berkali-kali dicalonkan selalu menghindar, akhirnya terpilih juga.”

    Sungguh, takkan luput apa yang Allah takdirkan. Takkan tertukar apa yang Allah takar. Tugas kita hanya berdoa dan ikhtiar.

    ***

    Banyak cerita di balik Musyawarah Cabang IV FLP Tuban yang akhirnya diselenggarakan pada Sabtu, 21 Mei 2022. Awalnya, Ketua FLP Tuban Mbak Tyzha Inandia ingin mempercepat Muscab ke bulan Maret. Waktu itu, saya tidak setuju. Sebab Muscab terakhir FLP Tuban tercatat Juni 2020.

    “Sebaiknya Juni. Kalaupun terpaksa maju atau mundur, sebaiknya satu bulan saja. Namun, jika ada alasan kuat harus Muscab Maret, bisa dipertimbangkan.” Aneh ya di FLP ini. Ketika di banyak organisasi lain orang berebut posisi, di FLP justru banyak yang menghindar. Ketika banyak pejabat ingin memperpanjang masa jabatan, di FLP justru ingin segera mengakhiri masa kepengurusan.

    Setelah diskusi agak panjang, Muscab tidak jadi dimajukan. Di sisi yang lain saya memaklumi alasan-alasan yang nantinya juga disampaikan Mbak Tyzha saat Muscab di Sanggar Caraka.

    Takdir Tak Terelakkan

    Karena tidak jadi Muscab, dipakailah 27 Maret sebagai Pra-Muscab. Semula saya berencana hadir. Namun saat waktunya digeser siang dan tempatnya berubah dari Tuban kota ke Bangilan, dengan berat hati saya sampaikan tidak bisa memenuhi undangan. Sebab siang itu saya terjadwal menjadi narasumber sebuah acara Tarhib Ramadan.

    Usai idulfitri, Jarcab menyampaikan di grup Kabinet Al-Fatih jadwal Turba ke FLP Tuban pada 21 Mei. Semula langsung saya iyakan. Namun ketika ada kabar Bunda Sinta Yudisia bisa mengisi halalbihalal FLP Jatim pada 22 Mei, rencana berubah lagi. Saya tidak bisa ke Tuban, Turba akan diwakili Mas Capung selaku Jarcab Zona Pantura.

    “Nanti saya hadir ke Tuban pas Muscab saja.” Di sinilah terjadi miskomunikasi. Anggota Cabang yang sudah bersemangat untuk berkumpul di Sanggar Caraka karena akan dihadiri Pengurus Wilayah, mendapatkan kabar bahwa tidak ada Pengurus Wilayah yang bisa hadir.

    “Kalau FLP Tuban jadi pengajuan Muscab tanggal 21, apa ada perwakilan dari Jatim ya kira-kira?” tanya Sekretaris FLP Jatim di grup, 14 Mei 2022.

    “Insya Allah saya bisa hadir. Sudah janji insya Allah akan hadir Muscab.” Bagi saya, janji adalah janji. Sesulit apa pun, kita harus berusaha menepati.

    Dari situlah, acara FLP Tuban yang semula adalah halalbihalal dan Turba berubah menjadi Muscab. Dan demikianlah takdir Allah bekerja. Tanpa kita bisa mengubahnya.

    Menikmati Takdir, Mensyukurinya

    Qadarullah, Jumat malam menjelang Muscab FLP Tuban saya ada halalbihalal di Driyorejo. Pulang larut malam. Sampai di rumah tengah malam.

    Biasanya saya nyetir sendiri. Namun, kali ini saya khawatir mengantuk. Bisa bahaya. Malam itu juga saya sampaikan di grup dengan mention ke Wakil Ketua FLP Jatim Mas Chairi. Besok naik bus saja.

    Di lajur kiri Terminal Bus Bunder, terpampang jelas tulisan “Tuban-Semarang.” Saat kondektur melambaikan tangan dari jauh, saya katakan, “Tuban.”

    Masuklah kami ke bus, menempati kursi paling depan tepat di belakang sopir.
    “Karcis baru, karcis baru.”
    “Tuban.”
    “Bus ini jurusan Bojonegoro. Turun Babat saja ya.”
    “Lho, tadi kata teman sampean Tuban.”
    “Bojonegoro, Mas”
    “Ya sudah, turun Babat, dua.” Saya hanya bisa pasrah. Sempat merasa tertipu tapi ya sudahlah. Dinikmati saja. Disyukuri. Marah juga tidak mengubah keadaan, hanya membuat hati tidak nyaman.

    Apa yang semalam saya khawatirkan benar-benar terjadi. Ngantuk berat. Hingga kemudian dibangunkan Mas Chairi.
    “Sudah sampai Babat.”
    Ketika membuka mata, saya sedikit terkejut. “Lho, seharusnya kita turun di Jembatan.”
    “Saya kira di pasar.”
    Wah, ini salah saya, tidak bilang kalau mestinya turun di jembatan. Ya sudah, nikmati saja.
    “Tenang, di sini juga ada bus jurusan Tuban, dari Jombang.”

    Belasan menit menunggu, tidak satu pun bus dari Jombang yang datang. Akhirnya kami naik bentor ke jembatan. Alhamdulillah akhirnya dapat bus dan sampai di Tuban. Turun di depan Kantor Kemenag, kami kemudian dijemput Mbak Hiday dan suaminya. Langsung menuju Sanggar Caraka.

    Takdir Tak Terelakkan 2

    Acara Muscab berlangsung khidmat. Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu mars FLP, sambutan Ketua FLP Tuban dilanjutkan sambutan Ketua FLP Jatim.

    Dalam sambutan, saya mengajak anggota FLP untuk memaknai kembali peran dalam dakwah pena ini. Bahwa di FLP, visi kita adalah mencerahkan melalui literasi. Dan ini adalah dakwah, perjuangan, yang hasilnya akan kita tuai di akhirat nanti. Kalau pun saat ini kita bahagia dengan menulis, bahkan kemudian dikenal dan menghasilkan, itu hanya bonus yang seharusnya tidak menjadi tujuan utama.

    Tak lupa, saya menyampaikan terima kasih kepada Mbak Tyzha sebagai Ketua FLP Tuban periode 2020-2022 serta meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan sebagai Ketua Wilayah.

    “Dan siapa pun yang nanti terpilih menjadi Ketua Cabang periode 2022-2024, semoga Allah menguatkan dan memberkahi dalam mengemban amanah. Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki dan lebih memajukan Cabang meskipun di periode sebelumnya sudah banyak capaian-capaian yang menggembirakan.”

    Sambutan Ketua FLP Jatim pada Muscab IV FLP Tuban
    Sambutan Ketua FLP Jatim pada Muscab IV FLP Tuban

    Usai pembukaan, sidang LPJ berjalan lancar. Sesi mengharukan dimulai saat pembawa acara meminta seluruh peserta mendoakan dan mengirimkan Al-Fatihah untuk almarhumah Mbak Farikha, anggota Divisi Karya yang wafat di usia muda pada 29 Maret 2022.

    Sidang pemilihan ketua tak kalah mengharukan. Dari empat calon yang hadir, semuanya mengundurkan diri. Mbak Tyzha yang berkesempatan melanjutkan amanah untuk periode kedua juga mengundurkan diri. Selain memiliki beberapa amanah lain dan suaminya sedang melanjutkan S2, alasan lainnya membuat mata sebagian peserta berkaca-kaca.

    Pak Joyo awalnya juga mau mengundurkan diri. Namun karena alasannya tidak kuat, forum tidak menerima. Dan secara musyawarah mufakat, Muscab ke-4 menetapkannya sebagai Ketua FLP Tuban periode 2022-2024.

    Setelah ditutup, acara terakhir adalah ramah tamah: makan-makan, ngobrol ringan, penyerahan cendera mata, hingga foto bersama. Yang unik, sambil makan kami disuguhi tari anak Sanggar Caraka.

    Saya percaya, amanah tak pernah salah memilih pundak yang memikulnya. Dan seperti apa pun rencana kita, pada akhirnya, rencana Allah-lah yang selalu menjadi kenyataan terbaik untuk kita jalankan. [Muchlisin BK]

  • Muscab VI FLP Gresik, Umahatun Fauziyah Jadi Ketua Periode Kedua

    Muscab VI FLP Gresik, Umahatun Fauziyah Jadi Ketua Periode Kedua

    Forum Lingkar Pena (FLP) Gresik menggelar Musyawarah Cabang VI, Senin (28/2/2022). Meskipun diselenggarakan secara daring, Muscab tersebut berlangsung khidmat.

    Dalam sambutannya, Ketua FLP Jawa Timur Muchlisin B.K. mengajak bersyukur karena di usianya yang ke-25, FLP terus berkembang dan semakin besar.

    “Di Jawa Timur sendiri, saat ini FLP memiliki 22 Cabang dan 333 anggota. Kita punya target pada periode ini bertambah 6 Cabang baru dan bertambah 200 anggota baru,” kata pria kelahiran 10 November 1982 ini.

    Menurut Muchlisin, usia 25 tahun bagi FLP adalah usia yang penuh energi, semangat, dan obsesi. Karenanya ia meminta seluruh Cabang berupaya lebih baik lagi. Dan Muscab adalah momentumnya.

    “Kita harus berupaya untuk semakin profesional. Kalau dulu Muscab tidak pakai tata tertib, sekarang pakai. Setiap keputusan dalam Muscab, ada SK-nya. Dan Muscab bukan hanya memilih Ketua baru, melainkan juga merumuskan kebijakan dan langkah strategis umum sebagaimana diamanahkan oleh AD/ART,” tandasnya.

    Penulis buku Cinta Sehidup Sesurga ini berharap, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi ketua, seluruh anggota harus mendukungnya.

    Usai pembukaan, Muscab dilanjutkan dengan sidang sementara yang dipimpin oleh Ketua FLP Gresik Umahatun Fauziyah dan Bendahara FLP Gresik Dian Fajar. Sidang sementara membahas tata tertib dan memilih pimpinan sidang tetap.

    Suyanik dan Putri Anita terpilih menjadi pimpinan sidang tetap. Keduanya memimpin sidang laporan pertanggungjawaban Ketua FLP Gresik periode 2019-2021 yang berakhir dengan LPJ diterima dengan syarat. Yakni melengkapi laporan Divisi Bisnis dan Divisi Humas.

    Berikutnya, sidang merumuskan kebijakan dan langkah-langkah strategis FLP Gresik periode 2022-2024. Muscab menetapkan target pendirian satu ranting baru, bertambahnya 20 anggota baru, dan 5 karya antologi Cabang.

    Puncak Muscab pun tiba. Pemilihan Ketua Cabang periode 2022-2024. Terdapat tujuh anggota madya yang semuanya menjadi calon ketua. Ketujuh calon itu adalah Adly Al-Fadly Usmunie, Chairi Sulaiman, Ria Eka Lestari, Siti Huroirohmatin, Suyanik, Endah Rizki Karomah, dan Umahatun Fauziyah.

    Keenam calon yang disebutkan pertama menyatakan tidak bersedia. Umahatun Fauziyah juga sempat menyatakan tidak bersedia, tetapi kemudian menyerahkan ke forum. Akhirnya, ia terpilih secara mufakat sebagai Ketua FLP Gresik periode 2022-2024.

    Dalam sambutannya sebagai ketua terpilih, Kak Ziyah –sapaan akrab Umahatun Fauziyah- meminta dukungan seluruh anggota.

    “Sebenarnya, menjadi ketua periode kedua ini berat. Namun karena sudah menjadi keputusan Muscab, saya akan berusaha melakukan yang terbaik agar FLP Gresik semakin maju dalam berbakti, berkarya, dan berarti. Tentunya dengan dukungan teman-teman semua,” ujarnya. [mbk]