Sebaik-baik Tetangga

1

Diantara kebahagiaan seorang muslim di dunia adalah tetangga yang shalih, rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman (HR. Ahmad)

Sebagai seorang yang hidup bermasyarakat tentu kita tak lepas dari bertetangga. Ada yang namanya tetangga dekat yang jarak rumahnya di samping kiri, kanan dan depan rumah kita. Ada pula tetangga jauh, seperti tetangga satu kampung misalnya.

Namun dalam hidup bertetangga, tentu kita tidak asal dalam bersikap. Ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Yakni jangan sampai sikap atau kata-kata kita menyakiti tetangga kita. Jika mempunyai makanan, kita berbagi. Jika ada yang kesulitan, kita ringankan bebannya dengan menolong semampu kita.

Karena tetangga adalah orang paling dekat dengan kita, yang setiap hari berinteraksi dengan kita, bertemu, bertatap muka, bertegur sapa. Jika suatu saat terjadi apa-apa dengan kita atau keluarga kita, maka tetangga adalah orang yang pertama kali kita repotkan.

Sebagai contoh saat keluarga kami terkena covid pada masa awal pandemi 2020 silam, para tetangga berbondong memberikan makanan, menggalang dana untuk membantu kami yang sedang isoman, bahkan mereka rela kami repotkan untuk membelikan kebutuhan kami saat itu. Jika tidak? Apa yang akan terjadi? Bagaimana dengan makan kami? Kebutuhan kami sehari-hari?

Masyaallah sungguh anugerah yang luar biasa, ketika kita mempunyai tetangga yang baik, peduli pada kita dan keluarga kita, tetangga yang memberikan rasa aman dan nyaman karena sikapnya. Namun, sebuah musibah juga saat kita mempunyai tetangga yang julid, kepo, tukang ghibah apalagi tukang fitnah. Naudzubillah min dzalik, semoga kita Allah lindungi dari menjadi tetangga yang seperti itu.

Maka sebelum kita menginginkan tetangga yang baik, mari kita perbaiki diri kita untuk menjadi tetangga yang baik pula, sehingga kita layak untuk menjadi sebaik-baik tetangga di hadapan Allah.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, yang artinya “sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah sebaik-baiknya sahabat di hadapan manusia, dan sebaik-baik tetangga di hadapan Allah adalah sebaik-baik tetangga di hadapan tetangga yang lainnya” (HR. Tirmidzi)

Konten sebelumnyaFLP Jatim Apresiasi Peluncuran 8 Buku Solo Siti Huroirohmatin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini