Bandit-bandit Berkelas

145
bandit-bandit berkelas

Bagi penggemar novel aksi Tere Liye, Bandit-bandit Berkelas pasti menjadi penantian tersendiri. Sebab, novel ini merupakan kisah terbaru Bujang si Babi Hutan dan para penguasa shadow economy.

Novel ini bakal lebih seru daripada novel-novel aksi sebelumnya. Menyajikan konflik kelas tinggi dan pertarungan seru yang mendominasi di sana sini. Mulai dari baku hantam hingga baku tembak. Mulai dari ‘pertunjukan’ berbagai jurus bela diri hingga rentetan senjata api.

Novel Terbaru Serial Pulang Pergi

Tere Liye telah menulis 60 lebih buku. Mulai dari novel fantasi serial Bumi hingga kumpulan puisi. Hampir semuanya best seller dan memiliki penggemar tersendiri. Tak terkecuali novel-novel aksi.

Bandit-bandit Berkelas adalah novel terbaru dari serial Pulang Pergi. Meskipun tidak harus, membaca novel-novel ini secara berurutan akan lebih sistematis dan mengasyikkan.

Nah, urutan novel serial Pulang Pergi adalah sebagai berikut:

  1. Negeri Para Bedebah
  2. Negeri di Ujung Tanduk
  3. Pulang
  4. Pergi
  5. Pulang-Pergi
  6. Bedebah di Ujung Tanduk
  7. Tanah Para Bandit
  8. Bandit-bandir Berkelas

Serial Pulang Pergi mengisahkan tokoh utama Bujang alias Agam yang juga memiliki panggilan Si Babi Hutan. Bujang merupakan kepala keluarga Tong penguasa shadow economy. Namun, ia mengundurkan diri dari posisi yang pengaruhnya melebihi kepala negara itu.

Mundur dari jabatan pemimpin tertinggi, tidak membuat Bujang lepas dari konflik shadow economy. Ia selalu terlibat dalam pertarungan antarkeluarga shadow economy, juga terlibat dalam konflik antara shadow economy dengan kekuatan besar lain yang ingin menghancurkan mereka. Bujang yang menginginkan keseimbangan dunia memilih sikap menjaga keluarga-keluarga shadow economy agar saling menghormati.

Yang sangat menarik, beberapa cerita pada novel-novel di atas terasa sangat dekat dengan fenomena kekinian. Karya Tere Liye tersebut laksana kritik sosial dari penulisnya. Mulai tentang sikap pejabat, aparat, hingga korupsi dan ketidakadilan.

Baca juga: Novel Rasa Tere Liye

Sinopsis Novel Bandit-bandit Berkelas

Bandit-bandit Berkelas berkisah tentang ‘warisan Samad’, yang menjadi rebutan antara dua anak laki-lakinya, Bujang dan Diego.

Bandit-bandit Berkelas mempertemukan seluruh karakter yang tersebar dalam tujuh buku sebelumnya. Mulai dari Bujang, Thomas, Basyir, Yuki dan Kiko, hingga Zaman Zulkarnaen yang menjadi tokoh utama di novel Tentang Kamu.  

Selain tokoh-tokoh dari Keluarga Tong, muncul pula tokoh-tokoh dari Keluarga Master Dragon, Bratva, hingga Organisasi dan Padma yang mulai kita kenal dari novel Tanah para Bandit.

Tak ketinggalan ada Diego dan Kartel Meksiko, Kesatria Suci dan Lilian Arnaut, serta Roh Drukpa, Teratai Emas, dan 4 Kelompok Utama.

Konfliknya bakal lebih kompleks dan pertarungannya bakal lebih menegangkan. Sebab pertikaian antara keluarga penguasa shadow economy kian rumit. Apalagi dengan hadirnya Organisasi, kekuatan baru yang mencoba melawan para penguasa shadow economy.

Ada romantis-romantisnya juga tapi hanya sekelebat. Tapi mungkin cukup untuk mengobati rasa penasaran yang selama ini bertanya-tanya soal Bujang sebenarnya menyukai siapa atau kapan Bujang menikah.

“Di buku Bandit-Bandit Berkelas, ada adegan saat Bujang mengakui dia menyukai siapa, dan siap untuk serius. Adegan yang boleh jadi bikin kalian terharu sambil jejeritan,” tutur Tere Liye.

“Masalahnya, roman di serial aksi itu bagai menegakkan benang basah. Dengan pertarungan-pertarungan mematikan. Lima menit lalu adegan masih romantis, bikin terharu, eh lima menit berlalu, adegan berubah jadi tentang kematian, dan kawan-kawan.”

Baca juga: Novel Hujan

Identitas Buku

Judul buku: Bandit-bandit Berkelas
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
Tanggal Terbit: 2024
ISBN: 978-623-88822-6-7
Tebal buku: 400 halaman
Dimensi: 13,5×20 cm

Konten sebelumnyaSemangat Kepemimpinan dan Solidaritas Warnai Muscab FLP Cabang Sidoarjo
Konten berikutnyaKAU DAN MAWAR PUTIH ITU

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini