Penulis: Admin

  • Parade Puisi Palestina: FLP Sidoarjo Suarakan Kepedulian Melalui Karya

    Parade Puisi Palestina: FLP Sidoarjo Suarakan Kepedulian Melalui Karya

    Forum Lingkar Pena (FLP) Sidoarjo menggelar Parade Puisi Palestina pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Aula Munali Patah, Dewan Kesenian Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata para pegiat literasi dalam menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi yang dialami masyarakat Palestina.

    Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta FLP Wilayah Jawa Timur–di waktu yang sama juga menyelenggarakan Parade Puisi secara daring. Parade puisi juga merupakan hasil kolaborasi antara FLP Sidoarjo, Forum Deklamator Jawa Timur, dan Putra-Putri Delta Sidoarjo.

    Rangkaian acara diawali dengan penampilan perwakilan Putra-Putri Delta Sidoarjo yang membacakan puisi berjudul “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu” karya Taufik Ismail. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menggugah emosi dan semangat solidaritas para peserta dan tamu undangan.

    Dalam kesempatan tersebut, FLP juga membacakan pernyataan sikap terkait konsistensi pembelaan terhadap Palestina dalam kebijakan nasional dan internasional. Pernyataan sikap tersebut memuat beberapa poin penting, antara lain terkait bergabungnya Indonesia dalam inisiatif BoP yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza, perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat mengenai tarif bea masuk nol persen, serta desakan pencabutan izin PT Ormat Geothermal Indonesia.

    Parade puisi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan karya dari perwakilan Forum Deklamator Jawa Timur, FLP Sidoarjo, Dewan Kesenian Sidoarjo, serta FLP Wilayah Jawa Timur. Sebagian besar puisi yang dibacakan merupakan karya Irsha Zahida, Sekretaris FLP Sidoarjo, yang pada kesempatan tersebut juga merilis buku kumpulan puisi berjudul Kalacakra Palestina.

    Buku tersebut memuat puisi-puisi yang lahir dari kegelisahan dan empati terhadap perjuangan rakyat Palestina, menggambarkan tentang pengorbanan, perlawanan, dan harapan bagi kemerdekaan mereka.

    Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi sastra yang membahas puisi-puisi bertema Palestina. Dalam diskusi tersebut, Zabit, penyair dari Forum Deklamator Jawa Timur, menyampaikan bahwa seniman memiliki peran penting dalam menyuarakan nilai kemanusiaan melalui karya.

    “Kontribusi seniman sastra adalah menyuarakan melalui karya, salah satunya dengan berpuisi. Berjuang lewat sastra,” ujarnya.

    Ketua Umum Dewan Kesenian Sidoarjo, Ribut Wijoto, dalam sambutannya juga menyampaikan harapannya agar FLP Sidoarjo terus berkembang dan mampu menjadi pionir dalam gerakan literasi yang menyuarakan solidaritas kemanusiaan.

    Sementara itu, penyair senior Forum Deklamator Jawa Timur, Bagus, berharap agar FLP terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat gerakan literasi yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

    “Harapannya FLP bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk terus menyuarakan perjuangan melalui puisi,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, FLP Sidoarjo menegaskan bahwa sastra bukan sekadar karya estetika, tetapi juga media perjuangan dan solidaritas kemanusiaan. Parade Puisi Palestina diharapkan menjadi salah satu langkah kecil dari dunia literasi untuk terus menyuarakan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.

  • Gelar Parade Puisi Palestina, Satukan Solidaritas Melalui Sastra

    Gelar Parade Puisi Palestina, Satukan Solidaritas Melalui Sastra

    Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina, Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur menggelar Parade Puisi Palestina pada Sabtu (7/3) pukul 15.30 WIB daring melalui Zoom Meetings. Kegiatan ini diikuti oleh anggota FLP dari berbagai cabang di Jawa Timur sehingga memungkinkan partisipasi yang lebih luas dalam menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina melalui karya sastra.

    Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat. Setelah itu, peserta mendengarkan sambutan Ketua FLP Jawa Timur, Ika Safitri, yang menjelaskan bahwa kegiatan Parade Puisi Palestina ini merupakan turunan dari Divisi Kepalestinaan BPP FLP. FLP Wilayah Jatim mengadakan acara tersebut untuk memfasilitasi FLP cabang di Jawa Timur untuk menyemarakkan kegiatan dimaksud.

    Dalam kesempatan tersebut, Rafif Amir turut memberikan materi dengan menyoroti posisi Palestina dalam konflik dunia saat ini. Dinamika konflik di Timur Tengah masih memunculkan kekhawatiran global. Ia menyinggung bahwa berbagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata terus terjadi sehingga memperpanjang penderitaan masyarakat sipil, khususnya di Gaza. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan perhatian dunia internasional serta dukungan moral dari masyarakat global.

    Rafif Amir juga menjelaskan bahwa dalam dinamika geopolitik kawasan, terdapat banyak kepentingan yang saling berhadapan, termasuk dukungan dari berbagai negara terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik. Situasi ini, menurutnya, membuat ketegangan di Timur Tengah berpotensi meluas apabila tidak segera menemukan jalan damai.

    Ia menekankan pentingnya masyarakat sipil untuk tetap menunjukkan kepedulian. “Perlu ada kegiatan seperti ini untuk reminder kita untuk membela Palestina dengan kemampuan kita,” ujarnya.

    Momen utama kegiatan adalah pembacaan puisi Palestina oleh para anggota FLP dari berbagai cabang di Jawa Timur. Para pembaca puisi tersebut antara lain:

    1. Riya – FLP Bangkalan
    2. Jams – FLP Sidoarjo
    3. Alifah Oktafiyani – FLP Lamongan
    4. Dwi Ariana Irawati – FLP Malang
    5. Sayyidah Nuriah – FLP Gresik
    6. Fatmawati – FLP Pamekasan
    7. Anita – FLP Ponorogo
    8. Ardha – FLP Pacitan

    Puisi-puisi yang dibacakan menggambarkan duka, harapan, serta semangat perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi konflik yang berkepanjangan. Melalui kata-kata yang puitis dan penuh empati, para pembaca puisi Palestina menyampaikan solidaritas dan doa bagi kemerdekaan serta kedamaian Palestina. Pembacaan puisi menjadi medium ekspresi yang kuat untuk menyampaikan empati dan solidaritas.

    Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk Palestina serta penyampaian informasi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat Palestina melalui lembaga penyalur resmi.

    Sebagai penutup, FLP Jawa Timur membacakan pernyataan sikap organisasi yang menegaskan komitmen para penulis untuk terus menyuarakan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian melalui karya sastra.

    Sebagai bentuk apresiasi, FLP Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada dua pembaca puisi terbaik, yaitu Sayyidah Nuriah (FLP Gresik) dan Fatmawati (FLP Pamekasan) atas penampilan dan penghayatan puisi yang dinilai paling kuat menyampaikan pesan solidaritas.

    Melalui kegiatan ini, FLP Jawa Timur berharap sastra dapat terus menjadi ruang refleksi dan perjuangan moral yang menghidupkan empati serta kepedulian terhadap sesama manusia di berbagai belahan dunia.

  • Muscab FLP Jombang: Muzaky Terpilih, Harapkan Penguatan Organisasi dari Pusat

    Muscab FLP Jombang: Muzaky Terpilih, Harapkan Penguatan Organisasi dari Pusat

    Setelah Muscab FLP Sidoarjo, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Jombang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu, 1 Maret 2026, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Dapur DK Jombang, dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat literasi. Agenda ini menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan visi gerakan kepenulisan di Jombang.

    Acara Muscab FLP Jombang dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan tilawah Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Sambutan disampaikan oleh perwakilan FLP Jawa Timur, Mas Zickyn, kemudian oleh Ketua FLP Jombang sebelumnya, Stella Rosita. Dalam sambutannya, Stella mengakui bahwa selama masa kepengurusan, ia merasa kinerja organisasi belum maksimal dan berharap bisa maksimal di kepengurusan selanjutnya.

    Agenda dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode sebelumnya, yang kemudian dibahas secara terbuka melalui sesi diskusi. Forum berlangsung dinamis dan penuh keakraban.

    Memasuki tahapan penjaringan bakal calon ketua, peserta Muscab menyampaikan aspirasi dan pandangan secara terbuka. Dalam forum Muscab FLP Jombang yang berlangsung secara musyawarah mufakat, Muzaky resmi terpilih sebagai Ketua FLP Jombang periode 2026-2028.

    Dalam sambutan perdananya, Muzaky menyampaikan harapan agar kepengurusan pusat dapat lebih memperhatikan cabang-cabang yang masih membutuhkan penguatan dan pendampingan organisasi agar FLP di daerah tetap hidup dan berkembang. “Kami benar-benar minim bimbingan dan SDM,” ujarnya.

    Terpilihnya Muzaky diharapkan membawa semangat baru dalam menggerakkan roda organisasi, memperluas jejaring literasi, serta meningkatkan produktivitas karya anggota. Acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dari Ketua sebelumnya, Stella Rosita, kepada Muzaky.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing inspiratif bersama perwakilan FLP Jawa Timur. Dalam sesi sharing tersebut, Muzaky mengajukan pertanyaan kepada perwakilan FLP Jatim terkait strategi kolaborasi antar cabang dan sinergi dengan komunitas lain. Ia menyampaikan bahwa di FLP Jombang, anggota aktif khususnya yang laki-laki sangat minim, sementara anggota lainnya didominasi perempuan-perempuan hebat yang sedang berjuang di bidang dan perannya masing-masing. Hal tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya kolaborasi agar energi organisasi tetap terjaga dan tidak berjalan sendiri.

    Menanggapi hal tersebut, Mas Zickyn menyampaikan bahwa kondisi serupa juga pernah dialami di cabang lain. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas komunitas, memperluas jejaring, serta tetap menyempatkan waktu untuk aktif di FLP meskipun memiliki kesibukan masing-masing. Menurutnya, sinergi adalah kunci agar cabang tetap hidup dan produktif. Kolaborasi tidak hanya memperkuat program, tetapi juga menjaga semangat anggota agar terus bertumbuh bersama.

    Kegiatan pun ditutup dengan doa, ramah tamah. Momentum Muscab yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini ditutup dengan buka puasa bersama seluruh anggota dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Melalui Muscab ini, FLP Jombang meneguhkan kembali semangat kolaborasi, produktivitas, dan kebermanfaatan karya di tengah masyarakat.

    Dengan kepemimpinan baru, FLP Jombang optimis akan semakin aktif berkontribusi dalam penguatan literasi, pembinaan penulis muda, serta menghadirkan karya-karya inspiratif dari Jombang untuk Indonesia.

  • FLP Jatim Hadiri Forum Konsultasi Publik Disperpusip Jawa Timur 2026

    FLP Jatim Hadiri Forum Konsultasi Publik Disperpusip Jawa Timur 2026

    Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur turut menghadiri kegiatan Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur pada Rabu (26/2). Kegiatan ini menjadi ruang strategis dialog antara pemerintah, organisasi, dan komunitas literasi dalam merumuskan arah pembangunan literasi dan kearsipan di Jawa Timur.

    Acara dibuka dengan laporan kegiatan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Arif Widodo, S.T., M.SE.

    Dalam sambutannya, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si. menegaskan bahwa perpustakaan memiliki keterkaitan erat dengan 17 program prioritas nasional, khususnya dalam penguatan pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi. Ia juga memaparkan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 di bidang perpustakaan dan kearsipan yang menekankan penguatan budaya baca, literasi, serta pelestarian naskah kuno. Sementara itu, di bidang arsip, pemerintah berfokus pada peningkatan ketersediaan informasi kearsipan yang autentik dan perlindungan arsip sebagai memori kolektif bangsa.

    Para narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Arsip Nasional Republik Indonesia, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan arah kebijakan pembangunan tahun 2027.

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan fokus pada pembangunan SDM unggul dan transformasi digital layanan publik, dengan perpustakaan sebagai ruang publik inklusif dan adaptif.

    Urusan perpustakaan dan kearsipan diarahkan untuk mendukung visi “Bersama Jawa Timur Maju yang Adil, Makmur, Unggul, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Fokus utamanya adalah meningkatkan literasi masyarakat sebagai kunci transformasi ekonomi dan kesejahteraan, serta memperkuat tata kelola pemerintahan melalui kearsipan modern.

    Dalam rencana kerja 2027, strategi utama perpustakaan yang dijabarkan pada forum konsultasi publik ini meliputi:

    • Penguatan Budaya Literasi
    • Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS)
    • Peningkatan Kualitas Layanan yaitu fokus pada standarisasi dan akreditasi perpustakaan sekolah, desa, dan umum guna memastikan akses literasi yang merata hingga ke pelosok wilayah.
    • Memperkuat perpustakaan digital dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk memudahkan akses informasi di era banjir data.

    Pada bidang kearsipan, arah kebijakan kearsipan 2027 ditekankan pada “Arsip Sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” melalui transformasi ke sistem digital. Poin-poin penting dalam bidang ini mencakup:

    • Kearsipan Modern yaitu pelayanan publik bidang kearsipan secara digital guna mewujudkan birokrasi yang bersih dan andal.
    • Sistem Informasi Terintegrasi dengan penggunaan sistem Informasi Kearsipan (SIK) sebagai backbone dalam Interconnected Government untuk mendukung keterbukaan informasi.

    Penyusunan Rencana Kerja (Renja) 2027 dilakukan melalui koordinasi teknis antara pemerintah pusat (Perpustakaan Nasional dan ANRI), Kemendagri, serta Pemerintah Daerah. Indikator keberhasilan utama diukur melalui Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang ditargetkan terus meningkat secara signifikan menuju tahun 2029. Dengan penguatan infrastruktur digital dan pemberdayaan tenaga.

    Kegiatan Forum Konsultasi Publik ini dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung transformasi literasi dan kearsipan di Jawa Timur. Pada sesi berikutnya, Disperpusip Jawa Timur memaparkan capaian dan rencana program strategis dari masing-masing bidang sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan SDM unggul dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

    Penguatan Tata Kelola Arsip Statis

    Bidang Penyelamatan dan Pemanfaatan Arsip Statis (PPAS) menekankan pentingnya pengelolaan arsip statis sebagai bahan akuntabilitas dan alat bukti yang sah. Pada tahun 2025, realisasi ketersediaan arsip sebagai bahan akuntabilitas mencapai 50 persen. Pengelolaan arsip dinamis aktif dan inaktif juga menunjukkan progres dengan capaian 55 persen dari target pembuatan daftar arsip. Selain itu, penyediaan prasarana pengelolaan arsip statis berhasil terealisasi sebanyak dua unit.

    Untuk tahun 2026, PPAS menargetkan autentikasi arsip statis dan hasil alih media mencapai 100 persen, masing-masing sebanyak 2.500 arsip. Upaya lain yang menjadi fokus adalah pencarian arsip statis yang hilang melalui penetapan Daftar Pencarian Arsip (DPA).

    Perpustakaan sebagai Ruang Inklusif

    Bidang Pendayagunaan Perpustakaan dan Inklusi (PPI) bertanggung jawab dalam pengembangan layanan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca. Sepanjang 2025, bimbingan literasi berhasil dilaksanakan di 18 sekolah, melampaui target awal. Program seperti Center of Literacy, Event Difabel, dan Holiday at Library juga mencapai 100 persen.

    Program Mobil DARLING (Dongeng Anak dan Remaja Keliling) menjangkau 48 titik layanan. Kegiatan seperti Social Media Challenge, MPK, dan pertemuan pegiat literasi turut mendukung penguatan ekosistem literasi. Ke depan, PPI akan fokus pada pengembangan perpustakaan daerah, sosialisasi budaya baca di sekolah menengah dan pendidikan khusus, serta program prioritas 2027 seperti Bimbingan Literasi Sekolah Rakyat dan Gebyar Literasi.

    Modernisasi Pengawasan Kearsipan

    Bidang Pemberdayaan dan Pengawasan Kearsipan (PPK) berfokus pada pengawasan internal dan pengelolaan arsip dinamis di lingkungan pemerintah provinsi. Pada 2025, sebanyak 2.500 berkas arsip berhasil disusutkan, serta alih media dan autentikasi dilakukan pada 500 lembar arsip permanen. Selain itu, pembuatan daftar arsip inaktif mencapai 5.000 berkas.

    Pada periode 2026–2027, pengawasan akan dilakukan pada 42 perangkat daerah dan BUMD. Pemusnahan arsip dengan retensi di bawah 10 tahun juga ditargetkan mencapai 2.500 arsip.

    Peningkatan SDM dan Standarisasi Perpustakaan

    Bidang Pembinaan Perpustakaan (BINPUS) berperan dalam penguatan SDM, standarisasi layanan, serta pengukuran indeks literasi. Capaian 2025 meliputi workshop akreditasi bagi 100 perpustakaan SLTA, sertifikasi kompetensi 28 pustakawan, serta peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) hingga 56,29, melampaui target.

    Ke depan, BINPUS akan mengembangkan pendataan perpustakaan berbasis wilayah melalui Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) serta mendorong literasi inklusi sosial melalui stakeholder meeting dan pelatihan inkubator.

    Pelestarian Naskah Kuno dan Koleksi Daerah

    Bidang Deposit, Pengembangan, dan Pelestarian (DPP) menegaskan komitmen dalam pengelolaan koleksi khas daerah, serah simpan karya cetak/rekam, pelestarian koleksi naskah kuno. Pada 2025, pengadaan buku cetak mencapai 1.110 eksemplar dan buku digital 1.993 eksemplar. Alih media terhadap 170 naskah kuno juga telah dilakukan, termasuk pendaftaran Babad Trunajaya sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON).

    Program “DULURKU” (Dukung Penyaluran Buku) berhasil mendistribusikan 653 buku sumbangan kepada masyarakat. Pada 2026, program ini akan dilanjutkan melalui penguatan langganan bahan pustaka digital, pencetakan buku kekhasan daerah, serta sosialisasi serah simpan karya cetak dan rekam. Melalui paparan ini, Disperpusip Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi, digitalisasi arsip, serta pelestarian pengetahuan sebagai fondasi menuju masyarakat Jawa Timur yang unggul dan berkelanjutan.

    FLP Jawa Timur Siap Berkolaborasi

    Bagi FLP Jawa Timur, forum ini menjadi momentum untuk memperkuat peran komunitas penulis dalam mendukung visi pembangunan Jawa Timur. Dari forum tersebut, FLP siap berkolaborasi dalam penguatan budaya baca, peningkatan literasi, serta pengembangan ekosistem penulisan dan penerbitan di Jawa Timur. Keikutsertaan FLP Jawa Timur dalam forum ini diharapkan dapat memperluas jaringan, memperkuat gerakan literasi, serta menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

  • Catatan Hari Ini: Kerinduan dari Tepi Sungai Amstel

    Catatan Hari Ini: Kerinduan dari Tepi Sungai Amstel

    Catatan Hari Ini (1)

    Aku duduk di tepi Sungai Amstel sambil memandang jauh Magere Brug yang tetap angkuh berdiri di atas Kanal Keizersgracht.

    Tempat ini masih sama namun suasana telah berubah, dulu aku duduk sambil menggenggam tanganmu yang hangat sembari memandang matahari senja mengawali Ramadan di musim semi nan indah.

    Sebuah whisper boat melaju perlahan di depanku tanpa suara, hanya terdengar renyahnya tawa para turis sambil mengabadikan momen sepanjang kanal.

    Kini musim dingin penghabisan menghampiri tubuhku yang hanya berselimut coat cokelat tua peninggalanmu.

    Tenanglah di keabadian, hari ini teduhnya Ramadan telah memayungimu dengan sayapnya yang membentang di seantero jagad.

    Amsterdam, 20 Februari 2026

    Catatan Hari Ini (2)

    Aku masih di tepi Kanal Keizersgracht lalu sedikit menikung menyusuri pertokoan nan ikonik.

    Langkahku terhenti di Screaming Bean hanya sekadar membatalkan puasa dengan secangkir teh tanpa gula sambil mata menyapu datangnya senja di selasar Negen Straatjes.

    Sendiri ditemani sepeda kesayanganmu, namun cukup berani melawan bayangmu yang kadang muncul kadang tenggelam tanpa permisi.

    Amsterdam, 21 Februari 2026

    Catatan Hari Ini (3)

    Kuhentikan langkahku di sebuah bangunan bertulis Rijks ketika bayanganmu berkelebat masuk dan aku mengikutinya.

    Kuterima undangan makan malam ini satu jam sebelum aku mendarat di Schiphol tempo hari.

    Joris Berdendijk orang yang tak pernah lupa padaku ketika aku di sini membawa sendiri sajian black traffle rigayoni yang lahir dari ketrampilan tangannya, menjadi salah satu hidangan malam ini.

    Obrolan kami mengalir hangat tanpa jeda sampai aku melihat gelang tridatu itu masih melingkar di pergelangan tangannya, warnanya sudah mulai kelabu.

    Bayangan itu hadir bersama kami ketika kutatap matanya dalam dan meyakinkan dirinya untuk melepas gelang itu, dan kembali pada kejujuran pertemanan kami.

    Amsterdam, 22 Februari 2026

    Catatan Hari Ini (4)

    Angin dingin menerpa rambut pirang si kembar Elmar dan Elmira yang bermain salju di depanku, sekali-kali mereka memanggilku untuk menemaninya bermain.

    Aku mengamatinya sejak tadi, serasa tak ada yang kurang kemiripannya dengan foto masa kecilmu yang bertengger di atas bufet.

    Semua memori ini mengiatkanku akan gugurnya daun maple merah di pangkuanku kala itu, begitu tiba-tiba tanpa tanda-tanda dari alam.

    Si kembar blonde itu begitu riang ketika kugamit untuk masuk rumah bergabung bersama selusin Van Ledegen menikmati slagroomtaart di depan perapian.

    Maple merahku sayang, engkau pasti bahagia melihat kami dalam formasi lengkap berkumpul di Ramadan ini.

    Utrecht, 23 Februari 2026

    Catatan Hari Ini (5)

    Bersepeda menembus suhu dingin pagi mengunjungi Utrecht University menemui kenangan atas memori yang masih tertinggal bersama waktu.

