Tag: musyawarah cabang

  • Muscab FLP Jombang: Muzaky Terpilih, Harapkan Penguatan Organisasi dari Pusat

    Muscab FLP Jombang: Muzaky Terpilih, Harapkan Penguatan Organisasi dari Pusat

    Setelah Muscab FLP Sidoarjo, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Jombang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu, 1 Maret 2026, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Dapur DK Jombang, dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat literasi. Agenda ini menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan visi gerakan kepenulisan di Jombang.

    Acara Muscab FLP Jombang dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan tilawah Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Sambutan disampaikan oleh perwakilan FLP Jawa Timur, Mas Zickyn, kemudian oleh Ketua FLP Jombang sebelumnya, Stella Rosita. Dalam sambutannya, Stella mengakui bahwa selama masa kepengurusan, ia merasa kinerja organisasi belum maksimal dan berharap bisa maksimal di kepengurusan selanjutnya.

    Agenda dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode sebelumnya, yang kemudian dibahas secara terbuka melalui sesi diskusi. Forum berlangsung dinamis dan penuh keakraban.

    Memasuki tahapan penjaringan bakal calon ketua, peserta Muscab menyampaikan aspirasi dan pandangan secara terbuka. Dalam forum Muscab FLP Jombang yang berlangsung secara musyawarah mufakat, Muzaky resmi terpilih sebagai Ketua FLP Jombang periode 2026-2028.

    Dalam sambutan perdananya, Muzaky menyampaikan harapan agar kepengurusan pusat dapat lebih memperhatikan cabang-cabang yang masih membutuhkan penguatan dan pendampingan organisasi agar FLP di daerah tetap hidup dan berkembang. “Kami benar-benar minim bimbingan dan SDM,” ujarnya.

    Terpilihnya Muzaky diharapkan membawa semangat baru dalam menggerakkan roda organisasi, memperluas jejaring literasi, serta meningkatkan produktivitas karya anggota. Acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dari Ketua sebelumnya, Stella Rosita, kepada Muzaky.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing inspiratif bersama perwakilan FLP Jawa Timur. Dalam sesi sharing tersebut, Muzaky mengajukan pertanyaan kepada perwakilan FLP Jatim terkait strategi kolaborasi antar cabang dan sinergi dengan komunitas lain. Ia menyampaikan bahwa di FLP Jombang, anggota aktif khususnya yang laki-laki sangat minim, sementara anggota lainnya didominasi perempuan-perempuan hebat yang sedang berjuang di bidang dan perannya masing-masing. Hal tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya kolaborasi agar energi organisasi tetap terjaga dan tidak berjalan sendiri.

    Menanggapi hal tersebut, Mas Zickyn menyampaikan bahwa kondisi serupa juga pernah dialami di cabang lain. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas komunitas, memperluas jejaring, serta tetap menyempatkan waktu untuk aktif di FLP meskipun memiliki kesibukan masing-masing. Menurutnya, sinergi adalah kunci agar cabang tetap hidup dan produktif. Kolaborasi tidak hanya memperkuat program, tetapi juga menjaga semangat anggota agar terus bertumbuh bersama.

    Kegiatan pun ditutup dengan doa, ramah tamah. Momentum Muscab yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini ditutup dengan buka puasa bersama seluruh anggota dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Melalui Muscab ini, FLP Jombang meneguhkan kembali semangat kolaborasi, produktivitas, dan kebermanfaatan karya di tengah masyarakat.

    Dengan kepemimpinan baru, FLP Jombang optimis akan semakin aktif berkontribusi dalam penguatan literasi, pembinaan penulis muda, serta menghadirkan karya-karya inspiratif dari Jombang untuk Indonesia.

  • Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Menjelang Ramadan 1447 H, FLP Malang menggelar agenda dua tahunan Musyawarah Cabang (Muscab) VIII hari Ahad, 15 Februari 2026, di SDIT Insan Permata, Kota Malang. Acara ini dihadiri oleh pendiri FLP Malang, Abyz Wigati; perwakilan FLP Jatim, Lita Lestianti; pengurus FLP Malang tahun 2024 -2026 dan para anggota FLP Malang.

    Sambutan pendiri FLP Malang mengawali acara Muscab FLP Malang. Abyz Wigati bercerita tentang perjuangan secara singkat tentang pendirian FLP Malang dulu yang cukup berat, yang juga dirasakan oleh FLP Pamekasan saat membangun FLP. Meski saat ini beliau memiliki ladang juang yang berbeda, beliau mengatakan bahwa FLP Malang masih menjadi tanggung jawabnya karena sudah mendirikan FLP Malang. Beliau juga menyampaikan bahwa “Dimana pun kita berkarya mungkin kita tidaksadar bahwa disitu kita mendapat sesuatu dan memberi sesuatu. Tapi pada dasarnya, kita berkarya, berdaya dan belajar, disitu kita akan mendapatkan ‘imbalan’. Tentu bukan tertuju pada materi tapi kebaikan.”

    Perwakilan FLP Jatim dan ketua FLP Malang periode 2024-2026 juga memberikan sambutannya. Usai pemberian sambutan singkat, ketua FLP Malang periode sebelumnya memaparkan program-program yang telah dijalankan dan kendala yang dihadapi. Tentu saja, kendala tersebut hampir dirasakan oleh cabang lain, seperti anggota banyak yang pasif dan tidak bisa ikut serta dalam kegiatan. Namun, atas rahmat Allah SWT, FLP Malang yang telah mendapat predikat Cabang Pejuang saat Muswil IX, dengan segala keterbatasan, tetap mampu menjalankan program dengan baik, bahkan mampu meningkatkan keuangan kas organisasi.

    Setelah LPJ diterima oleh forum, penyelenggaraan sidang muscab sempat mengalami kesulitan dalam menentukan bakal calon ketua FLP Malang periode selanjutnya. Hanya satu kandidat yang diajukan serentak oleh forum yaitu Intan K.L. Asror. Setelah berdiskusi dan mendapat masukan dari forum, dengan musyawarah mufakat, maka sidang Muscab menetapkan kembali Intan K.L. Asror sebagai Ketua  FLP Malang periode 2026-2028.

    Atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota FLP Malang, dalam sambutannya, Intan menyampaikan akan berkomitmen menjalankan amanah yang berat itu sebaik mungkin. Ia pula menegaskan bahwa jika amanah itu tak hanya dipertanggungjawabkan di dunia tetapi juga di hadapan Allah kelak. Amanah yang berat tentu tak bisa ia pikul sendiri, ia sangat memohon kepada anggota FLP Malang untuk bersedia bersinergi membangkitkan kembali kehidupan organisasi FLP Malang yang lebih solid, produktif dan berdampak bagi masyarakat melalui karya-karya literasi.

    Mesipun tak ada penyerahan kepemimpinan dari periode sebelumnya, namun kepemimpinan dua periode ini tetap dilakukan secara simbolis kepada ketua terpilih dari perwakilan FLP Jatim.

    Muscab VIII FLP Malang telah diselenggarakan dengan lancar. Hasil pada Muscab VIII tersebut diharapkan mampu membawa FLP Malang menjadi organisasi yang lebih matang dalam tata kelola organisasi dan memperluas peran literasi untuk generasi muda di Malang Raya.

  • Muscab FLP Kediri: Menyerah Bukan Pilihan

    Muscab FLP Kediri: Menyerah Bukan Pilihan

    Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Kediri akhirnya melaksanakan kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) bertempat di sekretariat cabang, Jalan Kademangan Lirboyo, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (26/5), yang juga merupakan kediaman sang ketua Feny Tri Pujianingsih.


    Muscab FLP Kediri menghadirkan sebagian besar pengurus FLP Kediri dan perwakilan dari FLP Jawa Timur. Tujuannya untuk melaksanakan penjaringan bakal calon ketua, penetapan calon, hingga pemilihan ketua FLP Kediri 2022-2024. Dalam laporan pertanggungjawabannya, Feny juga berkesempatan menceritakan beberapa hal yang terjadi di internal cabang, salah satunya FLP Kediri sempat mengalami hiatus dari kegiatan-kegiatan cabang, hingga mundurnya ketua sebelumnya dari jabatan. Kemudian pengurus wilayah saat itu memberikan pilihan untuk meneruskan estafet kepemimpinan dan melanjutkan kegiatan, atau menutup FLP Cabang Kediri saat itu juga. Menyerah bukan pilihan, begitulah akhirnya Feny dan teman-temannya menjawab tawaran pengurus wilayah. Kemudian Feny terpilih menjadi ketua dan bersama teman-teman lainnya mengawali lagi kebangkitan FLP Kediri.


    Selanjutnya dalam kegiatan muscab FLP Kediri kali ini, terpilih empat nama sebagai bakal calon ketua. Mereka adalah Feny Tri Pujianingsih, M. Ziyan Takhqiqi Arsyad, Puji Nugraheni, dan Isa Asmaul Khusna. Namun ketika melakukan musyawarah, hasilnya tidak berhasil mencapai kata mufakat. Akhirnya diambillah jalan terakhir yaitu pengambilan suara untuk menentukan ketua selanjutnya.


    Ditugaskan untuk menghadiri muscab FLP kediri saat itu, saya sebagai perwakilan dari FLP Jatim akhirnya turut mengawal proses pengambilan suara. Dari enam pengurus cabang yang hadir dan sudah memenuhi kuota forum (kuorum), menghasilkan satu nama dengan suara terbanyak, yaitu nama Feny Tri Pujianingsih terpilih kembali untuk kali kedua menjadi Ketua FLP Kediri periode 2022-2024. Dalam sambutannya, Feny mengutip kalimat dari Muchlisin BK, ketua terpilih dalam Muswil VII FLP Jatim, “Njenengan semua yang memilih saya, jadi jangan meninggalkan saya.”


    Selain menyiratkan harapan agar semua pengurus yang hadir bisa membersamainya, Feny juga meminta mereka untuk terus semangat sampai akhir periode dan semoga FLP Kediri bisa terus lebih baik lagi. [rwa]

  • Muscab FLP Tuban, Takdir yang Tak Terelakkan

    Muscab FLP Tuban, Takdir yang Tak Terelakkan

    “Siapa yang terpilih jadi Ketua?” tanya Sekjen BPP FLP saat kami bertemu di acara halalbihalal.
    “Pak Joyo Juwoto.”
    “Sejak dahulu dia berkali-kali dicalonkan selalu menghindar, akhirnya terpilih juga.”

    Sungguh, takkan luput apa yang Allah takdirkan. Takkan tertukar apa yang Allah takar. Tugas kita hanya berdoa dan ikhtiar.

    ***

    Banyak cerita di balik Musyawarah Cabang IV FLP Tuban yang akhirnya diselenggarakan pada Sabtu, 21 Mei 2022. Awalnya, Ketua FLP Tuban Mbak Tyzha Inandia ingin mempercepat Muscab ke bulan Maret. Waktu itu, saya tidak setuju. Sebab Muscab terakhir FLP Tuban tercatat Juni 2020.

    “Sebaiknya Juni. Kalaupun terpaksa maju atau mundur, sebaiknya satu bulan saja. Namun, jika ada alasan kuat harus Muscab Maret, bisa dipertimbangkan.” Aneh ya di FLP ini. Ketika di banyak organisasi lain orang berebut posisi, di FLP justru banyak yang menghindar. Ketika banyak pejabat ingin memperpanjang masa jabatan, di FLP justru ingin segera mengakhiri masa kepengurusan.

    Setelah diskusi agak panjang, Muscab tidak jadi dimajukan. Di sisi yang lain saya memaklumi alasan-alasan yang nantinya juga disampaikan Mbak Tyzha saat Muscab di Sanggar Caraka.

    Takdir Tak Terelakkan

    Karena tidak jadi Muscab, dipakailah 27 Maret sebagai Pra-Muscab. Semula saya berencana hadir. Namun saat waktunya digeser siang dan tempatnya berubah dari Tuban kota ke Bangilan, dengan berat hati saya sampaikan tidak bisa memenuhi undangan. Sebab siang itu saya terjadwal menjadi narasumber sebuah acara Tarhib Ramadan.

    Usai idulfitri, Jarcab menyampaikan di grup Kabinet Al-Fatih jadwal Turba ke FLP Tuban pada 21 Mei. Semula langsung saya iyakan. Namun ketika ada kabar Bunda Sinta Yudisia bisa mengisi halalbihalal FLP Jatim pada 22 Mei, rencana berubah lagi. Saya tidak bisa ke Tuban, Turba akan diwakili Mas Capung selaku Jarcab Zona Pantura.

    “Nanti saya hadir ke Tuban pas Muscab saja.” Di sinilah terjadi miskomunikasi. Anggota Cabang yang sudah bersemangat untuk berkumpul di Sanggar Caraka karena akan dihadiri Pengurus Wilayah, mendapatkan kabar bahwa tidak ada Pengurus Wilayah yang bisa hadir.

    “Kalau FLP Tuban jadi pengajuan Muscab tanggal 21, apa ada perwakilan dari Jatim ya kira-kira?” tanya Sekretaris FLP Jatim di grup, 14 Mei 2022.

    “Insya Allah saya bisa hadir. Sudah janji insya Allah akan hadir Muscab.” Bagi saya, janji adalah janji. Sesulit apa pun, kita harus berusaha menepati.

    Dari situlah, acara FLP Tuban yang semula adalah halalbihalal dan Turba berubah menjadi Muscab. Dan demikianlah takdir Allah bekerja. Tanpa kita bisa mengubahnya.

    Menikmati Takdir, Mensyukurinya

    Qadarullah, Jumat malam menjelang Muscab FLP Tuban saya ada halalbihalal di Driyorejo. Pulang larut malam. Sampai di rumah tengah malam.

    Biasanya saya nyetir sendiri. Namun, kali ini saya khawatir mengantuk. Bisa bahaya. Malam itu juga saya sampaikan di grup dengan mention ke Wakil Ketua FLP Jatim Mas Chairi. Besok naik bus saja.

    Di lajur kiri Terminal Bus Bunder, terpampang jelas tulisan “Tuban-Semarang.” Saat kondektur melambaikan tangan dari jauh, saya katakan, “Tuban.”

    Masuklah kami ke bus, menempati kursi paling depan tepat di belakang sopir.
    “Karcis baru, karcis baru.”
    “Tuban.”
    “Bus ini jurusan Bojonegoro. Turun Babat saja ya.”
    “Lho, tadi kata teman sampean Tuban.”
    “Bojonegoro, Mas”
    “Ya sudah, turun Babat, dua.” Saya hanya bisa pasrah. Sempat merasa tertipu tapi ya sudahlah. Dinikmati saja. Disyukuri. Marah juga tidak mengubah keadaan, hanya membuat hati tidak nyaman.

    Apa yang semalam saya khawatirkan benar-benar terjadi. Ngantuk berat. Hingga kemudian dibangunkan Mas Chairi.
    “Sudah sampai Babat.”
    Ketika membuka mata, saya sedikit terkejut. “Lho, seharusnya kita turun di Jembatan.”
    “Saya kira di pasar.”
    Wah, ini salah saya, tidak bilang kalau mestinya turun di jembatan. Ya sudah, nikmati saja.
    “Tenang, di sini juga ada bus jurusan Tuban, dari Jombang.”

    Belasan menit menunggu, tidak satu pun bus dari Jombang yang datang. Akhirnya kami naik bentor ke jembatan. Alhamdulillah akhirnya dapat bus dan sampai di Tuban. Turun di depan Kantor Kemenag, kami kemudian dijemput Mbak Hiday dan suaminya. Langsung menuju Sanggar Caraka.

    Takdir Tak Terelakkan 2

    Acara Muscab berlangsung khidmat. Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu mars FLP, sambutan Ketua FLP Tuban dilanjutkan sambutan Ketua FLP Jatim.

    Dalam sambutan, saya mengajak anggota FLP untuk memaknai kembali peran dalam dakwah pena ini. Bahwa di FLP, visi kita adalah mencerahkan melalui literasi. Dan ini adalah dakwah, perjuangan, yang hasilnya akan kita tuai di akhirat nanti. Kalau pun saat ini kita bahagia dengan menulis, bahkan kemudian dikenal dan menghasilkan, itu hanya bonus yang seharusnya tidak menjadi tujuan utama.

    Tak lupa, saya menyampaikan terima kasih kepada Mbak Tyzha sebagai Ketua FLP Tuban periode 2020-2022 serta meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan sebagai Ketua Wilayah.

    “Dan siapa pun yang nanti terpilih menjadi Ketua Cabang periode 2022-2024, semoga Allah menguatkan dan memberkahi dalam mengemban amanah. Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki dan lebih memajukan Cabang meskipun di periode sebelumnya sudah banyak capaian-capaian yang menggembirakan.”

    Sambutan Ketua FLP Jatim pada Muscab IV FLP Tuban
    Sambutan Ketua FLP Jatim pada Muscab IV FLP Tuban

    Usai pembukaan, sidang LPJ berjalan lancar. Sesi mengharukan dimulai saat pembawa acara meminta seluruh peserta mendoakan dan mengirimkan Al-Fatihah untuk almarhumah Mbak Farikha, anggota Divisi Karya yang wafat di usia muda pada 29 Maret 2022.

    Sidang pemilihan ketua tak kalah mengharukan. Dari empat calon yang hadir, semuanya mengundurkan diri. Mbak Tyzha yang berkesempatan melanjutkan amanah untuk periode kedua juga mengundurkan diri. Selain memiliki beberapa amanah lain dan suaminya sedang melanjutkan S2, alasan lainnya membuat mata sebagian peserta berkaca-kaca.

    Pak Joyo awalnya juga mau mengundurkan diri. Namun karena alasannya tidak kuat, forum tidak menerima. Dan secara musyawarah mufakat, Muscab ke-4 menetapkannya sebagai Ketua FLP Tuban periode 2022-2024.

    Setelah ditutup, acara terakhir adalah ramah tamah: makan-makan, ngobrol ringan, penyerahan cendera mata, hingga foto bersama. Yang unik, sambil makan kami disuguhi tari anak Sanggar Caraka.

    Saya percaya, amanah tak pernah salah memilih pundak yang memikulnya. Dan seperti apa pun rencana kita, pada akhirnya, rencana Allah-lah yang selalu menjadi kenyataan terbaik untuk kita jalankan. [Muchlisin BK]