Kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) VIII Forum Lingkar Pena Cabang Gresik berlangsung hangat di SDIT Al-Ibrah pada Ahad, 26 April 2026. Pertemuan dua tahunan tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penentuan arah baru organisasi literasi yang selama ini dikenal aktif mengusung dakwah melalui tulisan.
Acara dibuka oleh Ketua FLP Gresik periode 2022–2024, Almaidatul Istibsyaroh. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata dan tulisan sebagai bentuk tanggung jawab seorang muslim. Alma menilai, penulis memiliki peran besar dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat kalimat yang disampaikan kepada masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus saling mendukung dan membangun semangat bersama di dalam organisasi. Menurutnya, kehati-hatian dalam berbicara maupun menulis merupakan bagian dari amanah yang harus dijaga.
Alma kemudian berbagi kisah saat pertama kali dipercaya memimpin FLP Gresik. Kala itu, Muscab dilaksanakan secara daring dan ia tengah menemani anaknya yang masih kecil. Ia mengaku tidak pernah menyangka akan dipilih sebagai ketua. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa FLP bukan sekadar komunitas menulis, melainkan ruang perjuangan yang dibangun atas dasar keikhlasan.
Dakwah Melalui Tulisan
Dalam paparannya, Alma menyebut FLP memiliki tiga fondasi utama, yaitu keislaman, organisasi, dan kepenulisan. Ketiga hal tersebut menjadi identitas yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan FLP sebagai komunitas literasi.Menurutnya, setiap anggota yang bergabung sejatinya turut membawa misi dakwah bil qalam atau menyebarkan pesan kebaikan melalui karya tulis. Ia berharap setiap tulisan yang lahir dari anggota FLP dapat memberi manfaat luas dan menjadi amal jariyah.Ia juga menyoroti tantangan regenerasi yang kini dihadapi banyak cabang FLP. Meski demikian, Alma merasa bersyukur karena pengurus FLP Gresik mampu bekerja sama dengan baik dan saling melengkapi demi menjaga keberlangsungan organisasi.
Estafet Kepemimpinan Baru
Setelah melalui proses musyawarah, forum akhirnya menetapkan Siti Maulina sebagai Ketua FLP Gresik periode 2026–2028. Terpilihnya Maulina disambut antusias oleh para peserta Muscab.
Dalam pidato perdananya, perempuan yang akrab disapa Moli itu menyampaikan bahwa kepemimpinan adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan tidak dapat menjalankan tugas tersebut seorang diri tanpa dukungan seluruh anggota.
Moli menggambarkan organisasi sebagai satu kesatuan yang harus bergerak bersama. Ketika satu bagian menghadapi kesulitan, bagian lain pun perlu hadir untuk menguatkan.Ia juga mengajak anggota FLP kembali mengingat tujuan awal bergabung di organisasi tersebut. Baginya, setiap aktivitas di FLP bukan hanya urusan duniawi, tetapi juga bagian dari ikhtiar mencari rida Allah SWT melalui karya yang bermanfaat.
Harapan untuk FLP Gresik
Ketua FLP Jawa Timur periode 2026–2028, Ika Safitri, turut memberikan arahan kepada kepengurusan baru. Ia menilai kontribusi nyata jauh lebih penting dibanding jabatan yang dimiliki dalam organisasi.
Ika mengapresiasi berbagai capaian FLP Gresik, terutama kerja sama dengan penerbit dan lembaga pendidikan yang telah dijalankan selama ini. Ia berharap program-program tersebut dapat terus berkembang dan memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.
Selain memperluas kegiatan literasi seperti bazar buku, Rumah Cahaya, dan pelatihan menulis, Ika juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antarkader. Menurutnya, kekuatan FLP terletak pada ukhuwah dan rasa saling memiliki antaranggota.Ia berharap semangat dakwah dan literasi di tubuh FLP Gresik terus tumbuh sehingga organisasi tersebut semakin dikenal dan memberi manfaat lebih besar di masa depan.













