Ketika Rencanamu Ambyar!

72
ketika rencanamu ambyar - bedah buku hijrah itu keren

Selasa kemarin, saya mendapat undangan untuk menjadi narasumber bedah buku di Kantor Pemkab Bojonegoro. Buku yang dibedah adalah karya saya tiga tahun lalu, Hijrah Itu Keren. Namun, versi cetakan baru tahun ini yang cover-nya lebih menarik untuk mahasiswa dan isinya lebih tebal dari sebelumnya.

Dari GKB pukul 06.30 WIB, saya memperkirakan sampai di lokasi sebelum acara dimulai. Sebab beberapa kali ke Bojonegoro, perjalanan tidak sampai dua jam. Qadarullah, begitu memasuki Kabupaten Lamongan, tepatnya Kecamatan Deket, macet. Awalnya merayap, lalu berpuluh menit kemudian benar-benar berhenti. Macet total.

Sekitar satu jam kemudian saya sampai di episentrum kemacetan. Sebuah truk terguling. Gabah yang diangkutnya tumpah menghalangi jalan.

Selesai? Tidak. Ekor kemacetan memanjang hingga di batas kota Lamongan – Turi. Kadang bisa bergerak perlahan, kadang terhenti. Total hampir dua jam kami tertahan kemacetan. Saya sebut kami karena istri dan anak-anak ikut serta. Memang biasanya begitu kalau saya ada acara di luar kota. Apalagi kalau panitia atau pesertanya mahasiswi, istri selalu mendampingi.

Baca juga: Sesuk

Terjebak macet hingga kendaraan benar-benar terhenti kadang membuat kita jengkel. Bahkan tidak sedikit orang yang marah, memaki kondisi. Apakah kemacetan jadi terurai? Tidak, justru depresi sendiri. Apakah bisa mengubah keadaan? Tidak, justru jadi sakit hati.

Saya sadar rencana saya ambyar. Namun, saya harus memeluk takdir-Nya dengan penerimaan. Saat mobil benar-benar terhenti, saya turun lalu membuka bagasi. Mengambil buku Quantum Reading kemudian membacanya. Memang yang dibedah adalah Hijrah Itu Keren, tetapi saya ingin memberikan pengantar dengan berbagi bagaimana kiat membaca efektif. Membaca lebih cepat dan apa yang kita baca lebih mudah kita ingat.

Baca juga: Hujan Tere Liye

Alhamdulillah lelah di tengah kemacetan terbayar tunai begitu sampai di lokasi. Sekitar pukul 10.30 WIB saya memasuki ruangan dan langsung dipersilakan ke depan. Pas giliran waktu saya pemaparan. Puluhan mahasiswa dari enam kampus menyimak dengan antusias. Saat diskusi, semua perwakilan kampus aktif berpartisipasi. Saya bangga mendengar pertanyaan-pertanyaan mereka yang kritis dan bergizi.

Selalu berbaik sangka ketika rencanamu ambyar

Saya sendiri sangat puas dengan bedah buku kali ini. Rasanya banyak ide yang mengalir deras baik saat pemaparan maupun saat menjawab pertanyaan. Saya percaya, selalu ada hikmah di balik rencana-Nya. []

Konten sebelumnyaPengukuhan FLP Cabang Nganjuk
Konten berikutnyaSemua Berawal dari Coretan Pena

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini