Tag: ulasan

  • Tanah Para Bandit: Novel Tere Liye Paling Berani

    Tanah Para Bandit: Novel Tere Liye Paling Berani

    Jika kamu penggemar serial Pulang Pergi Tere Liye, pasti tidak asing dengan tokoh utama Bujang si Babi Hutan. Novel Tanah Para Bandit yang merupakan seri terbaru dari serial aksi karya Tere Liye ini semakin melengkapi puzzle kehidupan Bujang. Sekaligus menambah kompleks cerita seputar keluarga penguasa shadow economy (ekonomi bayangan).

    Dan seperti novel-novel aksi sebelumnya, novel ini juga menyajikan pertarungan seru yang memanjakan penggemarnya. Mulai dari baku hantam hingga baku tembak. Mulai dari ‘pertunjukan’ berbagai jurus bela diri hingga serbuan senjata api.

    Dari serial Pulang Pergi Tere Liye, kita telah mengenal tokoh utama Bujang alias Agam yang juga memiliki panggilan Si Babi Hutan. Bujang merupakan kepala keluarga Tong penguasa shadow economy. Namun, ia mengundurkan diri dari posisi yang pengaruhnya melebihi kepala negara itu.

    Mundur dari jabatan pemimpin tertinggi, tidak membuat Bujang lepas dari konflik shadow economy. Ia selalu terlibat dalam pertarungan antarkeluarga shadow economy, juga terlibat dalam konflik antara shadow economy dengan kekuatan besar lain yang ingin menghancurkan mereka. Bujang yang menginginkan keseimbangan dunia memilih sikap menjaga keluarga-keluarga shadow economy agar saling menghormati.

    Sinopsis Novel Tanah Para Bandit

    Tanah Para Bandit memperkenalkan tokoh baru. Namanya Padma. Di masa kecilnya, Padma adalah teman Bujang. Mereka bertemu secara tak sengaja. Tepatnya ketika Padma sedang butuh healing setelah mendapat hukuman akibat tidak memenuhi target latihan keras dari Abu Syik. Padma mendapati sebuah tempat indah tersembunyi di hutan. Di situlah ia bertemu Bujang yang juga menjadikan tempat itu sebagai ‘pelarian.’

    Pertemanan itu ternyata menumbuhkan sebuah rasa. Padma baru menyadarinya saat berpisah dari Bujang yang secara tiba-tiba meninggalkan Talang bersama para pemburu babi hutan.

    Demikianlah cinta. Terkadang kita berusaha menepis sebuah rasa, meyakinkan diri sendiri bahwa kita tidak sedang jatuh hati. Namun, kita tidak bisa mengelak ketika rasa kehilangan itu tiba-tiba menyergap begitu berpisah dengannya.

    Latihan keras dari Abu Syik segera mengembalikan Padma ke kehidupannya. Ia pun tumbuh menjadi gadis yang mampu berlari secepat kuda, melompat lebih tinggi dari tubuhnya, dan mampu melubangi pohon dengan jarinya. Tak hanya bela diri, Abi Syik juga melatih Padma dengan pengetahuan dan berbagai kecerdasan. Meskipun tidak sekolah, Padma tumbuh menjadi gadis cerdas dan berwawasan luas berkat buku-buku terbaik yang Abu Syik datangkan dari kota.

    Padma sempat bertanya-tanya saat Abu Syik mengatakan bahwa Organisasi mengaktifkannya. Rupanya, Padma mulai mendapat misi untuk menghancurkan ladang ganja dan pengiriman narkoba. Kehidupannya berubah menjadi penuh tantangan dan Padma mulai mendapat jawaban mengapa selama ini ia menjalani berbagai latihan. Padma juga mulai mengetahui bahwa negeri ini penuh bandit. Sebagian aparatnya melindungi para bandit. Bahkan mereka menjelma menjadi para bandit itu sendiri.

    Kehilangan kedua Padma rasakan ketika Abu Syik meninggal usai misi kedua. Mereka berhasil menggagalkan pengiriman ganja dan memusnahkan barang haram itu tetapi Abu Syik tertembak. Wasiat terakhir Abu Syik mewajibkan Padma pergi ke ibukota, bergabung dengan Organisasi untuk melawan para bandit.

    Sesampainya di ibukota, Padma memilih jalan hidupnya sendiri. Ia tidak menemui orang Organisasi tetapi memilih kuliah di universitas ternama. Tentu saja tidak terdaftar sebagai mahasiswa. Padma asal masuk kelas lalu mendengarkan dosennya. Istimewanya, Padma justru bisa kuliah di 12 jurusan.

    Di kampus itulah Padma kenal dengan Thomas, mahasiswa Fakultas Ekonomi yang kelak menjadi seorang konsultan keuangan dan konsultan politik sekaligus kawan Bujang. Ia juga kenal dengan Zaman Zulkarnain, mahasiswa Fakultas Hukum yang kelak bekerja di sebuah firma hukum di Belgrave, London. Dialah yang menjadi tokoh utama yang berhasil mengungkap kisah hidup Sri Ningsih dan membagikan warisan konglomerat merakyat itu dalam novel Tentang Kamu.

    Semasa kuliah itulah Padma kembali berhadapan dengan kelompok bandit yang dulu ia bakar ladang ganjanya. Rupanya, mereka adalah para oknum polisi yang membentuk kelompok Jiwa Korsa. Dipimpin seorang jenderal polisi yang menyebut dirinya kaisar. Novel Tanah Para Bandit menyajikan serunya pertarungan antara Padma dengan Jiwa Korsa.

    Siapakan kaisar pemimpin Jiwa Korsa? Bisakah Padma menang melawan Jiwa Korsa? Akankah ia bertemu kembali dengan Organisasi? Novel ini menjawabnya.

    Baca juga: Suluh Rindu

    Kelebihan Novel Tanah Para Bandit

    Sebagaimana novel-novel aksi sebelumnya, Tanah Para Bandit menyajikan berbagai aksi pertarungan yang sangat seru. Kelebihannya dibandingkan dengan novel aksi lainnya, Tere Liye berhasil menghadirkan sebuah cerita rumit tentang ekonomi dan problematika negara dengan bahasa sederhana.

    Di novel terbaru ini, Tere Liye juga menyisipkan banyak pesan moral untuk pembaca. Mulai dari kecintaan pada belajar, kesungguhan dalam mengembangkan diri, hingga kegigihan dalam berjuang.

    Padma, tokoh utama dalam novel ini, memiliki kecintaan pada belajar yang luar biasa. Sewaktu masih kecil bersama Abu Syik, ia memang agak terpaksa menjalani latihan bela diri. Namun, seiring waktu, kecintaannya pada ilmu dan belajar sungguh luar biasa. Ia suka membaca. Buku-buku berat yang Abi Syik datangkan dari kota, ia lahap semuanya. Yang paling menunjukkan kecintaannya pada belajar adalah saat mengikuti kuliah di 12 jurusan. Padma sama sekali tidak berminat dengan ijazah, ia hanya ingin mendapatkan ilmu.

    Setali tiga uang dengan kecintaannya pada belajar, kesungguhannya dalam mengembangkan diri juga luar biasa. Setelah misi pertama, ia sadar bahwa latihan keras dari Abu Syik sangat ia butuhkan. Padma juga berhasil mengembangkan diri dengan metode belajarnya sendiri. Misalnya bagaimana ia langsung bisa menyetir mobil kali pertama mencobanya. Rupanya, ia telah membayangkan bagaimana caranya menyetir dari buku yang ia baca.

    Sejak kecil, Padma sudah dilatih untuk gigih berjuang. Mulai usia enam tahun, Padma menjalani latihan fisik antara lain melompat dengan beban 5Kg di masing-masing kakinya. Juga berlari untuk mengisi bak air dengan waktu yang terus dikurangi lima menit setiap kali berhasil memecahkan rekornya. Kegigihan dalam berjuang ini juga tergambar dari sebuah kutipan.

    “Tapi waktu, selalu menjadi obat pamungkas. Aku memang ditempa, disiapkan untuk memiliki mental baja, setiap kali aku terjatuh, aku akan berdiri lagi,” kata Padma.

    Novel Tanah Para Bandit juga mengajarkan persaudaraan dan perjuangan melawan kejahatan. Persaudaraan itu tampak nyata dari persahabatan Padma dengan dua orang temannya. Satu orang teman kos ahli komputer dan satu lagi teman Padma yang ahli rekayasa paspor hingga topeng wajah.

    Lalu soal perjuangan melawan kejahatan, itulah inti cerita novel ini. Bagaimana Padma melawan jaringan oknum polisi bernama Jiwa Korsa. Padma berjuang menghentikan tindak kejahatan jaringan bandit yang tidak hanya menguasai kepolisian tetapi juga jaksa hingga para pengusaha.

    Yang paling membuat saya angkat topi adalah keberanian Tere Liye mengangkat tema ini. Meskipun tidak menyebut nama negara dan tidak secara langsung menyebut nama-nama tokoh, novel ini sangat terasa sebagai kritik sosial Tere Liye yang sangat berani. Ia mengkritik aparat hingga menyinggung petugas partai.

    Baca juga: Rasa Tere Liye

    Kekurangan Novel Tanah Para Bandit

    Saya selalu kesulitan kalau disuruh menuliskan kekurangan novel karya Tere Liye. Bisa jadi karena saya bukan seorang kritikus sastra. Bisa juga karena saya memang penggemar novel-novelnya.

    Jika bisa disebut sebagai sebuah kekurangan, mungkin adalah kemampuan Padma yang terlalu luar biasa. Seorang diri, dia bisa melumpuhkan ratusan pasukan. Juga dengan mudahnya menghindari tembakan.

    Berikutnya, soal Kaisar Jiwa Korsa. Jika kekuatannya demikian luar biasa, mengapa ia sampai menyewa 10 samurai untuk menghabisi Padma. Mengapa juga ia menuturkan begitu panjang cerita hidupnya hingga akhirnya Padma mengetahui kelemahannya.

    Baca juga: Sesuk Tere Liye

    Kesimpulan

    Novel Tanah Para Bandit merupakan bacaaan recommended bagi penyuka cerita aksi. Bahkan, kalaupun kamu tidak menyukai novel aksi dan baru menyukai novel cinta seperti Novel Hujan, sekali-kali perlu mencoba membaca novel aksi ini. Ada booster tersendiri dari serunya pertarungan antara Padma dan Jiwa Korsa. Menjadi motivasi untuk lebih sungguh-sungguh belajar dan mengembangkan diri.

    Bagi kamu yang baru kali pertama membaca novel aksi Tere Liye, sebaiknya kamu juga membaca novel sebelumnya. Nah, urutan novel serial Pulang Pergi adalah sebagai berikut:

    1. Negeri Para Bedebah
    2. Negeri di Ujung Tanduk
    3. Pulang
    4. Pergi
    5. Pulang-Pergi
    6. Bedebah di Ujung Tanduk
    7. Tanah Para Bandit

    Menurut saya, novel ini sangat baik mulai dari ide cerita, plot, hingga penokohan dan pesan moralnya. Meskipun sarat pertarungan seru, Tere Liye berhasil membawakan cerita dengan bahasa yang wajar alih-alih mengumbar adegan kekerasan. Sebagai novel aksi mulai segmen remaja, ia nyaris sempurna. []

    Baca juga: Bandit-bandit Berkelas

    Identitas Buku

    Judul buku: Tanah Para Bandit
    Pengarang: Tere Liye
    Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
    Tanggal Terbit: Februari 2023
    ISBN: 978-623- 88296 -7-5
    Tebal buku: 433 halaman
    Dimensi: 14×20 cm
    Berat: 0,355 kg
    Harga: Rp99.000

  • Ulasan Film Black Adam: Ketulusan Perjuangan Antihero

    Ulasan Film Black Adam: Ketulusan Perjuangan Antihero

    Mungkin ada yang heran, mengapa saya menulis ulasan film Black Adam. Biasanya kan menulis ulasan buku. Anggap saja sedang gabut, wkwkw. Oke, langsung saja kita mulai.

    Ketika masyarakat tertindas, mereka merindukan hadirnya sosok pembebas. Siapa pun yang membebaskan mereka dari penindasan, mereka sebut sebagai pahlawan. Meskipun sosok itu berjuang dengan cara yang tidak selazimnya sebagai seorang pahlawan. Kira-kira demikianlah gambaran Teth-Adam dalam film Black Adam.

    Black Adam merupakan film antihero produksi DC Films yang tayang mulai pekan ini setelah beberapa waktu mengalami penundaan. Meskipun terdapat beberapa kekurangan, film yang dibintangi Dwayne Johnson ini cukup memanjakan penonton penyuka laga sinematik. Selain mengubah hirarki kekuatan di Detective Comics Extended Universe (DCEU), film ini juga menghadirkan sejumlah pesan moral terutama tentang ketulusan dalam perjuangan melawan tiran.     

    Sinopsis Film Black Adam

    Film Black Adam menceritakan tentang kota Kahndaq yang sudah 27 tahun dijajah oleh Intergang. Tidak mampu melawan pasukan bersenjata, warga Kahndaq diam-diam merindukan kembalinya Sang Juara yang patungnya berdiri megah di tengah kota. Dialah pahlawan yang telah menumbangkan kekuasan Ahk-Ton, raja zalim yang memperbudak penduduk Kahndaq pada 2.600 SM.

    Petualangan Adrianna (Sarah Shahi), buronan Intergang, dalam mencari mahkota Sabbaq secara tak sengaja membawanya mengucapkan mantra yang membangkitkan Teth-Adam (Black Adam). Adrianna yang dikepung oleh pasukan Intergang pun selamat karena Black Adam tidak memberikan ampun sedikit pun pada pasukan bersenjata itu.

    Dari bagian pertama ini saja, kita bisa melihat kekuatan super Black Adam. Peluru tidak mampu menembus kulitnya. Roket bisa ia tangkis atau belokkan dengan mudahnya. Pesawat tempur dan tank juga dengan gampang ia hancurkan.

    Konflik kedua mulai muncul saat Justice Society tiba di Kahndaq dengan misi menangkap Black Adam. Justice Society  merupakan asosiasi pahlawan super yang bertujuan menjaga stablitas dunia. Bisa ditebak, terjadilah pertempuran antara Black Adam melawan Justice Society. Meskipun dikeroyok empat pahlawan super, Black Adam tak terkalahkan. Kemenangannya justru mendapat dukungan dari warga Kahndaq. Adegan ini cukup piawai merekontruksi persepsi kepahlawanan. Meskipun Justice Society menyatakan cara Adam salah dan kekuatannya berbahaya, toh warga mendukungnya. Sebab yang mereka tahu, siapa yang berhadapan dengan penjajah Intergang, dialah pahlawan.

    Puncak konflik berlangsung setelah Adam menyerahkan diri usai menghancurkan pasukan bersenjata Intergang. Saya sempat mengira film akan selesai dengan antiklimaks seperti ini, rupanya klimaks yang sebenarnya baru saja dimulai. Ishmael berubah menjadi supervilain Sabbac, penerus raja Ahk-Ton. Menyadari keputusan mereka salah dan kekuatan mereka tidak bisa menghadapi iblis itu, Justice Society hanya bisa berharap pada Adam. Bagaimana cara Justice Society membangkitkan Black Adam yang sedang ditahan di bawah laut jauh dari Kahndaq? Bagaimana pula cara Amon Tomaz (Bodhi Sabongui) menggerakkan warga Kahndaq melawan pasukan setan Sabbac?

    Baca juga: Suluh Rindu

    Kelebihan Film Black Adam

    Yang paling saya suka dari film Black Adam adalah keseruan laganya. Hampir sepanjang film penuh dengan aksi seru pertempuran baik saat melawan pasukan Intergang, menghadapi Justice Society, maupun pertempuran final melawan iblis Sabbac. Kecanggihan sinematografinya sangat mendukung adegan-adegan laga ini. Bahkan, teknologi sinematografi film Black Adam berpotensi menjadi yang terbaik dalam sejarah DCEU.

    Meski aksi laga mendominasi, dialog-dialog dalam film ini juga cukup bagus. Beberapa di antara kutipan yang berkesan misalnya ucapan Doctor Fate (Pierce Brosnan), “Kamu memiliki dua pilihan. Kamu bisa menjadi perusak dunia ini. Atau kamu bisa menjadi penyelamatnya. Terserah kamu.” Atau ucapan Black Adam sendiri, “Di dunia ini ada pahlawan dan ada penjahat.”

    Ada pula selingan humor antara Hawkman (Adlis Hodge), Atom Smasher (Noah Centineo), dan Cyclone (Quintessa Swindell). Jumlahnya memang tidak banyak. Namun, justru itulah yang membuat humornya tidak over.

    Pemilihan aktor, terutama Dwayne Johnson sebagai Black Adam sangat cocok dan menjiwai karakter antihero yang hendak dibentuk DCEU. Bintang Fast & Furious ini tampak all out dalam aktingnya. Postur tubuh dan keahliannya sebagai mantan pegulat sangat mendukung memerankan antihero yang tangguh dan tidak peduli penilaian orang.

    Film ini berhasil menghadirkan pahlawan yang berbeda. Lebih tepatnya antihero. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antihero memiliki tiga arti. Pertama, antipahlawan. Kedua, tidak ada unsur kepahlawanan dalam cerita. Dan ketiga, cerita yang tidak memiliki tokoh protagonis. Dalam dunia perfilman, antihero adalah bukanlah orang jahat. Ia adalah tokoh protagonis yang melawan kejahatan tetapi tidak mau disebut sebagai pahlawan. Ia juga melakukannya dengan cara yang seperti karakter utama pahlawan, misalnya menempuh jalan kekerasan atau bahkan terkadang sadis.

    Dalam film ini, warga Kahndaq lebih menyukai Black Adam daripada Justice Society yang berprinsip bahwa pahlawan tidak boleh membunuh. Black Adam berlaku sebaliknya, ia tidak peduli jika aksinya menimbulkan banyak kerusakan, yang penting kejahatan hancur.

    Baca juga: Sesuk Tere Liye

    Kekurangan Film Black Adam

    Banyak cerita yang seakan dipaksakan masuk dalam film ini sehingga plotnya terasa sangat cepat. Misalnya kehadiran Justice Society yang selama 27 tahun penjajahan Intergang mereka tidak hadir. Tiba-tiba, saat Black Adam bangkit kembali, mereka langsung menuju Kahndaq.

    Demikian pula Intergang sendiri. Yang tampil di film hanya prajurit-prajuritnya. Menyisakan banyak pertanyaan, di mana para jenderalnya? Juga mengapa Ishmael yang tiba-tiba menjadi raja padahal selama ini ia terlihat sebagai intelijen yang berpura-pura berteman dengan Adrianna. Artinya ia bukan selevel jenderal atau petinggi pasukan.

    Justice Society sendiri tampak seperti bukan ide original. Sebab sebelumnya DCEU sudah punya Justice League. Sedangkan Marvel Cinematic Universe (MCU) sudah punya Avenger dan X-Men. Terlebih karakter Doctor Fate mirip Doctor Strange dan Atom Smasher mirip Ant-Man.

    Banyak adegan kekerasan dan aksi destruktif pada film ini. Bahkan hampir setiap kali keluar masuk rumah, Adam merusaknya karena menubruk tembok, tidak lewat pintu. Saat pertempuran, banyak organ tubuh seperti tangan dan kaki yang tampak terpotong. Apalagi saat Black Adam membunuh iblis Sabbac dengan merobek tubuhnya menjadi dua.

    Konon, awalnya film ini untuk usia dewasa. Namun akhirnya dirombak menjadi PG-13. Kehadiran karakter muda seperti Atom Smasher konon didesain untuk menarik minat penonton remaja. Selain itu, tentu secara keseluruhan cerita tentang dunia paganisme dan sihir dalam film seperti ini perlu menjadi catatan bagi penonton muslim.

    Baca juga: Hujan Tere Liye

    Pesan Moral

    Kendati ada beberapa catatan di atas, film Black Adam mengandung beberapa pesan moral yang bermanfaat selain fungsi utamanya sebagai hiburan, antara lain:

    1. Ketulusan tanpa pamrih

    Berkali-kali Black Adam mengatakan dia bukan pahlawan. Ya, dia memang tidak ingin dianggap pahlawan. Namun, Adrianna dan Tomaz percaya Adam adalah pahlawan. Pahlawan yang tulus. Sejak kesempatan pertama, Adrianna melihat Adam melindunginya saat ia menghadapi puluhan prajurit Intergang.

    Setelah berhasil mengalahkan iblis Sabbac, Black Adam diminta menjadi pemimpin Kahndaq. Namun, ia justru menghancurkan singgasana dan pergi. Ia tidak tergoda dengan kekuasaan.

    black adam ketulusan perjuangan antihero
    Black Adam duduk di singgasana Kahndaq usai mengalahkan iblis Sabbac (DCEU)

    2. Melawan penindasan

    Sejak awal, Amon Tomaz dan ibunya menunjukkan sikap melawan penindasan dan penjajahan. Meskipun berisiko, keduanya berusaha mengobarkan semangat juang yang pada dasarnya setiap warga Kahndaq juga menginginkan kemerdekaan.

    3. Keberanian

    Anak Black Adam rela menjadi martir 5000 tahun yang lalu demi kemerdekaan Kahndaq. Ia tidak gentar menghadapi eksekusi yang kemudian justru terpilih mewarisi kekuatan Shazam. Kelak, demi menyelamatkan ayahnya, kekuatan itu ia berikan kepada sang ayah.

    Keberanian juga menjadi karakter Amon Tomaz dan ibunya. Apalagi Black Adam yang memiliki kekuatan besar, tidak takut menghadapi siapa pun.

    4. Memperbaiki diri

    Black Adam mengakui bahwa dulu dirinya membunuh Ahk-Ton karena dendam sebab raja itu membunuh anak dan istrinya. Kekuatannya tak terkendali sehingga menghancurkan hampir semua Kahndaq.

    Di dunia modern, setelah berinteraksi dengan Adrianna dan Justice Society, Black Adam belajar menjadi lebih tulus dan mengendalikan diri. Akhirnya ia bisa membunuh iblis Sabbac tanpa menimbulkan kerusakan besar.

    Justice Society sendiri akhirnya juga belajar dari pengalaman untuk memperbaiki sikap dan cara pandang. Akhirnya mereka bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan Black Adam.

    5. Berkorban untuk sesama

    Doctor Fate mencontohkannya dengan menutup kawasan pertempuran di istana Kahndaq sehingga teman-temannya terutama Hawkman bisa selamat. Ia tahu mereka semua tidak mampu melawan iblis Sabbac, karenanya ia sendirian yang bertarung sambil menunggu kedatangan Black Adam. []

  • Ulasan Novel Rasa Tere Liye: Memeluk Masa Lalu dengan Penerimaan

    Ulasan Novel Rasa Tere Liye: Memeluk Masa Lalu dengan Penerimaan

    Bagaimana jika sebuah rasa hadir menyapa? Cinta mungkin membawa bahagia tetapi terkadang kesedihan menyertainya tanpa alasan. Namun, bagaimana jika rasa itu adalah benci dan kecewa? Mengingat nama saja sudah menyakitkan, apalagi bertemu dan memaafkan. Novel Rasa Tere Liye ini secara apik mengemasnya.

    Sebenarnya, hidup adalah kumpulan rasa. Setiap manusia pasti mengecap beragam rasa dalam hidupnya. Tidak mungkin bahagia selamanya sebagaimana juga tidak mungkin seseorang terus bersedih sepanjang hidupnya. Ada duka, ada suka. Kadang sedih, kadang bahagia. Suatu saat membenci, suatu ketika jatuh cinta.

    Namun, ada beberapa rasa yang jika kita tidak pandai mengelolanya, hanya akan membuat kita terpuruk dan menderita. Ada rasa yang jika kita turuti hanya akan menyakiti diri sendiri.

    Baca juga: Tanah Para Bandit

    Sinopsis Novel Rasa

    Novel Rasa  mengisahkan tentang Linda, seorang siswi SMA yang periang, semangat, menyukai proses belajar, dan pekerja keras. Pelajar kok pekerja keras? Ya, sepulang sekolah, Lin bekerja di studio foto milik pamannya. Demi membantu Bunda yang ditinggal Ayah pergi.

    Seisi sekolah mengenal Lin sebagai anak yang ceria, tomboi, suka berteman, dan tidak pernah tertarik dengan lawan jenis. Kepergian Ayah meninggalkan Bunda menjadi faktor terbesar mengapa ia tidak tertarik dengan lawan jenis. Lin hanya tahu bahwa Ayah pergi bersama wanita lain.

    Hingga kemudian sebuah rasa menyapanya. Mengubah banyak hal. Lin yang banyak bicara sempat menjadi pendiam. Lin yang hobi makan hingga mendapat julukan perut karung, sempat kehilangan selera makan. Penampilannya yang tomboi mulai berubah menjadi feminim. Rambutnya yang biasa ditutup topi butut kini digerai. Dan yang menjelma konflik besar, cinta meretakkan persahabatannya dengan Jo karena bersaing memperebutkan cowok yang sama. Keduanya terlibat perang dingin dan saling intrik demi mendapatkan Nando.

    Di sisi lain, Topan kakak Jo jatuh cinta pada Lin. Namun akhirnya patah hati saat ia mau ‘menembak’ Lin di kantin. Saat itu juga hati Topan hancur, wajahnya pucat, dan hari-hari selanjutnya ia tidak bersemangat untuk mengantar Jo dan Lin.

    Rasa yang sama juga menyapa Adit, kakak Lin. Ia jatuh cinta kepada Shopi, anak Pak Haji, tetangga sendiri. Berbeda dengan Topan, rasa di hati Adit juga dirasakan oleh Shopi.

    Rasa lain yang kontras adalah benci dan kecewa. Umumnya, manusia menilai dari persepsinya. Demikian pula Lin yang sangat benci dengan ayah dan ‘wanita lain’ yang ia anggap merampas ayah sejak Lin kelas 5 SD. Jangankan bertemu, mendengar namanya saja Lin sudah sakit hati. Demikian pula Bunda. Hingga ketika ia mendapatkan kisah utuh bahwa yang terjadi tidaklah sesederhana “ayah pergi bersama wanita lain,” persepsi Lin mulai berubah.

    Apakah Lin bisa memaafkan Ayah dan ‘wanita lain’ itu? Bagaimana pula dengan Bunda, bisakah memaafkan keduanya? Lalu seperti apa ujung kisah persahabatan Lin dan Jo, bisakah mereka kembali kompak “di mana ada Lin di situ ada Jo” atau sebuah rasa menghancurkan segalanya? Secara apik Tere Liye membawa pembaca mendaki klimaks dari cerita ini dan menuruni antiklimaksnya.

    Baca juga: Suluh Rindu

    Kelebihan Novel Rasa

    Seperti novel-novel sebelumnya, Tere Liye piawai menggunakan bahasa yang mengalir. Buku setebal 421 halaman ini pun bisa kita baca ‘sekali duduk.’ Dan seperti novel Tentang Kamu, Rindu, Janji, dan sejenisnya, novel Rasa ini membawa kita untuk menyelami berbagai rasa hingga bisa tertawa saat membacanya, bisa pula keluar air mata di bagian lainnya. Jujur, Novel Rasa Tere Liye ini membuat saya menangis, tepatnya pada 30 halaman terakhir. Bagian yang menurut saya paling mengharu biru.

    Meskipun tokoh utamanya adalah anak SMA, novel ini cocok dibaca oleh orang dewasa. Sebab ada konflik rumah tangga antara Ayah dan Bunda serta ‘wanita lain.’ Kita bisa belajar dari kisah ini untuk menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, tidak menurutkan ego, sekaligus belajar cara mengikhlaskan, memeluk masa lalu dengan penerimaan.

    Dan karena ini karya Tere Liye, meskipun novelnya seputar cinta, porsi kisah cintanya tidak mendominasi. Masih banyak fragmen yang kaya inspirasi. Tentang perjuangan; bagaimana Bunda, Lin, dan Adit berjuang tanpa ayah. Tentang semangat dan harapan; bagaimana Lin tetap bisa meraih peringkat dua meskipun sekolah sambil kerja. Juga kebanggan atas sebuah proses belajar; bagaimana Lin tumbuh menjadi fotografer, mengikuti olimpiade kimia, hingga belajar psikologi dari guru BK.

    Selain itu, novel ini juga bertabur kutipan indah yang kaya hikmah. Baik yang bernada motivasi maupun penyembuhan luka hati. Misalnya tiga kutipan berikut ini:

    “Sampai kapan pun kaki kalian nanti melangkah, hidup ini hanya soal proses belajar. Orang-orang yang bahagia adalah orang-orang yang bangga atas proses belajar itu. Dan orang-orang yang amat bahagia adalah orang-orang yang bangga dengan proses belajar, sekaligus terlibat dalam proses belajar orang lain.”

    “Sampai kapan pun kaki kalian nanti melangkah, hidup ini hanya soal proses belajar. Orang-orang yang bahagia adalah orang-orang yang bangga atas proses belajar itu. Dan orang-orang yang amat bahagia adalah orang-orang yang bangga dengan proses belajar, sekaligus terlibat dalam proses belajar orang lain.”

    “Sebuah masalah yang super sulit, super menyakitkan, terkadang hanya bisa diselesaikan dengan sebuah penerimaan. Berdamai dengan hati yang masih membenci. Berdamai dengan hati yang masih perih.”

    Kutipan lebih lengkap bisa dibaca di Kutipan Novel Rasa

    Kekurangan Novel Rasa

    Terus terang saya penggemar novel-novel Tere Liye. Hampir semua novelnya saya baca kecuali novel fantasi serial Bumi –hanya sebagian kecil saya baca- dan novel anak. Maka, mencari kekurangan novel Rasa sangat sulit bagi saya.

    Cerita dalam novel ini mengalir secara apik. Membuat kita menyelami beragam rasa dari berbagai peristiwa yang sebenarnya sangat manusiawi terjadi. Dengan kata lain, cerita yang Tere Liye hadirkan dalam novel Rasa ini akrab dengan kehidupan nyata masyarakat kita. Ibarat fotorgrafer andal seperti DT dalam novel ini, Tere Liye bisa memotret dengan angle terbaik. Hanya saja, ada bagian yang mungkin terlalu hiperbolik saat Kepala Sekolah, Guru, dan seisi sekolah percaya begitu saja saat melihat foto editan Linda.

    Tentang penulisan dan ejaan, peran editor sangat menentukan. Dan tampaknya editor novel Rasa ini sangat cakap sehingga hampir tidak ada typo yang mengganggu. Meskipun banyak dialog yang menggunakan bahasa remaja yang tentu saja tidak baku. Misalnya “nggak” yang tidak memakai cetak miring, “biarin”, “bilangin”, dan sejenisnya. Di satu sisi memang tidak baku tetapi di sisi lain lebih renyah untuk bacaan remaja dan lebih sesuai dengan latar cerita.

    Baca juga: Pengalaman Naik Bus Trans Jatim

    Kesimpulan

    Novel Rasa Tere Liye ini recommended dibaca mulai usia SMA hingga dewasa. Bahasanya mengalir, ceritanya menghadirkan banyak rasa, serta kita bisa mendapatkan banyak inspirasi dan hikmah di dalamnya.

    Bagi kamu yang masih terjebak dengan masa lalu, membenci apa yang telah terjadi, dan belum bisa memaafkan, novel ini bisa menjadi teman yang baik untuk belajar mengelola rasa itu. Novel ini mengajak kita untuk memeluk erat semua rasa marah, benci, dan sakit hati.  Novel ini mengajak kita untuk mengikhlaskan, memeluk masa lalu dengan penerimaan. Dan ketika kita telah menerima semua takdir Tuhan, kita akan lebih bahagia mengenang masa lalu dan lebih siap menapaki masa depan. []

    Baca juga: Kutipan Novel Hujan

    Identitas Buku

    Judul buku: Rasa
    Pengarang: Tere Liye
    Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
    Tanggal Terbit: April 2022
    ISBN: 978-623-97262-3-2
    Tebal halaman: 421 halaman
    Dimensi: 14×20 cm
    Berat: 0,35 kg
    Harga: Rp89.000