Pagi yang cerah ini—di tempat saya, semoga juga di tempat lain. Ada hal sederhana yang membuat anda tak akan berhenti menulis nantinya.
Apa itu curhat?
Kok curhat, Pakdhe??
Iya dong, tapi curhatnya lewat tulisan.
Caranya bagaimana curhat lewat tulisan?
Lewat DIARY.
Diary?
Ya.
Apa sih itu Diary?
Diary atau buku harian adalah sebuah catatan pribadi yang isinya cerita kejadian, perasaan pikiran atau pengalaman yang sedang dialami setiap harinya. Menulis diary (catatan harian) yang bagus bukan soal bahasa yang indah saja, tapi soal kejujuran rasa dan kedalaman refleksi. Jadi anda bisa masukkan semua perasaan yang ada di dalam tulisan.
Memangnya bisa? Bisa, donggg!! Nanti Pakdhe ajarin teknik menulis diary.
Teknik Menulis Diary
Diary yang kuat serta terasa hidup karena jujur, detail, dan personal. Nah, ini teknik menulis diary nih supaya kalau kamu-kamu baca diary malah enjoy dan tidak bete.
1. Tulis dengan jujur, dan bukan yang sempurna
Diary itu bukan lomba sastra sih, tapi tulis sebenar-benarnya yang kamu rasakan. Contoh praktis :
Salah: “Hari ini bikin capek”
Benar: “Aku pulang dengan baju yang berat, kepalaku pusing dengan target yang harus terpenuhi, belum lagi setumpuk laporan yang harus diselesaikan. Bahkan melepas sepatu saja seperti perjuangan.”
Kejujuran akan membuat tulisan anda terasa nyata. Kan, akhirnya saat membacanya juga terasa berbeda.
2. Gunakan teknik Show don’t Tell
Jadi saat menulis diary jangan hanya menyebutkan emosi, tetapi jelaskan melalui situasi.
Salah: “Aku sedih.”
Benar: “Aku menatap layar ponsel lama sekali, tapi tak ada satu pun pesan darinya.”
Perlu detail kecil untuk menghidupkan tulisan anda di buku harian.
3. Tambahin Refleksi diri
Jadi, hari itu anda bukan hanya curhat atau bilang, “Dear Diary….”, tetapi juga merefleksikan sesuatu. Tanyakan pada diri:
– Apa yang sedang anda pelajari hari ini?
Misal : Terima kasih ternyata hari ini Tuhan mengajari aku untuk bersabar.
– Kenapa peristiwa ini mempengaruhi anda?
– Apa yang harus diperbaiki besok?
Misal : sepertinya esok aku harus banyak bersabar dan mengerjakan pekerjaan lebih baik lagi.
4. Tulis konsisten dan tak perlu panjang
Jadi, tak perlu satu halaman penuh. Cukup sesuai dengan perasaan hati anda yang terdalam. Tiga paragraf yang jujur mungkin sudah cukup, dari pada satu halaman tapi terpaksa.
5. Gunakan diksi yang memperkaya suasana
Pilih kata-kata yang sesuai dengan suasana dan emosi.
Contoh :
– gerimis, redup, sunyi –> suasana sendu
– hangat, lega, lapang –> suasana damai
Struktur Diary Sederhana
1. Waktu dan tempat
2. Peristiwa
3. Perasaan
4. Refleksi / harapan
Nah, intinya menulis diary atau buku harian itu harus, jujur, detail, reflektif dan konsisten.
Contoh singkat tulisan Diary
02 Ramadhan, 23.47 WIB
Lampu kamar sengaja ku padamkan. Hanya cahaya dari jendela yang masuk, tipis dan pucat. Angin malam menggerakkan tirai pelan-pelan, seperti seseorang yang ragu untuk mengetuk. Hari ini terasa lebih panjang dari biasanya. Aku tersenyum di hadapan banyak orang. Bahkan tertawa. Tapi di perjalanan pulang, di dalam mobil yang sepi, suaraku hilang.
Radio menyala, namun pikiranku lebih bising dari lagu apa pun. Aku lelah. Bukan lelah karena pekerjaan.Tapi lelah menahan diri agar tetap terlihat kuat.Tadi sore, aku hampir membalas pesan itu. Jemariku sudah menari di atas layar. Kata-kata sudah tersusun rapi. Tapi entah kenapa, aku menghapusnya. Satu per satu. Seperti menghapus harapan yang tak pernah benar-benar berani kuucapkan. Mungkin memang tidak semua yang kita rasakan harus diperjuangkan. Ada yang cukup disimpan. Diam-diam.
Saat adzan Isya berkumandang, aku berdiri lebih lama dari biasanya. Dalam sujud, ada sesuatu yang runtuh. Bukan air mata yang deras, hanya perasaan kecil yang akhirnya mengaku: aku rapuh.
Dan mungkin, tidak apa-apa. Malam ini aku belajar satu hal, menjadi kuat bukan berarti tidak merasa sakit. Menjadi dewasa bukan berarti tidak pernah ingin dipeluk. Besok aku akan bangun lagi. Mengenakan wajah yang sama. Melakukan rutinitas yang sama.Tapi semoga…hatiku sedikit lebih lapang dari hari ini.
Selamat menulis…. Terus berkarya. Salam Lingkar Pena.
Karya oleh Dhe One, FLP Cabang Sidoarjo yang diambil dari program Rabu Karya di Grup WA FLP Jatim.