    Berbincang dengan Prof. Dr. Frank Biermann teman lama yang menyenangkan dan lawan debat yang sepadan.

    Peranakan Jerman yang puluhan tahun tinggal di Netherlands namun tetap cinta negaranya selalu mengingatkanku pada harga diri yang tak pernah tergadai.

    Kami sudahi perbincangan tentang politic and sustainable living ketika Prof. Dr. Ido de Han koleganya menghampirinya.

    Kulambaikan tangan berlalu dengan sepedaku meninggalkan dua orang yang paling berjasa di tiga dekade lalu, satu janji selesai hari ini esok janji lain menanti.

    Utrecht, 24 Februari 2026

    Catatan Hari Ini (6)

    Di sepanjang hidup aku telah berjalan jauh melintasi bahasa, waktu dan peradaban, namun setiap ada celah hatiku pulang diam-diam menyusuri gang-gang kecil dengan hiruk pikuk ibu-ibu yang setiap pagi membangunkan anak ke sekolah, beranjak ke pasar, atau berkutat di dapur; kadang hatiku diam-diam menyusuri macetnya jalanan kota, menghirup bau polusi, mengelus dada melihat parkir liar semakin merajalela yang kini membuatku tertawa bahagia jika mengingat semua itu.

    Ingatan itu masih lekat dalam benakku; makan bakso semangkok berlima, memanjat pohon mangga tetangga, main hujan-hujanan sepulang sekolah yang membuat baju dan buku basah, ibu pun marah melihatnya, ah sungguh membuatku rindu pulang.

    Semua hal-hal kecil itu membuat Indonesia terasa rumah, negeri lain boleh memberi tempat singgah dan semua mimpi, tetapi tidak akan bisa memberi memori seindah Indonesia.

    Boleh saja merasa lelah, marah dengan keadaan, atau ekspektasi yang terlalu tinggi pada Indonesia, tetapi akan ada masanya nanti hati rindu pulang sekadar ingin duduk di teras rumah ibu bapak sambil menikmati bau tanah basah dan melodi hujan yang menciptakan orkestra alami.

    Jika Inggris yang luasnya lebih kecil dari Sulawesi itu bisa membuat orang bahagia, maka aku percaya Indonesia jauh lebih bisa; sederhana saja ada tukang bakso keliling di mana-mana, belum gajian bisa utang warung sebelah, atau menikmati kerecehan anak-anak saat tarawih yang semua itu tak akan aku temui di negeri keju manapun.

    Utrecht, 25 Februari 2026

    *Ditulis oleh Hd. Aisya, Forum Lingkar Pena Surabaya

  • Bertanya pada Pakdhe: Teknik Menulis Diary yang Keren

    Pagi yang cerah ini—di tempat saya, semoga juga di tempat lain. Ada hal sederhana yang membuat anda tak akan berhenti menulis nantinya.

    Apa itu curhat?

    Kok curhat, Pakdhe??

    Iya dong, tapi curhatnya lewat tulisan.

    Caranya bagaimana curhat lewat tulisan?

    Lewat DIARY.

    Diary?

    Ya.

    Apa sih itu Diary?

    Diary atau buku harian adalah sebuah catatan pribadi yang isinya cerita kejadian, perasaan pikiran atau pengalaman yang sedang dialami setiap harinya. Menulis diary (catatan harian) yang bagus bukan soal bahasa yang indah saja, tapi soal kejujuran rasa dan kedalaman refleksi. Jadi anda bisa masukkan semua perasaan yang ada di dalam tulisan.

    Memangnya bisa? Bisa, donggg!! Nanti Pakdhe ajarin teknik menulis diary.

    Teknik Menulis Diary

    Diary yang kuat serta terasa hidup karena jujur, detail, dan personal. Nah, ini teknik menulis diary nih supaya kalau kamu-kamu baca diary malah enjoy dan tidak bete.

    1. Tulis dengan jujur, dan bukan yang sempurna

    Diary itu bukan lomba sastra sih, tapi tulis sebenar-benarnya yang kamu rasakan. Contoh praktis :

    Salah: “Hari ini bikin capek”

    Benar: “Aku pulang dengan baju yang berat, kepalaku pusing dengan target yang harus terpenuhi, belum lagi setumpuk laporan yang harus diselesaikan. Bahkan melepas sepatu saja seperti perjuangan.”

    Kejujuran akan membuat tulisan anda terasa nyata. Kan, akhirnya saat membacanya juga terasa berbeda.

    2. Gunakan teknik Show don’t Tell

    Jadi saat menulis diary jangan hanya menyebutkan emosi, tetapi jelaskan melalui situasi.

    Salah: “Aku sedih.”

    Benar: “Aku menatap layar ponsel lama sekali, tapi tak ada satu pun pesan darinya.”

    Perlu detail kecil untuk menghidupkan tulisan anda di buku harian.

    3. Tambahin Refleksi diri

    Jadi, hari itu anda bukan hanya curhat atau bilang, “Dear Diary….”, tetapi juga merefleksikan sesuatu. Tanyakan pada diri:

    – Apa yang sedang anda pelajari hari ini?

    Misal : Terima kasih ternyata hari ini Tuhan mengajari aku untuk bersabar.

    – Kenapa peristiwa ini mempengaruhi anda?

    – Apa yang harus diperbaiki besok?

    Misal : sepertinya esok aku harus banyak bersabar dan mengerjakan pekerjaan lebih baik lagi.

    4. Tulis konsisten dan tak perlu panjang

    Jadi, tak perlu satu halaman penuh. Cukup sesuai dengan perasaan hati anda yang terdalam. Tiga paragraf yang jujur mungkin sudah cukup, dari pada satu halaman tapi terpaksa.

    5. Gunakan diksi yang memperkaya suasana

    Pilih kata-kata yang sesuai dengan suasana dan emosi.

    Contoh :

    – gerimis, redup, sunyi –> suasana sendu

    – hangat, lega, lapang –> suasana damai

    Struktur Diary Sederhana

    1. Waktu dan tempat

    2. Peristiwa

    3. Perasaan

    4. Refleksi / harapan

    Nah, intinya menulis diary atau buku harian itu harus, jujur, detail, reflektif dan konsisten.

    Contoh singkat tulisan Diary

    02 Ramadhan, 23.47 WIB

    Lampu kamar sengaja ku padamkan. Hanya cahaya dari jendela yang masuk, tipis dan pucat. Angin malam menggerakkan tirai pelan-pelan, seperti seseorang yang ragu untuk mengetuk. Hari ini terasa lebih panjang dari biasanya. Aku tersenyum di hadapan banyak orang. Bahkan tertawa. Tapi di perjalanan pulang, di dalam mobil yang sepi, suaraku hilang.

    Radio menyala, namun pikiranku lebih bising dari lagu apa pun. Aku lelah. Bukan lelah karena pekerjaan.Tapi lelah menahan diri agar tetap terlihat kuat.Tadi sore, aku hampir membalas pesan itu. Jemariku sudah menari di atas layar. Kata-kata sudah tersusun rapi. Tapi entah kenapa, aku menghapusnya. Satu per satu. Seperti menghapus harapan yang tak pernah benar-benar berani kuucapkan. Mungkin memang tidak semua yang kita rasakan harus diperjuangkan. Ada yang cukup disimpan. Diam-diam.

    Saat adzan Isya berkumandang, aku berdiri lebih lama dari biasanya. Dalam sujud, ada sesuatu yang runtuh. Bukan air mata yang deras, hanya perasaan kecil yang akhirnya mengaku: aku rapuh.

    Dan mungkin, tidak apa-apa. Malam ini aku belajar satu hal, menjadi kuat bukan berarti tidak merasa sakit. Menjadi dewasa bukan berarti tidak pernah ingin dipeluk. Besok aku akan bangun lagi. Mengenakan wajah yang sama. Melakukan rutinitas yang sama.Tapi semoga…hatiku sedikit lebih lapang dari hari ini.

    Selamat menulis…. Terus berkarya. Salam Lingkar Pena.

    Karya oleh Dhe One, FLP Cabang Sidoarjo yang diambil dari program Rabu Karya di Grup WA FLP Jatim.

  • Suksesi Tanpa Drama Muscab FLP Sidoarjo

    Suksesi Tanpa Drama Muscab FLP Sidoarjo

    Dalam setiap suksesi kepemimpinan organisasi, dinamika adalah hal yang tak terelakkan. Begitu pula yang terjadi di Forum Lingkar Pena Cabang Sidoarjo pada Ahad, 8 Februari 2026 di Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo. Namun menariknya, pergantian tampuk kepemimpinan kali ini berlangsung tanpa drama berkepanjangan. Musyawarah Cabang (Muscab) berjalan guyub, rukun, dan penuh semangat kebersamaan.

    Pertanggungjawaban dengan Penuh Keyakinan

    Ketua FLP Sidoarjo periode 2024–2026, Niswah Hikmah, menyampaikan laporan pertanggungjawaban di hadapan para pengurus demisioner dan anggota dengan penuh percaya diri. Ia memaparkan berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua tahun kepemimpinannya.
    Memimpin organisasi tentu bukan perkara mudah. Ada suka dan duka yang menyertai. Pasang surut keaktifan anggota menjadi tantangan tersendiri. Apalagi sebagian besar anggota FLP Sidoarjo adalah para pekerja yang harus membagi waktu antara aktivitas profesional dan organisasi.
    Mengajak anggota untuk tetap aktif bukanlah hal sederhana. Loyalitas benar-benar diuji di sini. Tak jarang, kegiatan hanya diikuti oleh segelintir anggota yang konsisten hadir.

    Tantangan untuk Ketua Terpilih

    Kini estafet kepemimpinan beralih kepada Donny Anggono. Tantangan besar sudah menanti: merangkul kembali anggota yang lama tidak aktif dan membangkitkan semangat kebersamaan.
    Tanpa banyak retorika, dalam pidato perdananya ia menegaskan bahwa FLP Sidoarjo harus tetap berjalan mengikuti perkembangan dunia kepenulisan. Ia juga menyampaikan sejumlah rencana baru yang belum pernah direalisasikan oleh kepengurusan sebelumnya—sebuah visi besar yang siap diwujudkan bersama.
    Semangat “Berbakti, Berkarya, dan Berarti” pun mulai digaungkan.

    Inaugurasi dan Launching Buku

    Momentum suksesi Muscab ini semakin bermakna dengan launching buku berjudul Kota Tanpa Dinding; Fragmen Sunyi dari Sidoarjo. Buku ini menjadi bukti bahwa semangat menulis di FLP Sidoarjo tetap menyala.
    Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara anggota lama dan anggota baru yang bergabung melalui open recruitment tahun 2025. Melahirkan buku bersama adalah wujud nyata eksistensi organisasi kepenulisan: bukan sekadar berkumpul, tetapi juga berkarya.
    Acara ini sekaligus menjadi momen pelantikan resmi bagi anggota baru yang kini menjadi bagian dari keluarga besar FLP Sidoarjo.

    Apresiasi untuk Anggota Berprestasi

    Perjalanan panjang FLP Sidoarjo tentu tak melupakan para anggota yang telah menorehkan prestasi. Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan diberikan kepada anggota yang aktif dan berkontribusi. Apresiasi ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh anggota untuk terus berkarya dan berorganisasi secara aktif.

    Dukungan dan Harapan ke Depan

    Kehadiran Ketua Wilayah Jawa Timur, Ika Safitri, serta perwakilan BPP dari Divisi Kaderisasi, Novi Larasati, dalam Muscab ini turut menambah semangat dan optimisme. Dukungan dari wilayah dan pusat menjadi energi positif bagi FLP Sidoarjo untuk terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas.
    Dalam setiap organisasi, persoalan internal pasti ada. Namun yang terpenting bukan pada ada atau tidaknya masalah, melainkan bagaimana sikap dalam menyikapinya. Dengan kebersamaan, komunikasi yang sehat, dan komitmen untuk terus berkarya, FLP Sidoarjo diharapkan mampu melangkah lebih mantap ke depan.
    Suksesi telah berlangsung. Semangat telah digaungkan. Kini saatnya melangkah bersama—berbakti, berkarya, dan menjadi berarti.

  • Pesan Tarhib Ramadan FLP Malang: Jauhkan Provokasi dalam Tulisan

    Pesan Tarhib Ramadan FLP Malang: Jauhkan Provokasi dalam Tulisan

    Dalam menyambut bulan Ramadan 1447 H, selasa pekan ini (17/2/2026), FLP Malang menggelar kegiatan Tarhib Ramadan sebagai bentuk persiapan hati, jiwa dan fisik umat Muslim agar siap menjalani ibadah puasa dengan maksimal, penuh kegembiraan dan meraih keberkahan. Harapannya, kegiatan ini menjadi ikhtiar FLP Malang dalam meningkatkan keimanan, mensyiarkan kedatangan bulan suci dan memperkuat koneksi spiritual dengan Allah SWT.

    Tarhib Ramadan yang dilaksanakan secara daring diisi oleh narasumber Ustadz Abi Thalib, seorang guru dan ustadz di SDIT Insan Permata, dan dipandu oleh Ketua FLP Malang yang baru terpilih di Muscab VIII, Intan K.L. Asror. Acara dimulai secara tepat waktu dan selesai sebelum waktu maghrib tiba.

    Kajian Tarhib Ramadan ini mengusung tema Menyambut Ramadan Penuh Gizi. Narasumber membahas tema seputar level puasa, hal yang dapat membatalkan pahala puasa, dan pentingnya menghadirkan pesan dakwah melalui tulisan.

    Beliau juga menekankan kepada FLP Malang yang banyak menjadi penulis bahwa tulisan harus jauh dari fitnah, kebohongan, dan provokasi serta mengajak peserta menjadikan kisah-kisah dalam Al-Quran sebagai inspirasi tulisan. Makna penuh gizi ini tak hanya sekedar makanan yang masuk ke dalam tubuh tetapi juga aktivitas yang bisa meningkatkan keimanan dan pahala dan disesuaikan dengan kegiatan literasi peserta. Dakwah literasi menjadi salah satu kegiatan yang bernilai pahala yang bisa dilakukan penulis di bulan Ramadan.

    Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini berjalan cukup lancar, khidmat dan interaktif. Beberapa peserta aktif bertanya kepada narasumber. Pertanyaan yang diajukan terkait menulis fiksi yang mengandung dakwah saat puasa ramadan dan hal yang membatalkan puasa.

    Narasumber menjelaskan bahwa menulis fiksi yang mengandung dakwah tentu hal yang baik. Menulis fiksi yang mengandung dakwah menyampaikan cerita-cerita yang mendidik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dengan jawaban yang lugas dari pertanyaan peserta ini, harapannya peserta dapat terus berkarya sebagai bentuk ibadah di bulan Ramadan sehingga karya yang dihasilkan mampu membawa pesan kebaikan dan kemanusiaan. Yuk, semua penulis FLP mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk dakwah literasi agar pahalanya berlipat ganda.

  • Muskerwil FLP Jatim 2026 Dorong Pengaktifan Cabang Mati Suri

    Muskerwil FLP Jatim 2026 Dorong Pengaktifan Cabang Mati Suri

    Sidoarjo – Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jawa Timur digelar pada Minggu (15/2/2026) di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP), Ibu Novi Larasati dari Divisi Kaderisasi. Dalam sambutannya, Novi Larasati menekankan pentingnya menghidupkan kembali cabang-cabang FLP yang kurang aktif. “Saya berharap FLP Jatim bisa mengaktifkan cabang yang mati suri. Jadi tidak usah menambah cabang, tapi menghidupkan lagi cabang yang kurang aktif,” ujarnya.
    Pesan tersebut menjadi perhatian utama dalam forum kerja wilayah kali ini, mengingat penguatan internal dinilai lebih mendesak dibanding ekspansi pembentukan cabang baru. Selain agenda musyawarah kerja, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan FLP Wilayah Jawa Timur periode terbaru serta pembacaan Surat Keputusan (SK) dari BPP. Adapun struktur kepengurusan terdiri atas:

    • Ketua FLP Wilayah Jatim : Ika Safitri, S.Si
    • Sekretaris: Wiwik Khafidhoh, S.Pd
    • Bendahara: Sri Utami, S.Pd
    • Divisi Kaderisasi : Kordiv Umahatun Fauziyah, M.Pd. Anggota: Tyas Wulan Sari, S.Si; Siti Maulina, S.Psi; dan Farida Agustina, S.Si.
    • Divisi Karya : Kordiv Achmad Fauzi. Anggota : Ajeng Maharani; Tantrie Leonita, S.S., M.Li.; dan Fathur Mafianto, S.Pd.
    • Divisi Jaringan Cabang : Kordiv Zickyn Chan. Anggota : Gunawan; Diah Shanti Utaminingtyas (Mama Aghnia); dan Suyanik, S.Pd. SD., M.Pd.
    • Divisi Bisnis : Kordiv Enten Miwayani. Anggota : Achmad F. Fauza; Ani Marlia, S.Pd.; dan Ika Faztin Cahyanti, S.Si.
    • Divisi Humas : Kordiv Lita Lestianti. Anggota : Muzaky; Welly Ha; dan Fitri Areta.
    • Divisi Kepalestinaan : Kordiv Andika FG. Anggota : Dadang Irsyamuddin, S.E., M.H. dan Sri Hidayati Nur.


    Muskerwil secara resmi dibuka oleh Ketua Wilayah terpilih, Ika Safitri. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk berkolaborasi menjalankan program kerja yang telah dirancang. Setelah pembukaan, masing-masing divisi memaparkan program kerja (proker) yang akan dijalankan selama satu periode ke depan. Program-program tersebut dirancang untuk memfasilitasi kegiatan anggota FLP di tingkat cabang, mulai dari pengembangan kepenulisan, kaderisasi, hingga penguatan jaringan dan kemandirian organisasi.
    Namun dalam pembahasan forum, ditemukan adanya sejumlah program yang memiliki kemiripan antar divisi. Kondisi ini dinilai berpotensi menjadi hambatan dalam pelaksanaan program.
    Sebagai solusi, forum menyepakati pentingnya diskusi lanjutan guna menyatukan visi dan misi antar divisi. Penyelarasan program diharapkan mampu mencegah tumpang tindih kegiatan serta memperkuat sinergi. Dengan kesepakatan bersama, program kerja diharapkan dapat berjalan beriringan, saling mendukung, serta melibatkan partisipasi aktif seluruh anggota. Muskerwil ini menjadi momentum konsolidasi internal FLP Jawa Timur untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan kualitas gerakan literasi di tingkat wilayah dan cabang.

  • Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Pada Muscab VIII, Intan K.L. Asror Resmi Pimpin FLP Malang Dua Periode

    Menjelang Ramadan 1447 H, FLP Malang menggelar agenda dua tahunan Musyawarah Cabang (Muscab) VIII hari Ahad, 15 Februari 2026, di SDIT Insan Permata, Kota Malang. Acara ini dihadiri oleh pendiri FLP Malang, Abyz Wigati; perwakilan FLP Jatim, Lita Lestianti; pengurus FLP Malang tahun 2024 -2026 dan para anggota FLP Malang.

    Sambutan pendiri FLP Malang mengawali acara Muscab FLP Malang. Abyz Wigati bercerita tentang perjuangan secara singkat tentang pendirian FLP Malang dulu yang cukup berat, yang juga dirasakan oleh FLP Pamekasan saat membangun FLP. Meski saat ini beliau memiliki ladang juang yang berbeda, beliau mengatakan bahwa FLP Malang masih menjadi tanggung jawabnya karena sudah mendirikan FLP Malang. Beliau juga menyampaikan bahwa “Dimana pun kita berkarya mungkin kita tidaksadar bahwa disitu kita mendapat sesuatu dan memberi sesuatu. Tapi pada dasarnya, kita berkarya, berdaya dan belajar, disitu kita akan mendapatkan ‘imbalan’. Tentu bukan tertuju pada materi tapi kebaikan.”

    Perwakilan FLP Jatim dan ketua FLP Malang periode 2024-2026 juga memberikan sambutannya. Usai pemberian sambutan singkat, ketua FLP Malang periode sebelumnya memaparkan program-program yang telah dijalankan dan kendala yang dihadapi. Tentu saja, kendala tersebut hampir dirasakan oleh cabang lain, seperti anggota banyak yang pasif dan tidak bisa ikut serta dalam kegiatan. Namun, atas rahmat Allah SWT, FLP Malang yang telah mendapat predikat Cabang Pejuang saat Muswil IX, dengan segala keterbatasan, tetap mampu menjalankan program dengan baik, bahkan mampu meningkatkan keuangan kas organisasi.

    Setelah LPJ diterima oleh forum, penyelenggaraan sidang muscab sempat mengalami kesulitan dalam menentukan bakal calon ketua FLP Malang periode selanjutnya. Hanya satu kandidat yang diajukan serentak oleh forum yaitu Intan K.L. Asror. Setelah berdiskusi dan mendapat masukan dari forum, dengan musyawarah mufakat, maka sidang Muscab menetapkan kembali Intan K.L. Asror sebagai Ketua  FLP Malang periode 2026-2028.

    Atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota FLP Malang, dalam sambutannya, Intan menyampaikan akan berkomitmen menjalankan amanah yang berat itu sebaik mungkin. Ia pula menegaskan bahwa jika amanah itu tak hanya dipertanggungjawabkan di dunia tetapi juga di hadapan Allah kelak. Amanah yang berat tentu tak bisa ia pikul sendiri, ia sangat memohon kepada anggota FLP Malang untuk bersedia bersinergi membangkitkan kembali kehidupan organisasi FLP Malang yang lebih solid, produktif dan berdampak bagi masyarakat melalui karya-karya literasi.

    Mesipun tak ada penyerahan kepemimpinan dari periode sebelumnya, namun kepemimpinan dua periode ini tetap dilakukan secara simbolis kepada ketua terpilih dari perwakilan FLP Jatim.

    Muscab VIII FLP Malang telah diselenggarakan dengan lancar. Hasil pada Muscab VIII tersebut diharapkan mampu membawa FLP Malang menjadi organisasi yang lebih matang dalam tata kelola organisasi dan memperluas peran literasi untuk generasi muda di Malang Raya.