Lumajang—Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Lumajang sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) IX pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Hotel Aston Inn Lumajang. Musyawarah yang dihadiri oleh 15 anggota cabang tersebut menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk memilih ketua baru.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan demokratis. Selain dihadiri anggota FLP Cabang Lumajang, acara juga dihadiri oleh Tutik, pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang, serta Subakri dari Majalah Suara PGRI. Kehadiran para tamu undangan menjadi bukti dukungan berbagai pihak terhadap eksistensi FLP sebagai komunitas yang aktif menggerakkan literasi di Kabupaten Lumajang.
Rangkaian acara dipandu oleh Alifia selaku pembawa acara. Musyawarah dibuka secara resmi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Salman. Seluruh peserta selanjutnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Forum Lingkar Pena sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa sekaligus peneguhan semangat organisasi.
Memasuki sesi sambutan, Ketua FLP Cabang Lumajang periode 2024–2026, Muhammad Syadid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang selama ini telah bersama-sama menjaga keberlangsungan organisasi.
Sementara itu, sambutan dari Pengurus FLP Jawa Timur yang diwakili oleh Rozikin menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi. Ia mendorong FLP Lumajang untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, media, maupun komunitas literasi lainnya agar gerakan literasi dapat berkembang secara lebih luas dan berkelanjutan.
Setelah sesi pembukaan, musyawarah memasuki agenda utama berupa penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode sebelumnya. Forum memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan tanggapan, masukan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja yang telah dijalankan selama masa kepengurusan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembentukan ketua sidang sementara yang memimpin jalannya persidangan hingga proses pemilihan ketua baru. Seluruh tahapan sidang berlangsung secara tertib dan mengedepankan prinsip musyawarah serta demokrasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Pada sesi pencalonan, forum menetapkan tiga kandidat Ketua FLP Cabang Lumajang periode 2026–2028, yaitu Muhammad Salman, Hanif, dan Insan. Pemilihan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh anggota yang memiliki hak pilih.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, Muhammad Salman meraih suara terbanyak dan secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Lingkar Pena Cabang Lumajang periode 2026–2028.
Dalam penyampaian visi dan misinya usai penetapan, Muhammad Salman menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali aktivitas FLP Lumajang melalui berbagai program yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.
Ia berharap FLP Lumajang semakin hidup, dan bisa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam melanjutkan estafet literasi di Kabupaten Lumajang.
Sebagai organisasi kepenulisan yang telah lama berkiprah di Indonesia, FLP memiliki komitmen untuk melahirkan penulis-penulis berkualitas sekaligus menumbuhkan budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai kegiatan seperti pelatihan kepenulisan, bedah buku, kelas menulis, diskusi literasi, hingga kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan, media, dan komunitas lainnya.
Usai seluruh rangkaian Musyawarah Cabang selesai, para tamu undangan turut menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap kepengurusan baru FLP Lumajang.
Tutik, pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang, menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai komunitas literasi, termasuk FLP Lumajang.
Senada dengan itu, Subakri dari Majalah Suara PGRI juga menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan kepenulisan di Lumajang. Ia mengundang para anggota FLP Lumajang untuk mengirimkan karya-karya terbaik mereka agar dapat dipublikasikan di Majalah Suara PGRI.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi modal penting bagi kepengurusan baru dalam membangun ekosistem literasi yang semakin kuat di Kabupaten Lumajang. Sinergi antara komunitas, pemerintah, dan media diharapkan mampu melahirkan lebih banyak program yang mendorong budaya membaca, menulis, dan berkarya di tengah masyarakat.
Atas terpilihnya Muhammad Salman sebagai Ketua FLP Cabang Lumajang periode 2026–2028, seluruh keluarga besar FLP menyampaikan ucapan selamat dan doa agar amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi, memperluas jejaring kemitraan, dan menjadikan FLP Cabang Lumajang semakin aktif berkontribusi dalam memajukan literasi di Kabupaten Lumajang selama dua tahun mendatang.













