Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina, Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur menggelar Parade Puisi Palestina pada Sabtu (7/3) pukul 15.30 WIB daring melalui Zoom Meetings. Kegiatan ini diikuti oleh anggota FLP dari berbagai cabang di Jawa Timur sehingga memungkinkan partisipasi yang lebih luas dalam menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina melalui karya sastra.
Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat. Setelah itu, peserta mendengarkan sambutan Ketua FLP Jawa Timur, Ika Safitri, yang menjelaskan bahwa kegiatan Parade Puisi Palestina ini merupakan turunan dari Divisi Kepalestinaan BPP FLP. FLP Wilayah Jatim mengadakan acara tersebut untuk memfasilitasi FLP cabang di Jawa Timur untuk menyemarakkan kegiatan dimaksud.
Dalam kesempatan tersebut, Rafif Amir turut memberikan materi dengan menyoroti posisi Palestina dalam konflik dunia saat ini. Dinamika konflik di Timur Tengah masih memunculkan kekhawatiran global. Ia menyinggung bahwa berbagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata terus terjadi sehingga memperpanjang penderitaan masyarakat sipil, khususnya di Gaza. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan perhatian dunia internasional serta dukungan moral dari masyarakat global.
Rafif Amir juga menjelaskan bahwa dalam dinamika geopolitik kawasan, terdapat banyak kepentingan yang saling berhadapan, termasuk dukungan dari berbagai negara terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik. Situasi ini, menurutnya, membuat ketegangan di Timur Tengah berpotensi meluas apabila tidak segera menemukan jalan damai.
Ia menekankan pentingnya masyarakat sipil untuk tetap menunjukkan kepedulian. “Perlu ada kegiatan seperti ini untuk reminder kita untuk membela Palestina dengan kemampuan kita,” ujarnya.
Momen utama kegiatan adalah pembacaan puisi Palestina oleh para anggota FLP dari berbagai cabang di Jawa Timur. Para pembaca puisi tersebut antara lain:
- Riya – FLP Bangkalan
- Jams – FLP Sidoarjo
- Alifah Oktafiyani – FLP Lamongan
- Dwi Ariana Irawati – FLP Malang
- Sayyidah Nuriah – FLP Gresik
- Fatmawati – FLP Pamekasan
- Anita – FLP Ponorogo
- Ardha – FLP Pacitan
Puisi-puisi yang dibacakan menggambarkan duka, harapan, serta semangat perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi konflik yang berkepanjangan. Melalui kata-kata yang puitis dan penuh empati, para pembaca puisi Palestina menyampaikan solidaritas dan doa bagi kemerdekaan serta kedamaian Palestina. Pembacaan puisi menjadi medium ekspresi yang kuat untuk menyampaikan empati dan solidaritas.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk Palestina serta penyampaian informasi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat Palestina melalui lembaga penyalur resmi.
Sebagai penutup, FLP Jawa Timur membacakan pernyataan sikap organisasi yang menegaskan komitmen para penulis untuk terus menyuarakan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian melalui karya sastra.
Sebagai bentuk apresiasi, FLP Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada dua pembaca puisi terbaik, yaitu Sayyidah Nuriah (FLP Gresik) dan Fatmawati (FLP Pamekasan) atas penampilan dan penghayatan puisi yang dinilai paling kuat menyampaikan pesan solidaritas.
Melalui kegiatan ini, FLP Jawa Timur berharap sastra dapat terus menjadi ruang refleksi dan perjuangan moral yang menghidupkan empati serta kepedulian terhadap sesama manusia di berbagai belahan dunia.













