Detak Berserak

0
108

_Oleh Monik Arrayyan_

Membuka pagi

Di atas cercah harap

Bergerak perlahan

Kadang penuh nyali

Berisik dan main-main

Tenang sesekali

Tanpa emosi

Sambil bertanya-tanya

Dengan upaya apa lagi?

Mereka, yang terus menanti

Memindai wajah-wajah suci

Haruskah membiarkannya tetap

Di laman yang sama

Atau naik tingkat

Karena usia terus menanjak

Bukankah lebih baik maju

Ketika mundur tak dapat mengubah

Karena tahu hasilnya sama

Sekarang cakap esok lupa

Semua tahu tapi terbatas, kecuali dia

Dengan daya bagaimana lagi? 

Kembali pada diri? 

Nurani dan ketulusan

Yang berdetak

Berserak dalam arti

Pamekasan, 31 maret 2022

Konten sebelumnyaMerdeka Sejak Hati dan Halal Sejak Nurani
Konten berikutnyaMengurai Benang Kusut di Bulan Suci Ramadan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini