Puisi Tiga Baris: Kepada-Mu Aku Berlabuh

2
324
ilustrasi: pixabay

KEPADAMU AKU BERLABUH

Sejauh manapun aku melangkah, kepada-Mu aku berlabuh                                                       
Diri yang ibarat butiran debu ini adalah kepunyaan-Mu                                                             
Bagaimana mungkin aku berpaling dari-Mu?  

Renungan, 20.35 WIB

Widang, 14 November 2021

SUNGAI  DI MATAMU

Aku melihat matamu menjelma sungai berwarna biru                                                                    
Sungai itu bukanlah rona kesedihan melainkan kerelaan                                                           
Mengalirlah kekuatan dari matamu yang menjelma puisi

Hening malam, 19 Desember 2021

MATA AIR SURGA

Kudekap mahabahmu di rahimmu hingga dunia menyapaku                                                       
Selalu kau basuh jiwaku dengan air surgamu                                                                              
Mak, mahabahmu adalah keindahan mata air surga

Renungan, 26 Desember 2021

HUJAN RINDU

Pada malam yang semakin menua, rinduku memecah kesunyian menjelma rintik hujan.         
Lalu kulabuhkan dalam doa tanpa jeda.                                                                                         
Untukmu yang jauh di sana, bagaimana dengan rindumu sayang?

Hening malam, 28 Maret 2022

Titik Istiana. Lahir dan tinggal di Desa Sumberjo Kec.Wdang Kab.Tuban. Saat  ini sebagian besar waktunya digunakan untuk mengabdi menjadi seorang istri dan ibu dua anak , mengabdi di SMAN Widang , menulis, dan berkesenian. Semenjak tahun 2018, beberapa karya puisi, cerpen, cerita rakyat Tuban, pantun nasehat, cerita anak, dan pentigraf yang ditulisnya ikut serta dimuat dalam buku Antologi. Cerpennya yang berjudul Elegi di Gedung Tua pernah termuat dalam Koran Radar Bojonegoro-Jawa Pos 2019. Perempuan yang pernah belajar dan berproses kreatif di Komunitas Teater INSTITUT  UNIROW Tuban ini, masih aktif bergabung menjadi anggota FLP (Forum Lingkar Pena) cabang Tuban, IGPT (Ikatan Guru penulis Tuban), dan Sastra 3. Menulis baginya adalah cinta, ibadah, pelajaran, dan berbagi ilmu. Dapat dihubungi melalui: FB Titik Istiana Rindung Sastra dan IG Titik Istiana.
Konten sebelumnyaDongkrak Warisan Leluhur yang Hampir Luntur
Konten berikutnyaRisalah Hati

2 KOMENTAR

  1. MasyaAllah..
    Setelah lama.. baru bersua kembali dengan goresan pena karya Ibunda saat SMA
    Semoga Bu Titik senantiasa dalam lindungan Allah… Aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini