Beranda Berita FLP Parade Puisi Palestina: FLP Sidoarjo Suarakan Kepedulian Melalui Karya

Parade Puisi Palestina: FLP Sidoarjo Suarakan Kepedulian Melalui Karya

8
Puisi Palestina

Forum Lingkar Pena (FLP) Sidoarjo menggelar Parade Puisi Palestina pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Aula Munali Patah, Dewan Kesenian Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata para pegiat literasi dalam menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi yang dialami masyarakat Palestina.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta FLP Wilayah Jawa Timur–di waktu yang sama juga menyelenggarakan Parade Puisi secara daring. Parade puisi juga merupakan hasil kolaborasi antara FLP Sidoarjo, Forum Deklamator Jawa Timur, dan Putra-Putri Delta Sidoarjo.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan perwakilan Putra-Putri Delta Sidoarjo yang membacakan puisi berjudul “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu” karya Taufik Ismail. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menggugah emosi dan semangat solidaritas para peserta dan tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, FLP juga membacakan pernyataan sikap terkait konsistensi pembelaan terhadap Palestina dalam kebijakan nasional dan internasional. Pernyataan sikap tersebut memuat beberapa poin penting, antara lain terkait bergabungnya Indonesia dalam inisiatif BoP yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza, perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat mengenai tarif bea masuk nol persen, serta desakan pencabutan izin PT Ormat Geothermal Indonesia.

Parade puisi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan karya dari perwakilan Forum Deklamator Jawa Timur, FLP Sidoarjo, Dewan Kesenian Sidoarjo, serta FLP Wilayah Jawa Timur. Sebagian besar puisi yang dibacakan merupakan karya Irsha Zahida, Sekretaris FLP Sidoarjo, yang pada kesempatan tersebut juga merilis buku kumpulan puisi berjudul Kalacakra Palestina.

Buku tersebut memuat puisi-puisi yang lahir dari kegelisahan dan empati terhadap perjuangan rakyat Palestina, menggambarkan tentang pengorbanan, perlawanan, dan harapan bagi kemerdekaan mereka.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi sastra yang membahas puisi-puisi bertema Palestina. Dalam diskusi tersebut, Zabit, penyair dari Forum Deklamator Jawa Timur, menyampaikan bahwa seniman memiliki peran penting dalam menyuarakan nilai kemanusiaan melalui karya.

“Kontribusi seniman sastra adalah menyuarakan melalui karya, salah satunya dengan berpuisi. Berjuang lewat sastra,” ujarnya.

Ketua Umum Dewan Kesenian Sidoarjo, Ribut Wijoto, dalam sambutannya juga menyampaikan harapannya agar FLP Sidoarjo terus berkembang dan mampu menjadi pionir dalam gerakan literasi yang menyuarakan solidaritas kemanusiaan.

Sementara itu, penyair senior Forum Deklamator Jawa Timur, Bagus, berharap agar FLP terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat gerakan literasi yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Harapannya FLP bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk terus menyuarakan perjuangan melalui puisi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FLP Sidoarjo menegaskan bahwa sastra bukan sekadar karya estetika, tetapi juga media perjuangan dan solidaritas kemanusiaan. Parade Puisi Palestina diharapkan menjadi salah satu langkah kecil dari dunia literasi untuk terus menyuarakan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Konten sebelumnyaGelar Parade Puisi Palestina, Satukan Solidaritas Melalui Sastra
Konten berikutnyaDari Tadabbur ke Ide Tulisan, Menggali Inspirasi dari Al-Qur’an

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini