FLP Jatim Apresiasi Peluncuran 8 Buku Solo Siti Huroirohmatin

67
Peluncuran buku siti huroirohmatin flp gresik
Dari kanan: Siti Huroirohmatin, Moch. Choliq, Muchlisin BK

Berbakti, berkarya, berarti. Moto Forum Lingkar Pena (FLP) tersebut benar-benar diamalkan oleh Siti Huroirohmatin. Di antara buktinya, Koordinator Divisi Bisnis FLP Gresik ini meluncurkan delapan buku solo di Hotel Khas Gresik, Ahad (20/11/2022). Peluncuran itu digelar bersamaan dengan syukuran ulang tahun pernikahan perak Bu Atin –sapaan akrab Siti Huroirohmatin- dan Pak Choliq.

Delapan buku yang diluncurkan tersebut adalah buku Emas dan Perak, Guru Prestasi Memberiku Berjuta Arti, Daring yang Menyenangkan, Cergam Teratai di Telaga Rambit, Cergam Asyiknya Mengenal Udang Vanami, serta Metode Membaca Tanpa Mengeja (MMTM) jilid 1, 2, dan 3.

Ketua FLP Jawa Timur Muchlisin BK yang diminta memimpin doa pada peluncuran delapan buku tersebut menyampaikan selamat kepada Bu Atin karena telah menjadi contoh dalam produktivitas karya. FLP Jawa Timur mentargetkan terbitnya 50 buku solo karya anggota FLP se-Jawa Timur pada tahun 2022. Bu Atin sendiri telah menyumbang 16 persen dari target tersebut.

Sejumlah pejabat pemerintah juga hadir dalam peluncuran buku tersebut. Antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik Budi Raharjo, dan Anggota DPRD Syaikhu Busiri.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mengapresiasi karya-karya Siti Huroirohmatin. Dinas Pendidikan merasa terbantu oleh peraih juara 1 lomba menulis se-Bakorwil Bojonegoro tersebut. Majalah Namira yang sebelumnya kembang kempis, kini menjadi aktif dengan kehadiran Bu Atin dan penulis lainnya.

Sementara itu, Syaikhu Busiri memuji Siti Huroirohmatin sebagai sosok pendidik teladan. Sebab di tengah kesibukannya, ia masih sempat mengelola Rumah Dhuafa yang memberikan bimbingan belajar gratis untuk anak-anak jalanan.

“Saya kemudian meminta kepada Bu Atin agar mampu mengembangkan kurikulum sendiri untuk Rumah Dhuafa. Akhirnya tersusunlah kurikulum belajar membaca itu dalam buku Metode Membaca Tanpa Mengeja (MMTM) jilid 1, 2, dan 3 yang kita luncurkan pada hari ini,” kata Anggota Badan Anggaran DPRD Gresik itu. []

Konten sebelumnyaSudahkah Kita Tersenyum Hari ini?
Konten berikutnyaSebaik-baik Tetangga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini