Review Buku; Kematian Adalah Nikmat

60

Judul: Kematian Adalah Nikmat – Edisi Baru

Penulis: M. Quraish Shihab

No. ISBN: 9786027720817

Penerbit: Lentera Hati 

Tanggal terbit: Mei – 2018

Jumlah Halaman: 274 hlm

Banyak manusia yang tidak menyadari persoalan hidup dan mati. Mereka melihat kematian dan menduganya hanya menimpa selainnya. kehidupan dan kematian itu sendiri didasari oleh kehendak Allah. Yang dimaksud dengan kehidupan yaitu diri manusia, dalam bentuk lain ruh atau nafs yang ditandai dengan gerak rasa dan tahu, sedangkan mati adalah terputusnya hubungan ruh dan jasad serta berpindahnya dari suatu tempat ke tempat lain. Pandangan mati menurut dokter dan ilmuwan yaitu terhentinya denyut jantung.

Mengapa ada hidup dan mati? dalam konteks hidup, Allah pemilik hidup yang langgeng. Di

Al-Quran surat Al Anbiya ayat 16-18   dijelaskan bahwa kebatilan memiliki kelemahan yang menjadikan tidak bertahan lama kendati terlihat begitu perkasa, karena Allah menyegerakan kekuatan lahir dan batin kepada hamba-Nya sehingga mereka mampu melepas kebatilan. Sedangkan manusia mengalami evolusi, pendapat ulama menegaskan bahwa evolusi manusia merupakan tahap yang dilakukan sejak awal sebelum kehadirannya sampai dengan kembalinya

Di Al-Quran juga di jelaskan  bahwa tidak semua yang berwujud dapat terjangkau oleh panca indra manusia, sejak dalam rahim ibunya sampai dengan kematian. Bahkan manusia tidak pernah luput dari kesalahan demi kesalahan, bebas dari rasa lapar belum tentu bebas dari penyakit dan kalaupun bebas dari keduanya tidak mungkin bebas dari ketuaan yang sedikit banyak menggelisahkannya, pada akhirnya kematian merenggut jiwanya.

Sebagai  seorang    muslim  hendaknya  meneladani Allah  dalam  hidupnya,  sesuai kemampuannya, dengan melakukan introspeksi apakah  telah memilih jalan yang benar? Karena manusia sendiri tidak mampu hidup melampaui usianya di dunia, maka kelanggengan hidupnya tercermin pada keharuman namanya khususnya setelah kematiannya serta pada karya-karyanya yang bermanfaat.

Di dunia manusia ditimpa berbagai ujian, apa yang diperoleh dengan beraneka kenikmatan akan dicabut dengan kematian. Dunia juga jalan kebahagiaan bagi yang mematikannya dengan mencari bekal kebaikan. Sebaik-baik manusia adalah yang punya usia dan amalan-amalannya yang panjang.

Banyak orang yang tidak punya harta, tapi bisa bergembira, ini membuktikan bahwa kemiskinan yang dialami sering diciptakan oleh yang bersangkutan sendiri. Menurut pandangan Islam kehidupan dunia kalau dibandingkan akhirat kecuali sedikit yakni waktu, tempat, kedudukan dan kenikmatannya kerendahan dapat diubah menjadi kemurahan yang dihiasi dengan nilai Ila

hi.

Usia dan amalannya diistimewakan oleh dengan Allah dengan ilmu. Sedangkan Allah pemilik ilmu tertinggi dan mulia, sehingga siapa yang mengenalnya pasti merupakan orang yang mulia.

Begitu juga dengan Maut, persoalan semua generasi yang hidup karena orang Punya keinginan bisa hidup selama mungkin

Maut adalah pemicu segala kelezatan duniawi, dia adalah penyeru hidup orang-orang yang lalai. Kehadirannya tidak dapat terungkap kecuali bagi hamba-hamba Allah yang diilhami keyakinan akan hadirnya maut akan mendorong seseorang untuk mempersiapkan bekal hidup sesudah mati, untuk itu para rasul menyuruh berziarah kubur untuk mengingat kematian. Untuk itu jika ingin mengenal maut, maka kenalilah hidup.

Kalau ingin mengetahui hakikatnya maut maka pelajarilah bagaimana proses yang dilahirkannya. Karena Lahir di dunia proses awal, sedangkan kematian adalah  proses terakhir dari kehidupan. Pertama terjadinya kematian Itu saat dicabutnya roh dari jasad manusia. Roh keluar dari jasad melalui kerongkongan, saat itulah tidak lagi diterimanya tobat.

Proses kematian yang merupakan pengalaman kembali dari tanah kembali ke tanah. Pada seorang mukmin saat malaikat maut mencabut nyawanya ketika itu di perlihatkan tempat yang akan dihuninya di surga, sehingga jiwanya merasa tenang.

Dokter pakar filsafat melukiskan tentang ruh, ruh itu menyertai Anda saat sangat dekat dengan anda meyakini bersama darah bergerak di setiap anggota tubuh, namun ia enggan terlihat dan sangat sulit dikenal, jika anda ingin melihatnya dia menyelubungi dengan takbir yang begitu hati-hati sehingga cahaya mata tidak mampu menembusnya karena begitu mulia sehingga tidak dilihat oleh mata kepala yang bersifat materi .

Ada jalan melihatnya, melalui mata hati,cobalah berusaha membunuh diri untuk memusnahkan ruh dengan badan Anda, niscaya dia enggan meninggalkan anda karena merasa bahwa jasad tempat dia bergerak dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kebajikan di alamnya sana, dia tidak mengenal tempat terpuji dan positif, dengan Indra dia bisa melihat dan dapat mencapai budi pekerti yang luhur.

Sebelum kematian mengalami sakratul  maut. Sakaratul maut bentuk jamak dan kata sakura artinya penutup, dipahami oleh Islam dari kesulitan  dan perih yang  dialami seseorang beberapa saat sebelum meninggal tidak akan berhenti kecuali dengan kematian. Amal-amal Saleh  seseorang  sebagai bius  penghalang  rasa sakit yang  sedang  mengalami kematian

Dokter yang menelitii beberapa yang mati suri, mereka seakan melihat tubuh tanpa kehidupan mereka juga mendengar   pembicaraan di sekelilingnya. Jiwa mereka keluar dari tubuhnya

Kebanyakan orang yang mengalami mati suri adalah percaya sepenuhnya wujud Tuhan ,dan eksistensi jiwa serta kehidupan di alam selain alam materi. Kematian itu bukan ketiadaan, ini dibutuhkan dengan sel-sel dari organ makhluk hidup dapat bertahan bila ditempatkan di tempat dengan kondisi yang sesuai, contoh adanya transplantasi ginjal, mata.

Kematian di dunia terjadi karena kerusakan wadah sel-sel yang menyebabkan tidak berfungsinya sel-sel tersebut dan mengalami kematian. Orang yang percaya dengan kematian,

dia akan kembali pada Tuhan dan merasa kematian adalah hikmah dan merupakan jalan menuju kebahagiaan yang abadi .

Di Al-Quran dijelaskan jika kematian telah tiba maka tidak ada yang dapat diambil atau dikurangi. Iman dan ilmu, apa yang dipercaya adalah sesuatu yang tidak diketahui karena pengetahuan itu sendiri .

Iman dan kalbu percaya adanya kematian. Kalbu mempercayai sesuatu karena ada dorongan dalam hati untuk berhubungan dengan alam yang tiada terjangkau oleh nalar dan sifatnya tidak terbatas. Nalar akan berlabuh, sedang iman terus mengembara ia akan berlabuh saat hati menyadari bahwa kemampuan akal gagal mengetahui , ketika itu ia merasa tenang dengan imannya kemampuan nalarnya gagal mengetahui dan ketika itu ia merasa tenang dengan keimanannya Tingkat keimanan pembenaran sepenuh hati kebenaran sesuatu berdasarkan dalil bukan dalih

Pembenaran dengan sepenuh hati objek keimanan, pembenaran dengan sepenuh hati ucapan berdasarkan dalil yang digunakan banyak orang manusia tidak dari takdir dari rohani dan jasmani.Akal tidak mampu memahami hidup alam metafisika dan itu bukti akal memiliki keterbatasan .

Mereka yang mengingkari wujud alam maka fenomena berdasarkan akal telah menganiaya dirinya sendiri menzalimi akalnya karena dituntut menjangkau sesuatu yang berada di atas kemampuannya mereka yang merasa tenang dengan petunjuk akalnya akalnya telah menghalangi dan merasakan makna hidup yang sesungguhnya.

Berpikir dengan hati akan percaya bukan karena tahu, bukan karena pengolahan akal tetapi karena kesadaran yang lahir dari lubuk hati. Kesadaran akan kelemahan dari pencapaian pengetahuan,  itu akan terjadi kepasrahan didasari itulah ada ketenangan hati Menjernihkan pikiran merupakan berdialog dengan sang pencipta itulah yang dikehendaki oleh intrinsik agar ia mampu menemui hati ,sehingga informasi yang disampaikan lengkap  dan dicerna oleh hati.

Semua yang ada di dunia ini berpasangan, jika logika berpasangan dengan alam materi- materi tidak dapat dibuktikan di laborat tetapi cukup banyak indikator yang membuktikannya seperti saat dalam kandungan, mulut janin belum berfungsi dan makanan dari tali pusat maka sudah terbentuk tapi belum berfungsi ,begitu juga dengan mata kita dapat melihat yang kasat setelah kematian ,akan menjadi lebih tajam sehingga mampu melihat apa yang ada dalam dunia alam berasal, sedangkan  kehidupan alam barzah yang dihuni oleh orang-orang mati Sebelum mereka bangkit dari kubur .

Siapa yang menginginkan wujudnya maka keislamannya menjadi cedera, alam barzah bukan di dunia dan di akhirat. di alam barzah sebuah realitas perantara yang memisahkan kehidupan dunia dan akhirat. semua yang telah mati hidup dengan kehidupan yang sesuai dengan sifat dan kondisi alam itu. Mereka menanti untuk dibangkitkan dari alam Barzah menuju hari kebangkitan yang di awali dengan peniupan sangkakala.

Sedangkan hari kiamat ditandai dengan binatang melata atau manusia dari bumi yang akan bicara dengan mereka ,menyatakan bahwa sesungguhnya manusia dalam hal ini yang durhaka tidak mengalami tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah, yang terbaca dan terhamparkah di alam raya.

Jika kiamat telah mendekati, bumi ini akan terpenuhi oleh kejahatan dan keserakahan lalu terjadilah kiamat yang didasarkan oleh orang-orang kafir. Setiap muslim harus percaya bahwa ada sebuah yang akan dimunculkan Allah yaitu hari kiamat. manusia merasa mampu melakukan segala sesuatu maka ketika ketentuan Allah  tiba ,kepunahan manusia pun datang yaitu adanya hari kiamat tanda yang diungkapkan   jika suatu tugas diserahkan bukan pada ahlinya jika ibu melahirkan budak tuanya terbitnya matahari pada Barat.

Allah menghidupkan manusia melalui peniupan sangkakala yang wajib dipercaya setiap muslim bahwa ada waktu yang telah ditentukan Allah yang tidak satu makhluk pun mengetahui kapan datangnya. Manusia dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan amal masing- masing lalu mereka mendapat balasan dan ganjaran saat di padang mahsyar .

Begitu mencekamnya kehidupan ketika itu bukan saja sekedar yang keturunan ibu bapak, suami istri yang selama ini menjadi pasangan hidup anak-anak pun yang orang tuanya bersedia berkurban untuknya dihindari dan dijauhi.

Setelah itu ada hisab atau perhitungan, ketika amal-amal manusia sudah sedemikian jelas dan setiap orang telah menyadari kesalahannya namun pengadilan Ilahi juga dilaksanakan untuk membuktikan tidak ada dalih yang dapat dikedepankan untuk menyatakan kesalahan bukan hanya pembuatan dosa yang dimintai pertanggungjawaban, tetapi juga nikmat-nikmat yang  diperoleh  tersangka pun  tidak  dapat  menyela karena Allah  Maha  Tahu  perhitungan. Dilakukan ada yang berkaitan dengan hak Allah dan juga hak manusia banyak yang Allah

maafkan sebelum kematian manusia.

Adapun menyangkut hak pihak lain Allah memberi kebebasan kepada masing-masing untuk menuntut paling tinggi. mentakwilkan kembali bayi-bayi yang menuntut jika manusia yang dituntut dinilai Allah wajar memperoleh anugerahnya Mizan atau timbangan Allah masih mentoleransi orang-orang yang berbuat dosa, selama beban dosanya tidak lebih besar daripada beban kebaikannya. Dalam konteks ini Allah menghadirkan apa yang dinamai Mizan atau timbangan. Barang siapa berat timbangan akan memperoleh surga .

Kebaikan Allah  menimbang  amalan  dengan  menggunakan  tolak  ukur  hak  dan  beratnya

,ketetapan tolak ukur itu yang harus diyakini keadaan Allah akan sangat nyata dan sempurna tidak ada seorang pun yang terhukum menyangkalnya .

Sebelum mencapai assirot melalui telaga yang sangat jernih siapa yang meminumnya tidak akan merasa haus lagi, ketika itu banyak yang berebut ingin meminumnya tetapi hanya kaum muslimin yang berkenan dan mempunyai tanda yang tidak dimiliki umat yang lain yaitu cahaya wajah dan dari bekas air wushu yang membasahi anggota badan.

Menurut riwayat At Tarmizi melalui surah nabi bersabda setiap nabi mempunyai telaga, mereka berbahagia dengan banyaknya pengunjung kiranya telaganyalah yang banyak pengunjungnya. Sirat atau jalan yang lebar sangat luas tetapi para penduduk enggan berjalan di tengah mereka berjalan di tepinya yang berujung neraka. Sangat wajar jika terjadi pada orang yang sempurna ketakwaannya dan cepat bergembira kalau  mampu  bagaikan kilat maupun merayap .

Sedangkan sanksi dan ganjaran ukhrawi Ada yang bersifat duniawi dan uhrawi.Pembalasan dunia diberikan baik secara perorangan maupun kelompok.

Siapa yang mentaati atau melanggar hukum Allah akan mendapat imbalan di dunia juga diberikan secara sempurna di akhirat. Diberikan di dunia sebagai panjar beda dengan dunia

ganjaran  dan  sanksi ukrowi diberikan  secara individual,  karena jika   ganjaran  diterima sempurna di dunia maka ujian Allah pada manusia tidak terlaksana.

Hal tersebut tidak menghilangkan faktor ujiannya, sedangkan bentuk sanksi dan ganjaran jika di neraka sangat geram terhadap setiap yang masuk di dalamnya.  mempunyai tujuh pintu, ada pendapat ulama yang mengatakan karena ada tujuh anggota tubuh manusia yang mempunyai sumber-sumber kedurhakaan yaitu mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, hati, kaki dan tatanga

Penghuni neraka juga makan makanan tetapi makanannya dari darah dan nanah dan juga pohon yang berduri, siksa paling ringan neraka dikarenakan sebagai bara api yang diletakkan di telapak kaki, yang menjadikan otaknya memendidih

Demikianlah hidup dan mati, perjalanan manusia menuju kehidupan sempurna dan

Abadi.

Penulis; Reza Ordelia, Divisi Bisnis FLP Jawa Timur

Konten sebelumnyaAbu Bakar (Bagian 5): Perhatian Tanpa Tapi Demi Umat
Konten berikutnyaFLP Ranting Al-Mawardi Putri Dikukuhkan, RK. Badrut Tamam: “Saya Harap FLP Ini Dijaga”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini